Kesal, Suami di Sidoarjo Bunuh Istri Pakai Tong LPG 

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polresta Sidoarjo merilis kasus pembunuhan. (Istimewa)
Polresta Sidoarjo merilis kasus pembunuhan. (Istimewa)

Jurnas.net - Seorang pria berinisial R, 58, di Kabupaten Sidoarjo, tega memukul istrinya, NZ, 55, dengan tabung elpiji (LPG) hingga meninggal dunia pada Senin, 11 Desember 2023. Pemicunya karena R kesal, lantaran kerap dimarahi oleh NZ.

"Pelaku melakukan kekerasan fisik dengan memukul kepala korban menggunakan tabung elpiji, hingga korban meninggal dunia," kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, dalam rilisnya, Jumat, 15 Desember 2023.

Kusumo menjelaskan, R sempat mengarang cerita jika istrinya NZ seolah korban perampokan. Kemudian pelaku membuat kondisi rumah berantakan, dengan mengeluarkan isi pakaian yang ada di lemari dan mengacak acak kasur kamar depan.

"Lalu pelaku memindahkan posisi korban ke ruang keluarga dengan cara di seret," katanya.

Setelah kejadian itu, kemudian R pergi ke rumah orangtuanya. R bercerita bahwa sang istri tewas karena menjadi korban perampokan. "Tak lama kemudian orang tua korban dan tetangga berdatangan melihat korban tergeletak di ruang tamu dengan bersimbah darah," katanya.

Tak cukup disitu, ketika diintrogasi, R mengaku Menjadi korban perampokan rumah. Dia juga telah kehilangan handphone dan uang Rp20 juta.

Pengakuan R, dia melakukan itu karena kerap mendapat omelan saat pulang bekerja. R diomeli karena kerap pulang cepat, NZ takut R dipecat dari pekerjaannya. Atas hal itu R kesal dan langsung memukulkan NZ dengan tabung elpiji ke kepala istrinya.

"Jadi setelah dari kamar mandi, terus keluar, saya pukul pakai elpiji. Saya khilaf, terus mata itu gelap, saya merasa bersalah," ujarnya

Atas peristiwa itu, R disangkakan dengan Pasal 44 ayat (3) UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau denda Rp45 juta. (Kul)

Berita Terbaru

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta masyarakat lebih waspada saat mencari pekerjaan melalui perusahaan penempatan pekerja rumah tangga (…

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengubah pola verifikasi data kemiskinan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Forum yang selama ini i…

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia. Skema…

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Niat mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) justru membuat seorang warga Surabaya panik. Ika Pujiarsih (25) mengaku tidak…

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - Setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, usai digelar, HRM Khalilur R Ab. S…

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Jurnas.net – Menampilkan corak postmodern dengan simbol daun kelor, Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah tidak sekadar menjadi identitas visual.  Di ba…