HBH Bawean Internasional Satukan Diaspora Dunia: Jazilul Fawaid Dorong Kontribusi Nyata untuk Daerah

Reporter : Insani
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid. (Foto: Instagram/jazilulfawaid_real)

Jurnas.net - Gelaran Halal Bihalal (HBH) Bawean Internasional kembali menjadi momentum penting yang menegaskan kuatnya ikatan diaspora masyarakat Bawean di berbagai penjuru dunia. Tradisi tahunan ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga simbol sejarah panjang perantauan warga Bawean yang telah tersebar hingga ke berbagai negara di Asia dan benua lainnya.

Salah satu tokoh Bawean yang juga Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menilai HBH Bawean Internasional sebagai cermin nyata bahwa masyarakat Bawean sejak lama memiliki karakter kosmopolitan. Menurutnya, mobilitas warga Bawean ke luar negeri bukan fenomena baru, melainkan telah berlangsung turun-temurun dan membentuk jejaring sosial serta ekonomi lintas negara.

Baca juga: Juara MTQ Nasional 1985 Asal Bawean Tampil di HBH Internasional Yogyakarta, Murid Muammar ZA Inspirasi Generasi Muda

“HBH Bawean Internasional adalah tanda bahwa warga Bawean sejak lama sudah berdiaspora ke berbagai negara, tidak hanya di Asia, tetapi juga ke benua lain,” kata Jazilul, Jumat, 10 April 2026.

Ia menegaskan, bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis karena menjadi ruang pertemuan emosional sekaligus kultural bagi warga Bawean di perantauan. Dalam forum tersebut, nilai kekeluargaan kembali diteguhkan, sekaligus menjadi panggilan moral untuk tetap terhubung dengan tanah kelahiran.

“Saya sangat menghargai HBH ini sebagai forum kekeluargaan yang memanggil warga Bawean di mana pun berada untuk kembali peduli pada kampung halamannya,” ucapnya.

Menurutnya, meskipun pelaksanaan HBH tidak selalu digelar di Pulau Bawean, hal itu tidak mengurangi esensi dari kegiatan tersebut. Justru, penyelenggaraan di berbagai kota, termasuk di luar daerah asal, menunjukkan fleksibilitas sekaligus kekuatan jaringan diaspora Bawean.

Baca juga: Panitia HBH Bawean Hadirkan Cita Rasa Kampung Halaman di Yogyakarta, Koki dan Menu Khas Didatangkan dari Bawean

Ia menyoroti filosofi lokal “Kerrong apolong polong” yang menjadi ruh dari kegiatan ini. Ungkapan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas antarwarga Bawean, di mana pun mereka berada.

“Walaupun tidak dilaksanakan di Bawean, semangatnya tetap sama, yakni 'Kerrong apolong polong' bersatu, saling menguatkan, dan menjaga identitas bersama,” tegasnya.

Mantan Wakil Ketua MPR RI itu, melihat HBH Bawean Internasional memiliki potensi besar sebagai katalis pembangunan daerah. Dengan jejaring diaspora yang kuat, ia mendorong agar momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat kontribusi nyata, baik dalam bentuk investasi, pengembangan UMKM, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bawean.

Baca juga: Yahya Zaini Dorong HBH Bawean Internasional Jadi Motor Perjuangan Pembangunan dan Investasi Masa Depan

“Ini bukan sekadar reuni, tapi juga peluang strategis untuk membangun Bawean dari kekuatan diaspora. Mereka punya pengalaman, jaringan, dan sumber daya yang bisa didorong untuk kemajuan daerah,” jelasnya.

Ia berharap, ke depan HBH Bawean Internasional tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu melahirkan program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat Bawean, baik di dalam maupun luar negeri.

"Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, HBH Bawean Internasional akan tetap menjadi perekat identitas, sekaligus motor penggerak kolaborasi diaspora Bawean di kancah global," pungkas Ketua Fraksi PKB DPR RI itu.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru