Senator Lia Istifhama Dukung Penutupan Warung Karaoke di Desa Nogosari Pandaan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Istimewa)
Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Istimewa)

Jurnas.net - Penyakit Masyarakat atau pekat bisa tumbuh di mana saja, termasuk di desa Nogosari Kecamatan Pandaan. Pekat disini adalah praktek Prostitusi berkedok karaoke dan warung kopi, dimana setiap malam dentuman musik yang keras dan bising selalu terdengar yang bersumber dari pasar desa Nogosari yang terletak di dusun Klangkung, desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Keberadaan warung karaoke itulah, yang kemudian menghebohkan warga Pasuruan dan berujung pada upaya penolakan yang dilakukan warga sejak Juli 2022 hingga berita ini diturunkan.

“Kami, masyarakat asli Klangkung Nogosari, sangat kompak menolak keberadaan warung karaoke. Ini merupakan bentuk pekat, penyakit masyarakat yang harus dibersihkan. Kami sejak Juli 2022, berhasil mengumpulkan tanda tangan penolakan sebanyak lebih 250 lebih tanda tangan termasuk dari Lembaga Pendidikan MTS Negeri yang berada di sekitar lokasi. Tanda tangan tersebut sudah dikirim kepada Kepala Desa Nogosari pada waktu itu dan juga satpol PP Kabupaten Pasuruan,” kata Abdul Rojik, salah satu warga, Jumat, 26 April 2024.

Dijelaskan olehnya, upaya penolakan sempat mengalami kebuntuan hingga berhasil digulirkan kembali setelah pergantian kepala desa.

“Upaya warga desa dalam menjaga kondusifitas moral dan agama dari potensi pekat ini, sangat tidak mudah. Baru setelah pergantian kepala desa pada akhir 2023, kami berhasil mendapat dukungan dari Kades Nogosari yang baru, untuk segera menutup dan membubarkan kegiatan kemaksiatan tersebut. Aksi kami tidak langsung dilakukan secara keras melalui Razia, melainkan sekian kali proses pertemuan dengan semua pihak, baik pemerintah, perwakilan warga, dan pemilik warung karaoke itu sendiri. Kami pun selalu memberikan kesempatan secara baik-baik, tapi mereka yang melanggar," katanya.

[caption id="attachment_4463" align="alignnone" width="1600"] Spanduk protes dari warga terkait penutupan warung karaoke. (Istimewa)[/caption]

Upaya yang dilakukan warga desa, diakuinya bukan sebagai bentuk memutus rezeki orang lain. "Masyarakat sekitar tidak keberatan apabila desanya digunakan untuk mencari rizki yang halal. Kami sangat terbuka bagi warga luar yang datang dan membuka lahan kerja halal, baik itu sebagai pelaku UMKM, PKL seperti pedagang bakso, gorengan, dan sebagainya. Warga asli tidak keberatan malah mendukung," katanya.

“Jadi yang kami tolak ini adalah pekerjaan haram yang jelas merusak moral penerus bangsa. Pekerjaan prostitusi sangat meresahkan dan merusak mental anak dan remaja. Banyak wanita nakal yang indekost di sekitar rumah warga yang membawa masuk para pelajar. Selain itu, juga pernah kejadian warga meninggal dunia akibat ditabrak orang mabuk yang habis dari tempat maksiat tersebut. Kejahatan kriminal pun meningkat pasca adanya warung karaoke,” ujarnya.

Gayung bersambut, upaya warga pun memantik reaksi dukungan dari banyak pihak. Tak terkecuali dari aktivis sosial yang kini ‘nangkring’ sebagai senator perempuan non petahana dengan raihan suara tertinggi nasional, Dr. Lia Istifhama, atau kerap disapa ning Lia.

“Saya 1000 persen mendukung dan berada bersama warga Nogosari yang tegas menjaga kultur agama dan kearifan lokal masyarakat dari berbagai potensi praktek prostitusi. Hal ini tanggung jawab kita semua, karena berkaitan moral anak bangsa. Bagaimana kita bisa membebankan harapan besar pada generasi mendatang jika kita sendiri tidak mampu menjaga situasi lingkungan yang sehat?,” ujarnya.

Ditegaskan olehnya, terlebih potret sosio histori warga yang berkultur nahdliyyin. "Kita semua harus menghargai kultur warga setempat. Dusun Klangkung Nogosari, misalnya. Mereka adalah warga dengan kultur nahdliyyin yang sangat kuat. Saya tahu karena ayahanda saya (alm. KH. Masykur Hasyim, red.) warga asli. Dan sampai sekarang pun saya masih intens berinteraksi sosial dengan keluarga disana. Masih sangat terlihat kuatnya kultur NU dan budaya agama. Jadi ini semua wajib dihormati dan jangan dicoret-coret oleh warga luar melalui aksi yang tidak sehat secara akal dan moral," katanya.

Tak lupa, ia pun mengapresiasi kekompakan warga yang terus berupaya menekan aksi prostitusi. "Saya pribadi, dan saya yakin banyak pihak juga melakukan yang sama, yaitu mengapresiasi kekompakan warga menjaga desa dan masyarakat dari berbagai aksi prostitusi. Ini bukan soal menutup rezeki orang lain, tapi ini tak lain demi menjaga moral agama, serta keamanan ketertiban warga. Karena diakui atau tidak, yang namanya pekat (penyakit masyarakat). Pasti ada efek dominonya. Terlebih, upaya warga sudah sangat persuasive kok. Tidak ujug-ujug melarang denga cara ekstrim. Dan satu hal penting, ruang mencari rezeki itu banyak kok," ujarnya.

Secara tegas dan gamblang, Doktoral UINSA itu menyebut tak ada alasan praktek prostitusi sebagai satu-satunya ladang pekerjaan.

“Saya kok sangsi sih, jika ada yang berpikir bahwa prostitusi terpaksa dilakukan karena satu-satunya ladang pekerjaan. Tidak logis sama sekali. Karena di jaman sekarang, menjadi pelaku UMKM bisa, youtuber bisa, banyak-lah lahan pekerjaan. Apalagi bagi orang yang berada di usia produktif, sehat, cantik, pinter komunikasi, tidak ada yang tidak mungkin untuk mencari rezeki halal. Tinggal ia sendiri, memilih yang halal demi keberkahan dan moralnya anak bangsa, atau memang sengaja memilih yang instan tapi ternyata hasilnya menguap hanya untuk foya-foya juga," ujarnya.

Ditambahkan olehnya, bahwa upayanya mendukung pemberantasan pekat, merupakan upaya perlindungan terhadap kehormatan perempuan.

“Saya melihat upaya pemberantasan pekat justru sebagai upaya nyata perlindungan kehormatan perempuan. Kaum perempuan ini memiliki aspek kecantikan, kecerdasan, dan kepedulian. Ada begitu banyak ruang yang bisa diisi dan diambil peran. Jangan terjebak menjadi obyek sedangkan perempuan di era emansipasi, sangat berpotensi menjadi penentu kebijakan. Karena perempuan punya skill komunikasi, jadi jangan mau direndahkan untuk menjadi obyek penderita lelaki hidung belang," jelasnya.

Sebagai informasi, keberadaan warung kopi yang menjadi atensi banyak pihak itu, berawal dari berdirinya warung kopi di pojok ruko Meiko Pandaan. Kemudian berkembang hingga puluhan sampai hampir seratus tempak maksiat yang berdiri di desa Nogosari. Padahal dusun Klangkung desa Nogosari adalah desa religious, desa asal tokoh dan Kyai besar, K.H. Masykur Hasyim yang pernah menjadi Komandan Banser NU Jatim.

Penolakan terhadap praktek prostitusi pun tak terbendung, dimana sebelum bulan Ramadhan, tepatnya pada 9 Maret 2024, dilakukan rapat pertemuan antara warga Nogosari, Pemdes (Pemerintah Desa), pemilik warung karaoke, dan forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan).

Hasilnya disepakati bahwa seluruh kegiatan kemaksiatan yang berupa prostitusi berkedok warung kopi dan karaoke di wilayah klangkung harus ditutup. Apabila ingin buat warung kopi seperti warkop giras, warga tidak keberatan dan mendukung.

Namun ternyata pada 12 Maret, warung karaoke kembali beroperasi sehingga membuat warga geram. Lalu pada 15 Maret, pertemua kembali dilakukan sekaligus peringatan terakhir.

"Yang hadir pada waktu itu warga, Pemdes, pengelola karaoke, serta Forkopimcam terkait penutupan warung karaoke. Namun kemudian diketahui warung karaoke tersebut tetap buka, dan akhirnya dilakukan swiping dan penutupan secara paksa," pungkasnya.

Berita Terbaru

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh tim gabungan kepolisian beberapa waktu lalu, terindikasi melanggar HAM…

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Ketua Umum PBNU KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang.…

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Oleh: Wakit Nurohman Advokat dan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Putusan Mahkamah Agung Nomor 742 K/TUN/2026 mengenai Surat Keterangan…

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…