Sekum MW KAHMI Jatim: Logo Muswil VI Usung Semangat Reposisi Paradigma Menuju Arah Baru Gerakan KAHMI

Reporter : Insani
Logo Muswil KAHMI Jatim VI. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur menghadirkan identitas visual yang tidak sekadar menjadi simbol kegiatan, tetapi juga merepresentasikan arah gerakan organisasi di masa depan. Logo Muswil VI KAHMI Jawa Timur dirancang dengan memadukan nilai-nilai keislaman, kearifan budaya lokal, serta semangat inovasi dan modernisasi yang menjadi ruh tema besar forum tersebut.

Mengusung tema "Reposisi Paradigma KAHMI Jatim Menuju Gerbang Baru Nusantara", logo Muswil VI menjadi representasi tekad KAHMI Jawa Timur untuk memperkuat peran strategis kader dalam menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan akar nilai keislaman dan budaya bangsa.

Baca juga: Jelang Muswil KAHMI Jatim 2026, SC Serukan Adu Gagasan dan Tolak Politik Transaksional

Sekretaris Umum Majelis Wilayah (MW) KAHMI Jawa Timur, Akhsanul Yakin, mengatakan setiap elemen yang terdapat dalam logo memiliki filosofi yang saling terhubung dan menggambarkan visi organisasi dalam menjawab tantangan masa depan.

"Logo ini bukan sekadar identitas visual Muswil VI, tetapi merupakan refleksi perjalanan, nilai, dan cita-cita besar KAHMI Jawa Timur untuk terus bertransformasi menghadapi era baru. Ada pesan spiritual, budaya, hingga semangat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kami hadirkan dalam satu kesatuan desain," kata Yakin, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurutnya, bentuk kubah dan relung pintu masjid menjadi simbol utama yang merepresentasikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi perjuangan KAHMI. Kubah melambangkan spiritualitas dan ketakwaan, sedangkan relung pintu masjid menggambarkan keterbukaan untuk terus belajar, berdialog, dan berproses dalam mengembangkan kapasitas kader.

Sementara itu, enam pilar penyangga yang menjadi bagian utama logo memiliki makna ganda. Selain merepresentasikan penyelenggaraan Muswil ke-VI, pilar tersebut juga mencerminkan kekokohan organisasi, integritas kader, serta sinergi seluruh keluarga besar KAHMI di Jawa Timur dalam membangun kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca juga: KAHMI Jatim Bidik Kehadiran Presiden Prabowo dan Tokoh Nasional pada Muswil 2026 di Trawas

Yakin menjelaskan bahwa tantangan zaman menuntut organisasi alumni untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Karena itu, unsur motif geometris digital berupa titik-titik (nodes) yang saling terhubung dimasukkan sebagai simbol inovasi, kolaborasi, dan transformasi digital.

"Elemen tersebut menunjukkan bahwa KAHMI tidak boleh tertinggal dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kader harus menjadi bagian dari solusi, menjadi pelopor inovasi, sekaligus mampu menjawab tantangan era digital," tegasnya.

Di sisi lain, identitas budaya Jawa Timur juga dihadirkan melalui selendang Tari Remo yang didesain menyatu membentuk lengkungan relung pintu masjid. Filosofi ini menggambarkan bahwa modernisasi tidak boleh memutus hubungan dengan akar budaya.

Baca juga: KAHMI Jatim Usung Semangat Gerbang Baru Nusantara, Muswil 2026 Fokus Lahirkan Gagasan Perubahan

"Selendang Tari Remo menjadi simbol bahwa kader KAHMI tetap menjunjung tinggi, menjaga, dan melestarikan kearifan lokal Jawa Timur di tengah derasnya arus globalisasi. Kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya," jelasnya.

Secara keseluruhan, lanjut Yakin, seluruh elemen tersebut membentuk sebuah gerbang, dengan logo KAHMI berada tepat di bagian tengah sebagai pusat orientasi gerakan. Gerbang tersebut menjadi simbol memasuki babak baru perjalanan organisasi, sejalan dengan tema Muswil VI yang mengusung semangat Reposisi Paradigma KAHMI Jatim Menuju Gerbang Baru Nusantara.

"Kami berharap melalui filosofi logo ini, Muswil VI KAHMI Jawa Timur tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan gagasan strategis yang memperkuat kontribusi KAHMI dalam pembangunan daerah maupun nasional. Tentu dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam, budaya, serta inovasi untuk menyongsong masa depan Indonesia," pungkasnya.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru