Jurnas.net - PSIM Yogyakarta hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Rabu, 22 April 2026. Meski gagal menang, PSIM berhasil memutus rentetan kekalahan dalam tiga laga berturut-turut. Tiga kekalahan sebelumnya yakni kalah 0-1 dari Dewa United (3 April), kalah 1-2 dari PSM Makassar (10 April), dan kalah 1-2 dari Bhayangkara FC (17 April).
Kedua tim memulai laga dengan agresif dan tempo cepat. PSIM tampil dominan sejak awal dengan menguasai penguasan bola. Laskar Mataram mencetak gol cepat pada menit ke-4 melalui Pulga Vidal memanfaatkan Savio Sheva.
Tak berselang cukup lama, Persija mendapat hadiah penalti pada menit 18 akibat pelanggaran Donny Warmerdam di kotak terlarang. Allano Souza yang maju sebagai berhasil mengeksekusi menjadi gol. Skor berubah menjadi 1-1.
Perija kembali mendapat penalti hasil pelanggaran Yusaku Yamadera menit 40. Emaxwell Souza yang mengambil kesempatan penalti ini gagal mengonversi menjadi gol setelah kiper PSIM, Cahya Supriadi berhasil menepis dengan baik. Skor tetap 1-1 hingga turun minum.
Pada babak kedua, Persija bermain lebih agresif dan melancarkan berbagai serangan. Pelanggaran pemain PSIM, Jop van der Avert menit 77 di kotak terlarang hampir menghasilkan penalti untuk Persija. Keputusan penalti tersebut dianulir wasit Muhammad Nazmi setelah mengecek video assistant referee (VAR).
Persija terus melancarkan berbagai serangan ke lini pertahanan PSIM, tetapi tak kunjung membuahkan gol tambahan. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1 hingga 2X45 menit.
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel mengapresiasi kerja keras anak asuhnya menahan berbagai serangan Persija. Ia mengaku cukup senang timnya bisa mendapatkan satu poin melawan Persija Jakarta.
"Mereka (Persija) adalah tim besar yang bersaing memperebutkan gelar juara. Saya juga lega bisa mengakhiri tren negatif kami sebelumnya, sehingga tim memiliki sedikit momentum untuk kembali mendulang poin," ujarnya.
Van Gastel menyatakan mendapatkan hasil imbang menjadi hal realistis menghadapi Persija. Selain laga berintensitas tinggi, Persija bermain lebih mengontrol.
Jadi sangat penting bagi kami untuk mengamankan poin tersebut. Kami bertahan dengan lebih agresif pada babak kedua. Hal tersebut sesuai keinginan dan instruksi saya di ruang ganti saat turun minum bahwa kami harus menunjukkan lebih banyak tekad untuk bertahan," ucapnya.
Editor : A. Mustaqim