3 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat di Tanah Suci, 8 Orang Masih Tertunda Berangkat

Reporter : Dadang
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net — Operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-19 musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan lancar dan tepat waktu. Namun di balik kelancaran tersebut, kabar duka datang dari Tanah Suci setelah tiga jemaah haji asal Embarkasi Surabaya dilaporkan wafat di Arab Saudi. Di saat bersamaan, delapan calon jemaah lainnya masih tertunda keberangkatannya karena faktor kesehatan dan pendampingan.

Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 9 Mei 2026, total sebanyak 25.038 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Jumlah itu setara 57 persen dari total rencana pemberangkatan sebanyak 44.080 orang yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).

Baca juga: 87 Calon Haji Embarkasi Surabaya Mutasi Keluar, Mayoritas karena Sakit dan Tunda Berangkat

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan secara umum seluruh proses operasional berjalan tertib dan terkendali, termasuk ketepatan waktu penerbangan yang mencapai 100 persen. “Seluruh 66 kloter yang telah diberangkatkan tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun perubahan jadwal,” kata Anam, Minggu, 10 Mei 2026.

Hingga 8 Mei 2026, sebanyak 24.279 jemaah dan petugas telah diterbangkan dalam 64 kloter. Kemudian pada 9 Mei 2026, terdapat tambahan 759 orang dari Kloter 65 dan 66 sehingga total kumulatif keberangkatan mencapai 25.038 orang dalam 66 kloter. Dari total jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan, sebanyak 11.606 orang merupakan laki-laki dan 13.432 lainnya perempuan.

Di tengah kelancaran operasional tersebut, PPIH Embarkasi Surabaya juga menerima laporan wafatnya tiga jemaah haji di Arab Saudi. Ketiganya adalah Kamariyah Dul Tayib dari Kloter 8 Kabupaten Pasuruan, Abd Wachid dari Kloter 7 Kabupaten Pasuruan, serta Fajar Puja Sasmita dari Kloter 11 Kota Malang.

Menurut laporan petugas kesehatan, para jemaah telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur sebelum akhirnya meninggal dunia dan dimakamkan di Arab Saudi sesuai ketentuan yang berlaku. PPIH juga terus melakukan pendampingan serta koordinasi dengan keluarga para jemaah di daerah asal.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah haji asal Embarkasi Surabaya di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap Anam.

Selain kabar duka tersebut, Embarkasi Surabaya juga masih mencatat adanya delapan calon jemaah yang belum bisa diberangkatkan. Mereka terdiri atas enam jemaah sakit dan dua pendamping yang saat ini masih berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Baca juga: Tekun Nabung Rp10 Ribu Sehari, Nenek Penjual Cilok Akhirnya Berangkat Haji

Sebagian jemaah masih menjalani observasi kesehatan, sementara lainnya menunggu ketersediaan kursi kosong agar dapat diberangkatkan pada kloter berikutnya. Dalam operasional pemberangkatan, PPIH juga mencatat adanya 99 mutasi keluar yang memengaruhi manifest penerbangan jemaah.

Mutasi tersebut terdiri atas satu jemaah sakit di daerah, 17 jemaah sakit di Rumah Sakit Haji, satu jemaah dalam kondisi hamil, sembilan pendamping jemaah, satu jemaah wafat di daerah, 25 jemaah tunda berangkat dari daerah, 24 kursi kosong karena praman kosong, dua perpindahan nomor urut, dan 19 perpindahan kloter.

Menurut Anam, mutasi keluar merupakan dinamika yang lazim terjadi dalam operasional haji dan seluruhnya diputuskan dengan mempertimbangkan keselamatan jemaah. “Faktor kesehatan menjadi prioritas utama. Semua keputusan terkait penundaan keberangkatan dilakukan demi keamanan dan keselamatan jemaah,” jelasnya.

Meski demikian, PPIH berhasil menekan jumlah kursi kosong melalui mekanisme mutasi masuk. Dari total 99 mutasi keluar, sebanyak 57 kursi berhasil diisi kembali, terdiri atas 19 jemaah dari daftar belum berkloter dan 38 jemaah hasil perpindahan dari kloter lain. Dengan mekanisme tersebut, jumlah kursi kosong atau open seat dapat ditekan menjadi 42 kursi.

Baca juga: Remaja 15 Tahun Jadi Jemaah Haji Termuda Jatim, Ikut Kloter Perdana dari Surabaya

Sementara itu, pada 10 Mei 2026 Embarkasi Surabaya dijadwalkan menerima kedatangan 1.900 calon jemaah haji dalam lima kloter yang berasal dari Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Kota Surabaya, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Sumenep.

Pada fase pertama pemberangkatan tahun ini, jemaah tertua tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 Kabupaten Malang dengan usia 98 tahun. PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan agar seluruh proses pemberangkatan jemaah berlangsung aman, nyaman, dan lancar hingga akhir operasional musim haji 2026.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh jemaah dapat berangkat ke Tanah Suci dengan aman dan khusyuk menjalankan ibadah,” pungkas Anam.

Editor : Risfil Athon

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru