Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten Gresik mengemas strategi berbeda dalam meningkatkan kepatuhan pajak daerah. Tak sekadar memberi penghargaan, Pemkab menekankan transparansi melalui perluasan teknologi tapping box serta pengawasan real time, sebuah langkah yang mulai jarang disentuh pemerintah daerah lain.
Apresiasi untuk wajib pajak kembali digelar di Kafe Koromi, Selasa, 8 Desember 2025, sebagai bagian dari periode kedua program penghargaan bagi pembayar PKB, BBNKB, dan PBJT makanan-minuman. Program serupa sebelumnya telah digelar pada Juli 2025.
Baca juga: Pemugaran Terancam Gagal Total, Material Asli Cagar Budaya Kantor Pos Gresik Hilang
Dalam acara ini, masyarakat yang rutin memenuhi kewajiban pajaknya berkesempatan mendapatkan beragam hadiah, mulai dari televisi hingga paket umrah. Namun, menurut Pemkab Gresik, reward bukan inti kegiatan ini—melainkan cara menegaskan bahwa transparansi pajak adalah kunci pemerataan pembangunan.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sebagai acara simbolis, tetapi bentuk nyata penghormatan kepada warga yang konsisten membayar pajak dan berkontribusi pada pembangunan daerah.
“Acara ini merupakan apresiasi kepada masyarakat yang sudah berkontribusi membangun daerah melalui membayar pajak kendaraan secara rutin, BBNKB, serta pajak restoran,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini memperkuat kesadaran kolektif warga bahwa pajak daerah berbanding lurus dengan peningkatan layanan publik, pembangunan infrastruktur, serta kualitas hidup masyarakat. "Saya berharap ini memberi spirit dan motivasi bagi pelaku usaha, pemilik kendaraan, dan seluruh masyarakat Gresik untuk semakin taat dan tepat waktu,” katanya.
Kinerja pendapatan daerah Gresik sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Hingga 9 November, realisasi pajak daerah mencapai Rp957,04 miliar atau 87,15 persen dari target Rp1,09 triliun. Beberapa sektor seperti Opsen PKB dan Opsen BBNKB bahkan melampaui 100 persen.
Baca juga: Bangunan Sejarah di Gresik Dirusak Terang - Terangan, UU Cagar Budaya Dipertaruhkan
Untuk PBJT, dari target Rp335,2 miliar, capaian mencapai Rp306,73 miliar atau 91,51 persen. Khusus PBJT makanan dan minuman, penerimaan tercatat telah menembus 100 persen.
Bupati Yani juga memberi apresiasi kepada BPPKAD yang mampu menjaga konsistensi kinerja, dan memastikan strategi baru akan disiapkan agar capaian pajak tetap stabil hingga akhir tahun.
Tapping Box Jadi Senjata Andalan Transparansi
Kepala BPPKAD Gresik, Andhy Hendro Wijaya, menegaskan bahwa program apresiasi wajib pajak bukan hanya tentang reward, tetapi menciptakan kultur kepatuhan sekaligus teladan bagi wajib pajak lainnya.
Ia menjelaskan bahwa teknologi tapping box menjadi elemen penting dalam akurasi pencatatan PBJT, terutama di restoran dan tempat usaha makanan-minuman. Saat ini terdapat 173 unit tapping box terpasang, dengan distribusi 142 di restoran, 15 di lokasi parkir, 9 di hotel, dan 6 di tempat hiburan.
Baca juga: Cagar Budaya Sudah Dihancurkan, Pemkab Gresik Dinilai Lamban Ambil Langkah Hukum
Tahun ini akan ditambah 30 unit baru. Dengan pengawasan real time melalui dashboard digital, perangkat ini diyakini akan terus mendongkrak penerimaan PBJT, yang menjadi salah satu tulang punggung PAD Gresik.
Andhy menyebut sisa waktu hingga 31 Desember akan dimaksimalkan dengan ekstensifikasi wajib pajak baru, karena potensi basis pajak Gresik masih sangat besar dan belum tergarap sepenuhnya.
Pada periode kedua ini, Pemkab Gresik menyediakan hadiah undian berupa 14 unit televisi, 4 sepeda motor, dan 10 paket umrah. Seluruh pengundian dilakukan secara real time dan disiarkan melalui YouTube resmi Pemkab Gresik untuk memastikan transparansi publik.
Editor : Andi Setiawan