Jokowi Hanya Beri Gubernur Jatim Penerima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, usai menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden RI Joko Widodo. (Insani/Jurnas.net)
Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, usai menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden RI Joko Widodo. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, satu-satunya gubernur yang menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden RI Joko Widodo. Kata Khofifah, penghargaan itu ia persembahkan untuk warga Jatim.

"Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, dan kolaborasi semua level bersama ASN Pemprov Jatim yang kami dedikasikan untuk seluruh warga Jatim, juga untuk seluruh ASN Pemprov Jatim yang telah berjuang bersama mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah Jatim melalui Nawa Bhakti Satya yang CETTAR," kata Khofifah, Kamis, 25 April 2024.

Khofifah menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya pada seluruh warga masyarakat Jatim dan seluruh jajaran ASN Pemprov Jatim. Kata dia, penghargaan ini merupakan bukti nyata bahwa implementasi semangat kerja Cepat, Efektif/Effisien, Transparan, Tanggap, Akuntabel dan Responsef atau CETTAR dalam mewujudkan program Nawa Bhakti Satya membuahkan penyelenggaraan pemerintahan yang terbaik diantara pemda tingkat provinsi yang lain di Indonesia.

"Bahwa semangat CETTAR yang kami inisiasi sejak awal menjabat di tahun 2019 bukan sekedar slogan, melainkan menjadi ruh yang selalu ada dalam penyelenggaraan pemerintahan yang terwujud dalam program maupun layanan untuk masyarakat," katanya.

Baca Juga : Pesan Khusus Mendagri Pada Kepala Daerah Penerima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha

Sebagaimana diketahui, skor kinerja LPPD tahun 2021 sebesar 3,61. Skor tersebut diperoleh berdasarkan capaian kinerja makro yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, Tingkat Penggangguran Terbuka (TPT) dan Capaian Kinerja Urusan Pemerintahan yang terdiri dari 24 urusan wajib, delapan urusan pilihan, dan fungsi penunjang urusan yang menjadi kewenangan Provinsi Jatim.

Dalam memimpin Jatim, Nawa Bhakti Satya yang diusung Khofifah berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem sebesar 3,58 persen selama 3 tahun yakni rentang tahun 2020 - 2023. Penurunan ini bahkan melampaui rata-rata capaian nasional.

Tidak hanya itu dari segi penurunan angka TPT , Khofifah juga berhasil menurunkan angka TPT sebesar 0,25 dari tahun 2021 sebesar 5,74 persen menjadi 5,49 persen di tahun 2022. Angka itu juga terus menurun per Agustus 2023 menjadi 4,88 persen, turun 0,61 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2022.

"Dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur, alhamdulullah Jatim juga terus membaik . Hingga akhir 2023, tepatnya 1 Desember 2023, IPM Jawa Timur tercatat 74,65, meningkat 3,15 persen selama periode 2019 - 2023," ujarnya.

Baca Juga : 14 Kepala Daerah Terima Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha dan Gibran Absen

Capaian IPM 2023 Jawa Timur tersebut melampaui rata-rata nasional yang tercatat 74,39. IPM Jawa Timur juga di atas capaian IPM provinsi besar lainnya di pulau Jawa, yaitu Jawa Barat (74,24) dan Jawa Tengah (73,39). "Dengan capaian IPM Jatim ini kita semakin optimis Jatim akan mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya.

Khofifah menyatakan kesiapannya untuk kembali dan melanjutkan pembangunan mewujudkan Jawa Timur yang semakin maju dan sejahtera. "Semoga capaian kita sampai hari ini menumbuhkan optimisme bahwa Jawa Timur akan menjadi provinsi terbaik di Indonesia, berdaya saing dan kualitas hidup masyarakatnya terus meningkat. Sekali lagi terima kasih untuk seluruh masyarakat Jatim, salam cinta kami untuk panjenengan semua," pungkas Khofifah.

Berita Terbaru

Pelajar Surabaya Bawa Indonesia Juara 1 Eco-Hero Internasional, Mimpinya Tanam 1 Juta Mangrove

Pelajar Surabaya Bawa Indonesia Juara 1 Eco-Hero Internasional, Mimpinya Tanam 1 Juta Mangrove

Kamis, 20 Agu 2026 17:22 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 17:22 WIB

Jurnas.net — Aksi seorang pelajar SMP Negeri 1 Surabaya dalam memulihkan ekosistem pesisir membawa nama Indonesia ke panggung internasional. Harley Fatahillah Y…

PLN UIT JBM Gandeng Pelanggan KTT Perkuat Keandalan Listrik untuk Dukung Industri Jatim

PLN UIT JBM Gandeng Pelanggan KTT Perkuat Keandalan Listrik untuk Dukung Industri Jatim

Kamis, 20 Agu 2026 17:03 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 17:03 WIB

Jurnas.net — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat kemitraan dengan pelanggan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) u…

Jurnalis hingga Perbankan Siap Berlaga pada Piala Kemerdekaan 2026 di Pandaan, Silaturahmi Jadi Prioritas

Jurnalis hingga Perbankan Siap Berlaga pada Piala Kemerdekaan 2026 di Pandaan, Silaturahmi Jadi Prioritas

Kamis, 20 Agu 2026 16:10 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 16:10 WIB

Jurnas.net — Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan para insan pers bersama sejumlah institusi melalui olahraga. Jurnalis Dewan S…

Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri

Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri

Kamis, 20 Agu 2026 09:01 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 09:01 WIB

Oleh Didik Prasetiyono Indonesia sedang memasuki babak yang lebih menentukan dalam transisi energi. Selama beberapa tahun terakhir, banyak pembicaraan…

46 Tersangka Sindikat Love Scamming Internasional Segera Diadili di Surabaya, Ini Modusnya

46 Tersangka Sindikat Love Scamming Internasional Segera Diadili di Surabaya, Ini Modusnya

Rabu, 19 Agu 2026 19:37 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 19:37 WIB

Jurnas.net - Kasus penipuan daring bermodus asmara atau love scamming yang melibatkan sindikat kejahatan siber internasional memasuki babak baru. Penyidik…

Saatnya Indonesia Memikirkan Rumah Pasca Bencana

Saatnya Indonesia Memikirkan Rumah Pasca Bencana

Rabu, 19 Agu 2026 18:26 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 18:26 WIB

RUCANA, gagasan rumah tumbuh yang disiapkan sejak masa tanggap darurat Oleh: Ar. Akhmad Fatah Yasin, IAI (Afys) Setiap kali terjadi bencana besar, perhatian…