Kandang Babi di Kawasan Ampel Surabaya Resmi Dipindah ke Banjarsugihan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Rumah Potong Hewan (RPH) khusus babi di Banjarsugihan, Kecamatan Tandes, usai diresmikan. (Dok: Humas Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Rumah Potong Hewan (RPH) khusus babi di Banjarsugihan, Kecamatan Tandes, usai diresmikan. (Dok: Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meresmikan Rumah Potong Hewan (RPH) khusus babi di Banjarsugihan, Kecamatan Tandes, Jumat, 24 Februari 2024. RPH khusus babi Banjarsugihan tersebut, merupakan relokasi dari Pegirian, Semampir, kawasan wisata religi Ampel Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku bersyukur, RPH khusus babi bisa dipindahkan dari kawasan Pegirian, Kecamatan Semampir. Ia berharap, dengan dipindahnya RPH ke Banjarsugihan, omzet Perusahaan Daerah (PD) RPH Surabaya semakin meningkat.

"Karena empat hari kita melakukan pemotongan dalam seminggu itu, per harinya 200 lebih. Dengan harapan ketika itu dipindahkan ke Banjarsugihan bisa lebih dari itu, karena tempatnya lebih besar dan nyaman," kata Wali Kota Eri Cahyadi usai acara peresmian.

Menurut dia, RPH khusus babi di Banjarsugihan tempatnya lebih representatif dan nyaman. Lebih dari itu, lokasinya juga tidak seperti di Pegirian yang berdekatan dengan kawasan religi Sunan Ampel.

"Sehingga harapan pemkot dengan berdirinya RPH di Banjarsugihan ini, maka omzet dari RPH terkait semuanya itu akan bisa naik, terutama untuk (pemotongan) babi yang sudah dipindahkan," ujarnya.

Baca Juga : Pemkot Mulai Lakukan Penataan Wisata Kota Tua Eropa di Surabaya

Selain rumah potong khusus babi, Wali Kota Eri mengungkapkan bahwa pihaknya juga berencana memindahkan RPH Pegirian. Rencananya, pemotongan sapi di Pegirian itu dipindahkan ke kawasan Tambak Osowilangun Surabaya.

"Insyaallah di bulan September, kita juga akan memindahkan terkait dengan pemotongan sapi di tempat baru, yaitu di Tambak Osowilangun. Dengan dua tempat berbeda itu, maka saya berharapnya (omzet) bisa naik," katanya.

Eri berharap, keberadaan RPH khusus babi di Banjarsugihan bisa berdampak terhadap meningkatnya ekonomi warga sekitar. Bahkan, ia secara khusus telah meminta manajemen PD RPH Surabaya untuk melibatkan warga setempat.

"Sudah ada sekitar tujuh warga bekerja di sini, sehingga terus akan bertambah ketika jumlah babinya juga bertambah. Karena semakin banyak yang dipotong, semakin banyak kita membutuhkan tenaga. Nantinya tenaga itu kita fokuskan di warga sekitar," jelasnya.

Selain RPH khusus babi, di tempat dan lokasi yang sama, Wali Kota Eri sekaligus meresmikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Saat ini TPS 3R Banjarsugihan mampu mengolah 3 ton sampah per hari. Namun ke depan ditargetkan dapat mengolah sampah hingga 10 ton per hari seperti di TPS 3R Jambangan.

Sementara itu, Direktur Utama PD RPH Kota Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho menyatakan bahwa setelah RPH khusus babi direlokasi dari Pegirian ke Banjarsugihan, pihaknya langsung melakukan uji coba pemotongan.

"Jadi kami sudah menetapkan masa uji coba, mulai hari Senin pekan lalu, sampai dengan Sabtu ini. Karena ini evaluasi kami sudah berjalan dengan normal, berjalan baik, adaptasi peralatan atau lainnya itu normal, karena proses penyesuaian," kata Fajar.

Baca Juga : Eri Cahyadi Kewalahan Tuntaskan Banjir di 245 Titik di Surabaya

Ia juga menjelaskan bahwa setiap malam, RPH khusus babi Banjarsugihan melakukan pemotongan sekitar 200 ekor. Pemotongan babi di RPH Banjarsugihan dilakukan seminggu empat kali. "Per hari itu sekitar 200an per malam. Karena ini sekarang motongnya masih seminggu empat hari, maka jumlahnya seperti itu," ujarnya.

Akan tetapi, Fajar memastikan akan terus berupaya untuk menambah kuantitas pemotongan babi di RPH Banjarsugihan. Meski, kata dia, peralatan potong di RPH Banjarsugihan masih menggunakan alat tradisional.

"Tantangan dari Pak Wali, kalau bisa per malam potong 500 (ekor), maka akan ada modernisasi peralatan alat potongnya. Kita kan sementara masih tradisional, masih sama dengan Pegirian. Jadi tempatnya baru, tapi peralatan masih lama," katanya.

Selain itu, Fajar menyebut, RPH khusus babi Banjarsugihan telah dilengkapi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dengan teknologi baru dan sangat representatif. Hal ini berbeda dengan di Pegirian yang masih dinilainya terbatas.

"Yang sekarang besar, kalau Pegirian sangat terbatas. Ini harapannya Pak Wali, kalau IPAL gede (besar), pemotongan meningkat, kita tidak akan repot lagi," pungkasnya.

Berita Terbaru

RSUD Kartini Jepara Disasar Revitalisasi Pemerintah Pusat

RSUD Kartini Jepara Disasar Revitalisasi Pemerintah Pusat

Selasa, 13 Okt 2026 17:34 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 17:34 WIB

Jurnas.net -  Pemerintah pusat merencanakan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia. RSUD RA Kartini Jepara menjadi salah satu …

Gus Lilur Laporkan Dugaan Suap Muktamar NU ke KPK, Sebut Nama Nusron Wahid dan Gus Ipul

Gus Lilur Laporkan Dugaan Suap Muktamar NU ke KPK, Sebut Nama Nusron Wahid dan Gus Ipul

Selasa, 13 Okt 2026 13:38 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 13:38 WIB

Jurnas.net – Kiai kampung asal Situbondo, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait jual beli suara d…

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Oleh: Ahmad Ajib Ridlwan Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, serta Guru Besar Bidang Kewirausahaan Sosial Islam FEB Unesa Sekitar pukul…

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…