Baru Menang Pilkada, KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gedung KPK. (Istimewa)
Gedung KPK. (Istimewa)

Jurnas.net - Praktik korupsi di lingkaran kekuasaan daerah kembali terciduk. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat malam, 10 April 2026. Penangkapan ini menambah panjang daftar kepala daerah di Jawa Timur yang tersandung kasus korupsi, sekaligus menjadi alarm keras bahwa praktik transaksional di level pemerintahan daerah masih terus berlangsung.

“Benar (OTT Bupati Tulungagung),” tegas Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi.

Meski demikian, KPK belum membuka secara rinci konstruksi perkara, termasuk dugaan kasus yang menjerat, barang bukti yang diamankan, hingga pihak lain yang turut ditangkap dalam operasi senyap tersebut. Lembaga antirasuah itu memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

Penangkapan Gatut menjadi sorotan tajam karena terjadi tak lama setelah ia memenangkan Pilkada 2024. Ia sempat dikenal sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sebelum beralih ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menjelang kontestasi politik tersebut.

Karier politik Gatut terbilang mulus. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung periode 2019–2023 dan dikenal memiliki latar belakang sebagai pengusaha toko bangunan. Namun, rekam jejak tersebut kini tercoreng oleh operasi penindakan KPK.

Kasus ini mempertegas pola lama yang belum terputus, kepala daerah terjerat korupsi, bahkan di fase awal masa jabatan. Sebelumnya, KPK juga menindak sejumlah kepala daerah lain di Jawa Timur, termasuk di Ponorogo dan Madiun.

Gelombang OTT ini memunculkan pertanyaan serius tentang efektivitas sistem pengawasan, integritas elite politik, serta mahalnya biaya politik yang kerap berujung pada praktik korupsi saat berkuasa.

Kini publik menanti, apakah penindakan ini kembali berhenti pada aktor lapangan, atau mampu menembus jejaring kekuasaan yang lebih luas di balik praktik korupsi daerah.

Berita Terbaru

PLN UIT JBM Latih 100 Peserta Bahasa Isyarat dan Batik Eco Print, Perkuat Inklusi Penyandang Disabilitas

PLN UIT JBM Latih 100 Peserta Bahasa Isyarat dan Batik Eco Print, Perkuat Inklusi Penyandang Disabilitas

Kamis, 09 Jul 2026 14:32 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 14:32 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan yang inklusif m…

DPRD Jatim Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026, Sediakan Videotron hingga Produk UMKM Gratis

DPRD Jatim Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026, Sediakan Videotron hingga Produk UMKM Gratis

Kamis, 09 Jul 2026 13:19 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 13:19 WIB

Jurnas.net – DPRD Jawa Timur akan menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di halaman Gedung DPRD Jatim pada 15–16 Juli 202…

LPKAN Desak Presiden Terbitkan Perpres Satgas Antikorupsi, Fokus Percepat Pengembalian Aset Negara

LPKAN Desak Presiden Terbitkan Perpres Satgas Antikorupsi, Fokus Percepat Pengembalian Aset Negara

Kamis, 09 Jul 2026 12:20 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 12:20 WIB

Jurnas.net – Lembaga Pengawasan Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Korupsi dan Penyelamatan A…

Dua Pengusaha Buah di Surabaya Ditahan dalam Kasus Pengeroyokan, Terancam 7 Tahun Penjara

Dua Pengusaha Buah di Surabaya Ditahan dalam Kasus Pengeroyokan, Terancam 7 Tahun Penjara

Kamis, 09 Jul 2026 10:24 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 10:24 WIB

Jurnas.net – Proses hukum kasus dugaan pengeroyokan terhadap Louis Prasetya (22) di kawasan pergudangan Jalan Tanjungsari, Surabaya, terus bergulir. Setelah d…

Rotasi 42 Kepala Sekolah SMP, Bupati Ipuk Tekankan Misi Selamatkan Anak Putus Sekolah

Rotasi 42 Kepala Sekolah SMP, Bupati Ipuk Tekankan Misi Selamatkan Anak Putus Sekolah

Kamis, 09 Jul 2026 09:16 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 09:16 WIB

Jurnas.net - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani merotasi 42 kepala sekolah menengah pertama (SMP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Di balik…

Eri Cahyadi Ungkap Cara Pemkot Surabaya Cegah Radikalisme, Libatkan Orang Tua hingga Masuk ke Sekolah

Eri Cahyadi Ungkap Cara Pemkot Surabaya Cegah Radikalisme, Libatkan Orang Tua hingga Masuk ke Sekolah

Kamis, 09 Jul 2026 08:07 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 08:07 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memilih memperkuat langkah pencegahan untuk menangkal penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, d…