Deretan Pejabat Tulungagung Terjaring OTT KPK, dari Bupati Gatut Sunu Hingga Direktur RSUD

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana di Polres Tulungagung. (Istimewa)
Suasana di Polres Tulungagung. (Istimewa)

Jurnas.net - Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Tulungagung bukan sekadar menjaring satu orang, melainkan menyeret deretan pejabat penting lintas sektor pemerintahan.

Operasi senyap yang berlangsung Jumat (10/4) malam itu langsung menggiring sejumlah pejabat ke Polres Tulungagung untuk pemeriksaan intensif. Penjagaan di sekitar Mapolres diperketat, mencerminkan besarnya skala kasus yang tengah ditangani.

Pantauan di lokasi menunjukkan, satu per satu pejabat strategis berdatangan ke Mapolres. Mereka yang terpantau antara lain Pj Sekda Tulungagung Soeroto, Kabag Kesra Makrus Manan, Kabag Pemerintahan Arif Efendi, Kabag Umum Yulius, hingga Kepala Satpol PP Hartono.

Tak hanya itu, lingkaran sektor layanan publik juga ikut terseret. Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung Zuhrotul Aini dan Kepala Dinas Kesehatan Desy Lusiana turut berada di lokasi. Bahkan, ajudan pribadi bupati, Dwi Yoga, juga ikut diperiksa.

Deretan nama tersebut mengindikasikan dugaan praktik korupsi yang tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan jejaring kekuasaan di dalam tubuh birokrasi Pemkab Tulungagung.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengonfirmasi operasi tersebut. Ia juga membenarkan bahwa Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, telah diamankan. “Benar,” ujarnya singkat.

Informasi dari sumber internal kepolisian menyebutkan, Gatut telah dibawa ke Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan. Sementara sejumlah pejabat lain masih menjalani pemeriksaan di Tulungagung.

“Kegiatan seperti itu sifatnya silent. Informasi adanya kegiatan KPK di Tulungagung memang benar, tapi detailnya belum diketahui,” ujar sumber tersebut.

OTT ini menjadi tamparan keras bagi tata kelola pemerintahan daerah. Ketika pejabat dari berbagai lini administrasi, kesehatan, hingga lingkaran inti kepala daerah ikut terseret, publik dihadapkan pada dugaan korupsi yang bersifat sistemik, bukan insidental.

Berita Terbaru

PLN UIT JBM Latih 100 Peserta Bahasa Isyarat dan Batik Eco Print, Perkuat Inklusi Penyandang Disabilitas

PLN UIT JBM Latih 100 Peserta Bahasa Isyarat dan Batik Eco Print, Perkuat Inklusi Penyandang Disabilitas

Kamis, 09 Jul 2026 14:32 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 14:32 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan yang inklusif m…

DPRD Jatim Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026, Sediakan Videotron hingga Produk UMKM Gratis

DPRD Jatim Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026, Sediakan Videotron hingga Produk UMKM Gratis

Kamis, 09 Jul 2026 13:19 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 13:19 WIB

Jurnas.net – DPRD Jawa Timur akan menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di halaman Gedung DPRD Jatim pada 15–16 Juli 202…

LPKAN Desak Presiden Terbitkan Perpres Satgas Antikorupsi, Fokus Percepat Pengembalian Aset Negara

LPKAN Desak Presiden Terbitkan Perpres Satgas Antikorupsi, Fokus Percepat Pengembalian Aset Negara

Kamis, 09 Jul 2026 12:20 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 12:20 WIB

Jurnas.net – Lembaga Pengawasan Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Korupsi dan Penyelamatan A…

Dua Pengusaha Buah di Surabaya Ditahan dalam Kasus Pengeroyokan, Terancam 7 Tahun Penjara

Dua Pengusaha Buah di Surabaya Ditahan dalam Kasus Pengeroyokan, Terancam 7 Tahun Penjara

Kamis, 09 Jul 2026 10:24 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 10:24 WIB

Jurnas.net – Proses hukum kasus dugaan pengeroyokan terhadap Louis Prasetya (22) di kawasan pergudangan Jalan Tanjungsari, Surabaya, terus bergulir. Setelah d…

Rotasi 42 Kepala Sekolah SMP, Bupati Ipuk Tekankan Misi Selamatkan Anak Putus Sekolah

Rotasi 42 Kepala Sekolah SMP, Bupati Ipuk Tekankan Misi Selamatkan Anak Putus Sekolah

Kamis, 09 Jul 2026 09:16 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 09:16 WIB

Jurnas.net - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani merotasi 42 kepala sekolah menengah pertama (SMP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Di balik…

Eri Cahyadi Ungkap Cara Pemkot Surabaya Cegah Radikalisme, Libatkan Orang Tua hingga Masuk ke Sekolah

Eri Cahyadi Ungkap Cara Pemkot Surabaya Cegah Radikalisme, Libatkan Orang Tua hingga Masuk ke Sekolah

Kamis, 09 Jul 2026 08:07 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 08:07 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memilih memperkuat langkah pencegahan untuk menangkal penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, d…