PLN UIT JBM Gelar Posyandu Disabilitas untuk Anak Kurang Mampu di Malang

Reporter : Insani
PLN UIT JBM bersama Srikandi PLN menggelar Posyandu Disabilitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di kawasan Sawojajar, Kota Malang. (Humas PLN UIT JBM)

Jurnas.net - Menyambut bulan suci Ramadan, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperluas makna pengabdian tak hanya lewat keandalan listrik, tetapi juga melalui penguatan layanan kesehatan inklusif bagi anak penyandang disabilitas.

Bersama Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang dan didukung Yayasan Bersama Anak Bangsa, PLN menggelar kegiatan Posyandu Disabilitas di Sekretariat LKS Anak Bangsa, kawasan Sawojajar, Kota Malang, Kamis, 19 Februari 2026.

Baca juga: Diterjang Hujan dan Puting Beliung, PLN UIT JBM Gerak Cepat Pulihkan Transmisi Surabaya

Kegiatan ini diikuti anak-anak penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu. Mereka mendapatkan layanan kesehatan komprehensif mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, terapi tumbuh kembang, hingga konsultasi psikologi.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIT JBM yang telah disalurkan pada 2025 kepada Yayasan Bersama Anak Bangsa. Bantuan tersebut berupa pelatihan kader dan perlengkapan posyandu disabilitas.

Melalui dukungan ini, layanan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dirancang berjalan berkelanjutan. Kader terlatih, tenaga kesehatan, relawan, serta orang tua kini bersinergi memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.

Baca juga: PLN Tanamkan Literasi Listrik dan Motivasi Masa Depan di SMAN 1 Probolinggo

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi nyata PLN dalam menghadirkan ruang yang setara bagi seluruh anak. “Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi PLN UIT JBM, Srikandi PLN, dan masyarakat dalam menghadirkan layanan kesehatan yang ramah dan inklusif. Inklusi adalah tentang menghadirkan ruang yang setara, di mana setiap anak dapat tumbuh dengan dukungan, kesempatan, dan harapan yang sama,” ujarnya.

Menurut Ika, Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperkuat nilai kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan PLN dengan masyarakat di wilayah kerja Jawa Timur dan Bali. Di tengah komitmen menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan, PLN UIT JBM juga terus menghadirkan program sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar.

Baca juga: Ubah Bantaran Sungai Jadi Eduwisata Iklim, PLN UIT JBM Raih Dua Penghargaan Nasional

Melalui Posyandu Disabilitas ini, PLN ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan energi, tetapi juga tentang kualitas hidup dan kesetaraan akses layanan bagi kelompok rentan.

Langkah ini sekaligus mempertegas peran PLN sebagai BUMN yang tak hanya menerangi ruang-ruang fisik, tetapi juga menghadirkan harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih dalam proses tumbuh kembangnya.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru