Miris! Pernah Di-OTT KPK: MA Angkat Lagi Eks Hakim Korupsi Jadi ASN di PN Surabaya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat (tengah), ditetapkan tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait tindak pidana korupsi berupa suap pengurusan perkara di PN Surabaya Jawa Timur tahun 2022. (Dhemas Reviyanto/ANTARA)
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat (tengah), ditetapkan tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait tindak pidana korupsi berupa suap pengurusan perkara di PN Surabaya Jawa Timur tahun 2022. (Dhemas Reviyanto/ANTARA)

Jurnas.net - Mahkamah Agung (MA) memutuskan mengangkat kembali Itong Isnaeni Hidayat, eks hakim terpidana korupsi, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Ironisnya, Itong kembali bertugas di pengadilan yang sama tempat dirinya pernah terjerat kasus hukum. Padahal, kasus Itong termasuk kategori operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Januari 2022 silam.

Humas PN Surabaya, S. Pujiono, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima Surat Keputusan (SK) dari MA mengenai pengangkatan kembali Itong.

"Saya via telepon sudah konfirmasi ke Pak Wakil Ketua PN, dan memang benar yang bersangkutan ditetapkan Mahkamah Agung menjadi PNS di PN Surabaya. Kita baru terima SK-nya,” ujar Pujiono, Selasa, 26 Agustus 2025.

Namun, Pujiono mengaku belum mengetahui kapan SK tersebut diterbitkan dan posisi jabatan apa yang akan diemban Itong nantinya. Ia juga menegaskan bahwa sejauh ini Itong belum aktif bekerja di kantor PN Surabaya.

"Saya belum lihat detail SK-nya. Masalah penempatan nanti tergantung kebijakan Ketua Pengadilan dengan melihat formasi pegawai,” ujarnya.

Baca Juga : Tiga Hakim PN Surabaya Terima Suap Kasus Ronald Tannur Dilimpahkan ke Kejagung

Jejak OTT KPK yang Menjerat Itong

Kasus suap yang menyeret nama Itong bermula dari OTT KPK pada 19 Januari 2022 di Surabaya. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Itong bersama panitera pengganti Mohammad Hamdan dan advokat Hendro Kasiono, kuasa hukum PT Soyu Giri Primedika (SGP).

Dari OTT itu, penyidik menyita uang tunai Rp140 juta sebagai bagian dari komitmen suap yang dijanjikan. Dalam dakwaan, Itong disebut menerima total suap hingga Rp450 juta untuk mengondisikan putusan perkara pembubaran PT SGP.

Pada 25 Oktober 2022, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya memvonis Itong lima tahun penjara, denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan, serta uang pengganti Rp390 juta subsider enam bulan.

Upaya banding dan peninjauan kembali yang diajukan Itong ditolak Mahkamah Agung, sehingga vonis lima tahun penjara berkekuatan hukum tetap.

Pengangkatan kembali Itong sebagai ASN di PN Surabaya memantik polemik dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas sistem peradilan Indonesia.

Langkah MA ini dinilai kontraproduktif terhadap upaya reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi. Publik mempertanyakan bagaimana seorang eks hakim terpidana korupsi bisa kembali menduduki posisi di lembaga yang sama, padahal ia pernah mencederai marwah institusi peradilan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Mahkamah Agung belum memberikan klarifikasi resmi terkait dasar pengangkatan kembali Itong sebagai ASN.

Berita Terbaru

DPRD Jatim Warning Perusahaan Jangan Akali Kuota Disabilitas dengan Dalih Kekurangan Kompetensi

DPRD Jatim Warning Perusahaan Jangan Akali Kuota Disabilitas dengan Dalih Kekurangan Kompetensi

Rabu, 17 Jun 2026 16:27 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 16:27 WIB

Jurnas.net – DPRD Jawa Timur mengingatkan kalangan dunia usaha dan dunia industri agar tidak menjadikan alasan minimnya kompetensi sebagai dalih untuk m…

Pasca Insiden Maut di Margorejo, Eri Cahyadi Hentikan Sementara Pengerukan Proyek Box Culvert

Pasca Insiden Maut di Margorejo, Eri Cahyadi Hentikan Sementara Pengerukan Proyek Box Culvert

Rabu, 17 Jun 2026 14:16 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 14:16 WIB

Jurnas.net – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil langkah tegas menyusul kecelakaan maut yang menewaskan seorang warga lanjut usia di lokasi proyek saluran …

Raline Shah Kagumi Digitalisasi Banyuwangi, Sebut Layak Jadi Contoh Nasional

Raline Shah Kagumi Digitalisasi Banyuwangi, Sebut Layak Jadi Contoh Nasional

Rabu, 17 Jun 2026 13:07 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 13:07 WIB

Jurnas.net – Kunjungan artis sekaligus Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, Raline Shah, ke Banyuwangi m…

Surabaya Marathon 2026 Kembali Digelar, Pemkot Kejar Perputaran Ekonomi dan PAD Daerah

Surabaya Marathon 2026 Kembali Digelar, Pemkot Kejar Perputaran Ekonomi dan PAD Daerah

Rabu, 17 Jun 2026 11:46 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 11:46 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur resmi menggelar kembali ajang sport t…

Hobi Merawat Ternak, Anak Buruh Serabutan Diterima Kuliah Gratis di Peternakan UGM

Hobi Merawat Ternak, Anak Buruh Serabutan Diterima Kuliah Gratis di Peternakan UGM

Rabu, 17 Jun 2026 10:00 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 10:00 WIB

Jurnas.net - Di ujung barat Yogyakarta, Ririn Dwi Nurtyani, 17 tahun, dan keluarganya hidup sederhana dengan kondisi ekonomi terbatas. Ayahnya, Sutiono, 50 tahu…

Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi

Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi

Senin, 15 Jun 2026 17:16 WIB

Senin, 15 Jun 2026 17:16 WIB

Jurnas.net — Peristiwa tragis meninggalnya seorang perempuan lanjut usia setelah kendaraan yang dikendarainya tercebur ke area proyek pembangunan gorong-gorong …