Banyuwangi Siapkan Konsultasi Kesehatan Gratis 24 Jam via WhatsApp, Warga Tak Perlu Antre ke Puskesmas

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Executive Director of Product and Tech Noora Health Global, Anubhav Arora, saat pemaparan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Executive Director of Product and Tech Noora Health Global, Anubhav Arora, saat pemaparan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mempercepat transformasi layanan kesehatan berbasis digital. Terobosan terbaru yang tengah disiapkan adalah layanan konsultasi kesehatan daring selama 24 jam yang memungkinkan warga berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan hanya melalui aplikasi WhatsApp.

Layanan tersebut dikembangkan bersama Noora Health, organisasi nonpemerintah internasional yang fokus memperkuat sistem pelayanan kesehatan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan tenaga kesehatan. Nantinya, layanan ini akan terintegrasi dalam platform bernama Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi (Oasis Wangi), yang dirancang untuk memberikan akses kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan merata bagi seluruh masyarakat.

Progress pengembangan platform tersebut dipaparkan Executive Director of Product and Tech Noora Health Global, Anubhav Arora, kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata, Jumat (20/6/2026).

Anubhav menjelaskan, Oasis Wangi akan menjadi jembatan komunikasi langsung antara masyarakat dan tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas. Warga dapat berkonsultasi mengenai berbagai persoalan kesehatan, mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Keunggulan utama layanan ini adalah kemudahannya. Masyarakat tidak perlu mengunduh aplikasi baru karena seluruh layanan telekonsultasi akan berjalan melalui WhatsApp dan dapat diakses secara gratis. “Pertanyaan warga seputar kesehatan yang dikirim melalui WhatsApp akan langsung direspons oleh tenaga kesehatan. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh informasi dan arahan medis secara cepat tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan,” kata Anubhav.

Melalui sistem tersebut, tenaga kesehatan akan memberikan rekomendasi sesuai kondisi pasien, mulai dari edukasi kesehatan, langkah-langkah pencegahan, perawatan mandiri di rumah, hingga rekomendasi untuk segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit apabila diperlukan. “Tenaga kesehatan akan membantu menentukan apakah kondisi yang dialami cukup ditangani secara mandiri di rumah atau memerlukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya, layanan telekonsultasi menjadi langkah penting untuk membangun budaya pencegahan penyakit sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan. Selama ini, tidak sedikit masyarakat yang baru datang ke fasilitas kesehatan saat kondisi penyakit sudah cukup parah. Kehadiran layanan konsultasi sejak dini diharapkan dapat mengubah pola tersebut.

“Warga bisa memanfaatkan layanan ini bahkan sebelum sakit. Misalnya untuk konsultasi kehamilan, tumbuh kembang anak, atau menanyakan penanganan yang tepat bagi anggota keluarga yang menderita hipertensi, diabetes, maupun penyakit jantung,” ujar Ipuk.

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci penting dalam menekan risiko komplikasi penyakit, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperpanjang usia harapan hidup warga Banyuwangi. “Harapan kami, masyarakat semakin sehat karena risiko penyakit dapat ditekan sejak awal. Dalam kondisi kegawatdaruratan pun, penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan pihaknya bersama Noora Health masih terus mematangkan sistem sebelum layanan diluncurkan secara luas. Para tenaga kesehatan yang akan bertugas telah mengikuti serangkaian pelatihan dan workshop agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif kepada masyarakat.

“Para tenaga kesehatan telah dibekali pelatihan terlebih dahulu agar siap menjalankan sistem ini dan memberikan pelayanan terbaik kepada warga,” kata Amir.

Pada tahap awal, layanan Oasis Wangi akan diuji coba pada akhir Juni 2026 di tiga wilayah puskesmas, yakni Puskesmas Bajulmati di Kecamatan Wongsorejo, Puskesmas Mojopanggung di Kecamatan Banyuwangi, dan Puskesmas Kabat. Pemerintah daerah menargetkan layanan tersebut dapat diperluas secara bertahap hingga menjangkau seluruh masyarakat Banyuwangi pada akhir 2026 atau awal 2027.

Sebelumnya, Noora Health juga telah menjalankan Program Pendamping Perawatan (Care Companion Program/CCP) di Banyuwangi sejak 2025. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan yang lebih modern, inklusif, dan mudah diakses oleh masyarakat. Melalui Oasis Wangi, Banyuwangi tidak hanya menghadirkan inovasi digital, tetapi juga membangun paradigma baru pelayanan kesehatan yang lebih proaktif, preventif, dan dekat dengan kebutuhan warga.

Berita Terbaru

KAHMI Jatim Gelar Charity Golf, Ratusan Peserta dari Beragam Kalangan Ikut Meriahkan Muswil VI

KAHMI Jatim Gelar Charity Golf, Ratusan Peserta dari Beragam Kalangan Ikut Meriahkan Muswil VI

Sabtu, 19 Sep 2026 18:46 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 18:46 WIB

Jurnas.net – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur mencoba menghadirkan warna baru dalam rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) VI. Untuk p…

17 Madrasah di Jepara Digelontor Banpres Rp17 Miliar

17 Madrasah di Jepara Digelontor Banpres Rp17 Miliar

Jumat, 18 Sep 2026 17:35 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:35 WIB

Jurnas.net -  Sebanyak 17 madrasah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, disasar progam revitalisasi bantuan presiden (Banpres) Prabowo Subianto. Tiap madrasah …

Lomba Kampung Pancasila Dimulai, Eri Cahyadi: Surabaya Maju karena Gotong Royong Warga

Lomba Kampung Pancasila Dimulai, Eri Cahyadi: Surabaya Maju karena Gotong Royong Warga

Jumat, 18 Sep 2026 15:37 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 15:37 WIB

Jurnas.net — Ribuan warga memenuhi Balai Kota Surabaya, Kamis (17/9/2026) malam. Gemuruh tabuhan kentongan yang dipimpin Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama …

Wali Kota Dumai Kunjungi SIER, Jajaki Kerja Sama Logistik dan Pengembangan Industri

Wali Kota Dumai Kunjungi SIER, Jajaki Kerja Sama Logistik dan Pengembangan Industri

Jumat, 18 Sep 2026 14:10 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Kota Dumai menjajaki peluang kerja sama dengan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), khususnya di sektor logistik, pergudangan, …

Jaga Pasokan Listrik Industri, PLN Perkuat Sistem Proteksi SUTT Petrokimia–Segoromadu

Jaga Pasokan Listrik Industri, PLN Perkuat Sistem Proteksi SUTT Petrokimia–Segoromadu

Kamis, 17 Sep 2026 18:19 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 18:19 WIB

Jurnas.net — Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 dimaknai PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dengan memperkuat keandalan sistem t…

Dies Natalis KOHATI: Merefleksi Kembali Peran Perempuan dari Masa ke Masa

Dies Natalis KOHATI: Merefleksi Kembali Peran Perempuan dari Masa ke Masa

Kamis, 17 Sep 2026 17:08 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:08 WIB

Oleh: Heni Ratnawati, M.Pt.  Wakil Sekretaris Bidang Kajian dan Advokasi KOHATI PB HMI - (2024-2026)   Setiap 17 September, Korp HMI-Wati (KOHATI) m…