IDI Sarankan Coblosan Pemilu Tak Lagi Digelar Serentak

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Acara pelantikan dan sumpah dokter Fakultas Kedokteran Unusa ke-9 priode Februari 2024. (Insani/Jurnas.net)
Acara pelantikan dan sumpah dokter Fakultas Kedokteran Unusa ke-9 priode Februari 2024. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Sekretaris 3 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, Hilman Siregar, mengatakan sebaiknya coblosan ke depan dilakukan tidak secara serentak. Mengingat banyak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), yang sakit hingga meninggal dunia dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Kalau saya pribadi, sebaiknya semuanya jangan berbarengan, terutama untuk para Calon Legislatif (Caleg), itu kan cukup banyak jumlahnya, sehingga untuk menghitungnya sampai subuh," kata Hilman, saat berada di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Selasa, 27 Februari 2024.

Jika coblosan dilaksanakan dengan waktu yang berbeda atau secara sendiri-sendiri, menurutnya kerja petugas KPPS tidak akan over dan bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan seperti sakit hingga meninggal dunia.

"Saya rasa itu mungkin sudah ada komorbid, tapi saya rasa juga itu karena jam kerja yang terlalu panjang. Jadi faktor kelelahan sangat-sangat berpengaruh," katanya.

[caption id="attachment_3995" align="alignnone" width="1080"] Sekretaris 3 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, Hilman Siregar. (Insani/Jurnas.net)[/caption]

Jam kerja yang terlalu panjang, kata dia, bukan hanya berdampak buruk bagi petugas yang tua, melainkan juga yang masih muda. Oleh karena itu ia menekankan pentingnya mempertimbangkan agar coblosan ke depan tidak lagi dilakukan secara bersamaan.

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya sebelumnya telah merilis bahwa di ada sebanyak 137 petugas KPPS yang sakit dan dua meninggal dunia. Sedangkan secara luas di Jatim, KPU merinci, saat ini total ada sebanyak 80 petugas pemilu yang meninggal dunia.

Berita Terbaru

PLN Bangun Sistem Keamanan Sosial Listrik dari Desa, FKPM Jadi Benteng Awal Lindungi Objek Vital

PLN Bangun Sistem Keamanan Sosial Listrik dari Desa, FKPM Jadi Benteng Awal Lindungi Objek Vital

Senin, 20 Apr 2026 14:37 WIB

Senin, 20 Apr 2026 14:37 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) mulai menggeser pendekatan pengamanan kelistrikan dari sekadar teknis menjadi berbasis partisipasi masyarakat. Hal ini terlihat d…

Anak Buah Tersandung Pungli Tambang, Gubernur Khofifah Tunjuk Nahkoda Baru ESDM Jatim

Anak Buah Tersandung Pungli Tambang, Gubernur Khofifah Tunjuk Nahkoda Baru ESDM Jatim

Senin, 20 Apr 2026 09:04 WIB

Senin, 20 Apr 2026 09:04 WIB

Jurnas.net — Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di tubuh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur tak hanya menyeret pejabat teknis, tetapi juga …

Oknum Jaksa Tanjung Perak Diduga Begal Payudara Bawahan Dilaporkan ke Polisi

Oknum Jaksa Tanjung Perak Diduga Begal Payudara Bawahan Dilaporkan ke Polisi

Senin, 20 Apr 2026 08:20 WIB

Senin, 20 Apr 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - Dugaan pelecehan seksual di lingkungan penegak hukum kembali mencuat. Seorang staf honorer di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak melaporkan atasannya…

Pemkot Surabaya Bekukan NIK Mantan Suami Penunggak Nafkah Anak, Perkuat Perlindungan Perempuan

Pemkot Surabaya Bekukan NIK Mantan Suami Penunggak Nafkah Anak, Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 20 Apr 2026 07:01 WIB

Senin, 20 Apr 2026 07:01 WIB

Jurnas.net — Kebijakan Pemerintah Kota Surabaya menonaktifkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi mantan suami yang mangkir dari kewajiban nafkah p…

Suporter Protes Laga PSIM Lawan Persija Dipindahkan ke Bali

Suporter Protes Laga PSIM Lawan Persija Dipindahkan ke Bali

Senin, 20 Apr 2026 06:32 WIB

Senin, 20 Apr 2026 06:32 WIB

Jurnas.net - Laga antara PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta dalam lanjutan Super League 2025/2026 pada Rabu, 22 April 2026, terpaksa dipindah di luar Yogya…

Pemkot Surabaya Pasang CCTV di 179 Titik, Integrasikan Kamera Swasta untuk Keamanan Kota

Pemkot Surabaya Pasang CCTV di 179 Titik, Integrasikan Kamera Swasta untuk Keamanan Kota

Minggu, 19 Apr 2026 23:12 WIB

Minggu, 19 Apr 2026 23:12 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memilih strategi tak biasa dalam memperluas pengawasan kota bukan sekadar menambah kamera, tetapi “…