Jurnas.net - Tokoh Bawean yang juga Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, komitmen memperkuat ikatan diaspora Bawean dalam momentum Halal Bihalal (HBH) Bawean Internasional. Tak hanya mengapresiasi kekuatan jaringan warga Bawean di berbagai negara, ia bahkan menawarkan langkah konkret menggelar HBH Internasional di kampus yang ia dirikan, Universitas Sunan Gresik (USG), dengan seluruh biaya kegiatan siap ia tanggung.
Menurutnya, HBH Bawean Internasional telah terbukti menjadi ruang strategis, yang mampu mempertemukan warga Bawean dari berbagai belahan dunia sesuatu yang tidak mudah dilakukan bahkan oleh tokoh nasional sekalipun.
“Saya dan Pak Faisal, meskipun sebagai anggota DPR RI, tidak punya kemampuan mengumpulkan warga Bawean dari mancanegara. Tapi lewat HBH ini, semua bisa hadir. Ini luar biasa,” kata Jazilul, dalam sambutannya pada HBH Internasional Bawean di Yogyakarta, Minggu, 12 April 2026.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Jazilul mengaku siap memfasilitasi pelaksanaan HBH Bawean Internasional di masa mendatang. Ia bahkan menyebut target tahun 2029 sebagai momentum yang tepat untuk menggelar acara tersebut di Universitas Sunan Gresik. "Silakan nanti kalau HBH digelar di Universitas Sunan Gresik. Semua biaya kegiatan saya tanggung,” tegasnya.
Tak sekadar wacana, Jazilul juga memaparkan kesiapan infrastruktur kampus yang ia dirikan sebagai pusat kegiatan berskala internasional. Universitas Sunan Gresik saat ini telah memiliki enam fakultas dari 37 program studi, serta terus berkembang dengan rencana pembukaan fakultas kedokteran yang didukung fasilitas rumah sakit.
“Alhamdulillah, tahun lalu saya mendirikan Universitas Sunan Gresik. Mohon doanya, ke depan akan dibuka fakultas kedokteran. Rumah sakitnya juga sudah kami siapkan,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kampus tersebut juga memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak perguruan tinggi lain di Indonesia, yakni program studi rekayasa pemeliharaan pesawat udara yang telah menjalin kerja sama langsung dengan maskapai penerbangan.
“Salah satu jurusan di kampus ini bahkan tidak ada di kampus lain, termasuk UGM, yaitu rekayasa pemeliharaan pesawat udara yang bekerja sama dengan Lion Air,” ungkapnya.
Sebagai putra daerah Bawean, Jazilul mengaku bangga dapat menghadirkan institusi pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga membuka akses luas bagi masyarakat, khususnya warga Bawean. Ia bahkan menyiapkan 100 beasiswa khusus bagi putra-putri Bawean yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
“Saya siapkan 100 beasiswa bagi warga Bawean yang ingin kuliah. Ini bentuk komitmen agar SDM Bawean semakin maju,” katanya.
Dalam konteks HBH Bawean Internasional, Jazilul melihat kegiatan ini tidak sekadar ajang silaturahmi tahunan, melainkan sarana penting untuk menjaga kohesi sosial diaspora sekaligus membangun kontribusi nyata bagi kampung halaman. Ia menegaskan akan terus mendukung keberlangsungan HBH agar tetap menjadi perekat hubungan warga Bawean di seluruh dunia.
"Saya akan support kegiatan HBH ini untuk seluruh masyarakat, terutama yang jauh, agar silaturahmi tetap terjaga. Ini penting untuk mempererat hubungan warga Bawean,” tandasnya.
Editor : Amal