PLN Bangun Sistem Keamanan Sosial Listrik dari Desa, FKPM Jadi Benteng Awal Lindungi Objek Vital

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
PLN menggelar kegiatan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) yang digelar di Desa Arjowilangun. (Humas PLN UIT JBM)
PLN menggelar kegiatan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) yang digelar di Desa Arjowilangun. (Humas PLN UIT JBM)

Jurnas.net – PT PLN (Persero) mulai menggeser pendekatan pengamanan kelistrikan dari sekadar teknis menjadi berbasis partisipasi masyarakat. Hal ini terlihat dalam kegiatan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) yang digelar di Desa Arjowilangun, Kamis, 16 April 2026.

Alih-alih hanya sosialisasi biasa, forum ini menjadi ruang membangun “sistem keamanan sosial” di sekitar infrastruktur listrik yang selama ini dikategorikan sebagai Objek Vital Nasional. Artinya, keberlangsungan listrik tidak hanya bergantung pada PLN, tetapi juga pada kesadaran kolektif warga.

Kegiatan ini melibatkan lintas aktor pemerintah desa, aparat kepolisian, TNI, hingga masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Arjowilangun Kuswiyanto, perwakilan Kecamatan Kalipare Heru Irawan, Kapolsek Kalipare Basuki, Bhabinsa Suciono, Danramil Kapt. CKE Bakirin, serta perwakilan PLN.

Dalam forum ini, masyarakat tidak hanya diberi pemahaman soal manfaat listrik, tetapi juga risiko yang kerap luput disadari mulai dari bahaya instalasi tidak standar hingga potensi gangguan terhadap jaringan transmisi.

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci menjaga keandalan listrik.

“Keselamatan ketenagalistrikan tidak bisa hanya dibebankan kepada PLN. Ini membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai garda terdepan,” kata Ika.

Menurutnya, masyarakat desa justru menjadi aktor paling dekat dengan infrastruktur kelistrikan, sehingga memiliki peran strategis dalam mencegah gangguan maupun kecelakaan. “Semakin tinggi pemahaman masyarakat, semakin kecil potensi gangguan. Ini soal kesadaran bersama,” katanya.

Forum ini juga membuka ruang dialog dua arah sesuatu yang jarang terjadi dalam pendekatan konvensional. Warga dapat menyampaikan persoalan langsung, mulai dari instalasi rumah tangga hingga keamanan jaringan di lingkungan mereka.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding sosialisasi satu arah, karena membangun rasa memiliki terhadap aset kelistrikan yang selama ini dianggap sepenuhnya milik negara. Di akhir kegiatan, seluruh pihak aparat, pemerintah desa, dan masyarakat menyatakan komitmen bersama untuk menjaga keamanan lingkungan dan mendukung keandalan pasokan listrik.

Lebih jauh, langkah ini menunjukkan bahwa tantangan kelistrikan ke depan tidak hanya soal pasokan energi, tetapi juga bagaimana membangun ekosistem sosial yang sadar risiko dan peduli terhadap infrastruktur. Dengan menjadikan desa sebagai titik awal, PLN tengah membangun fondasi baru listrik yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga aman secara sosial.

Berita Terbaru

Karhutla dan Krisis Tanggung Jawab Ekologis Negara

Karhutla dan Krisis Tanggung Jawab Ekologis Negara

Sabtu, 17 Okt 2026 23:23 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 23:23 WIB

Oleh: Saiq Khayran Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Nurul Jadid Di tengah ambisi pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas investasi,…

PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel dari Kursi Pelatih

PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel dari Kursi Pelatih

Sabtu, 17 Okt 2026 18:04 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 18:04 WIB

Jurnas.net – PSIM Yogyakarta mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih Jean Paul van Gastel. Keputusan tersebut menjadi langkah penting b…

Kapolri Temui Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Perkuat Komunikasi Polri dan Ulama

Kapolri Temui Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Perkuat Komunikasi Polri dan Ulama

Sabtu, 17 Okt 2026 14:29 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 14:29 WIB

Jurnas.net – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersilaturahmi dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Yayasan P…

Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Sabtu, 17 Okt 2026 07:36 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta gagal memutus tren tanpa kemenangan pada masa awal Super League 2026/2027. Teranyar, PSIM dikalahkan PSM Makassar 1-2 di Stadion…

Duka ke Amal Jariah, Muhammad Suryo Resmikan Masjid Hj Anis Syarifah

Duka ke Amal Jariah, Muhammad Suryo Resmikan Masjid Hj Anis Syarifah

Jumat, 16 Okt 2026 21:14 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 21:14 WIB

Jurnas.net – Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka hadir me…

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …