Jurnas.net - Kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Takengon, Aceh, tak hanya membawa pesan kehadiran negara bagi warga terdampak bencana, tetapi juga meninggalkan momen kemanusiaan yang menggetarkan hati.
Usai meninjau posko pengungsian, Prabowo menyempatkan diri menyapa sekaligus berpamitan kepada warga. Berdiri di atas kendaraan kepresidenan dengan atap terbuka, Prabowo melambaikan tangan kepada masyarakat yang memadati sisi jalan, Jumat, 12 Desember 2025.
Baca juga: Seragam Pinjam dan Sepatu Hanyut: Kisah Haru Siswa Aceh Tamiang Saat Kembali Masuk Sekolah
Di tengah kerumunan, perhatian Presiden tertuju pada seorang balita yang digendong ibunya. Sang ibu tampak berusaha mendekat, berharap putra kecilnya bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di Indonesia. Harapan itu pun terwujud.
Prabowo turun mendekat dan menggendong balita bernama Zayn. Dengan ekspresi hangat, ia mengecup kepala sang anak dan mendekatkan pipinya, menciptakan suasana penuh keharuan. Warga yang menyaksikan langsung momen itu sontak terdiam, sebagian tampak menahan haru.
Bagi orang tua Zayn, peristiwa tersebut menjadi kenangan yang tak ternilai. Putra kecil mereka digendong langsung oleh Presiden Republik Indonesia—sebuah momen langka yang akan dikenang sepanjang hayat.
Baca juga: Demi Anak Bisa Sekolah Lagi, TNI Percepat Bersihkan Ratusan Sekolah Pascabencana Aceh
Sebagai ungkapan syukur, sang ibu mengabadikan detik-detik tersebut dan membagikannya melalui akun Instagram @zayn.oase. Unggahan itu pun cepat menyebar dan menuai respons hangat dari warganet.
“Bpk jadi nangis saya melihatnya, semoga sehat-sehat semuanya,” tulis akun @roby_sundawa.
Baca juga: Dari Kampus ke Lumpur Bencana, Ribuan Praja IPDN Diterjunkan untuk Pemulihan Layanan Publik di Aceh
“Smpe merindingš„¹ yg hatinya baik pasti bisa merasakan ketulusan beliau. Sehat selalu Bapak Presiden Prabowo, sukses memimpin negeri ini,” tulis akun @wongapik8.
Kehadiran Prabowo di Takengon bukan sekadar agenda kenegaraan atau simbol bantuan pemerintah, tetapi juga meninggalkan jejak kemanusiaan melalui gestur sederhana—yang justru terasa paling bermakna bagi warga di tengah masa sulit.
Editor : Prabu Narashan