Menjadikan Sajian Tradisional Naik Level

author A. Mustaqim

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nasi tumpeng, salah satu menu yang jadi challenge di Jogja Good & Baverage Expo di Jogja Expo Centre (JEC) Yogyakarta.
Nasi tumpeng, salah satu menu yang jadi challenge di Jogja Good & Baverage Expo di Jogja Expo Centre (JEC) Yogyakarta.

Jurnas.net - Makanan tradisional selama ini hanya dipandang sebelah mata. Meski masih ada pihak yang menggemarinya, namun hanya pada kalangan tertentu yang tertarik. 

Gelaran Jogja Good & Baverage Expo di Jogja Expo Centre (JEC) Yogyakarta yang dibuka pada Rabu, 8 April 2026, akan jadi ajang upaya mengangkat level makanan tradisional. Puluhan chef bakal diadu untuk berkreasi membuat makanan tradisional lebih menarik. 

"Makanan tradisional yang biasanya hanya di pasar, bagaimana caranya bisa sampai di restoran atau hotel," kata  Perwakilan Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia, Rafael Basanto di JEC dalam pembukaan Jogja Good & Baverage Expo. 

Rafael menuturkan ada sebanyak 98 chef dari latar belakang pelajar hingga juru masak menjadi bagian dalam ajang itu. Jumlah terserta tersebut meningkat disbanding kegiatan serupa tahun lalu yang hanya sebanyak 50. 

Deretan menu tradisional yang dilombakan di antaranya nasi tumpeng, mi godog Jawa, hingga berbagai jajaran pasar. Rafael menantang para juru masak mampu mengangkat level makanan tradisional hingga jadi pilihan para generasi muda. 

"Ini kami jadikan challenge, dan ternyata antusiasnya luar biasa. Kami ingin membuktikan bahwa mie godog tidak hanya ada di kaki lima, tapi bisa masuk ke hotel berbintang dengan presentasi yang menarik tanpa menghilangkan cita rasa asli," kata Rafael. 

Para juru masak akan ditentukan isian atau kodimen dalam setiap menu yang disajikan. Misalnya nasi tumpeng, harus disertai tempe dan tahu bacem, serta opor ayam. Kondimen tersebut sebagai pembeda dari tumpeng-tumpeng pada umumnya di luar Yogyakarta.

Sementara, masakan jajanan ditantang untuk dibuat lebih modern. Catatannya, masakan jajanan pasar tampilannya harus diubah lebih menarik, seperti bubur sumsum, kue mandi, maupun klepon. Pasalnya, kata dia, generasi Z saat ini lebih tertarik dengan makanan jenis roti atau camilan kekinian yang beredar di media sosial. 

"Bentuk mungkin berubah tapi saat dimakan orang akan mengenang rasa autentiknya. Ini soal legacy. Kami ingin menjaga budaya kuliner agar tetap relevan dan tidak ditinggalkan oleh generasi penerus," ucapnya. 

CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim menambahkan agen demikian rencananya tak hanya diselenggarakan di Yogyakarta. Ia menyebut daerah yang jadi target berikutnya yakni Surabaya, Bali, dan berakhir di Jakarta. 

"Tahun lalu kami angkat masakan Kersanan Dalem. Kali ini kita angkat Mi Godog Jawa bersama para chef. Selain itu ada lomba jajan pasar, tumpeng, hingga nasi goreng," jelasnya.

Berita Terbaru

Surabaya Printing Expo 2026 Resmi Dibuka, Industri Percetakan Bidik Transformasi Digital dan Pasar Baru

Surabaya Printing Expo 2026 Resmi Dibuka, Industri Percetakan Bidik Transformasi Digital dan Pasar Baru

Rabu, 08 Jul 2026 17:42 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 17:42 WIB

Jurnas.net – Industri percetakan dan grafika kembali mendapat panggung melalui penyelenggaraan Surabaya Printing Expo (SPE) 2026. Memasuki penyelenggaraan k…

SIER Perkuat Kampung Iklim Nasional, Bantu Dropbox dan Komposter ke 12 Kelurahan di Surabaya

SIER Perkuat Kampung Iklim Nasional, Bantu Dropbox dan Komposter ke 12 Kelurahan di Surabaya

Rabu, 08 Jul 2026 15:37 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 15:37 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), anggota Holding BUMN Danareksa, memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan m…

Viral Soal Biaya Warga Pindahan, Pemkot Surabaya Tegaskan Layanan Adminduk Gratis dan Iuran Lingkungan Tak Wajib

Viral Soal Biaya Warga Pindahan, Pemkot Surabaya Tegaskan Layanan Adminduk Gratis dan Iuran Lingkungan Tak Wajib

Rabu, 08 Jul 2026 14:29 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 14:29 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan seluruh layanan administrasi kependudukan (adminduk), termasuk pengurusan perpindahan penduduk, d…

Di Balik WTP ke-14, PKS Bongkar 'Rapor Merah' Pemkot Surabaya: Dividen BUMD Anjlok hingga Serapan Rendah

Di Balik WTP ke-14, PKS Bongkar 'Rapor Merah' Pemkot Surabaya: Dividen BUMD Anjlok hingga Serapan Rendah

Rabu, 08 Jul 2026 13:36 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 13:36 WIB

Jurnas.net – Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 14 t…

7.380 Siswa SMA/SMK di Surabaya Terima Bantuan Pendidikan, Penyaluran Kini Lebih Ketat

7.380 Siswa SMA/SMK di Surabaya Terima Bantuan Pendidikan, Penyaluran Kini Lebih Ketat

Rabu, 08 Jul 2026 12:24 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 12:24 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah mekanisme penyaluran bantuan pendidikan melalui Program Beasiswa Pemuda Tangguh bagi siswa SMA, SMK, M…

BEC 2026 Angkat Heroisme Perang Bayu, Sejarah Berdirinya Banyuwangi Disulap Jadi Karnaval Etnik

BEC 2026 Angkat Heroisme Perang Bayu, Sejarah Berdirinya Banyuwangi Disulap Jadi Karnaval Etnik

Rabu, 08 Jul 2026 11:17 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 11:17 WIB

Jurnas.net – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali hadir dengan konsep yang mengangkat kekayaan sejarah lokal. Digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, k…