Empat Calon Haji Asal Lamongan Tertunda ke Tanah Suci Karena Sakit Anemia

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekretaris Panitia Panyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Abdul Haris. (Insani/Jurnas.net)
Sekretaris Panitia Panyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Abdul Haris. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Embarkasi Surabaya mencatat ada empat jemaah calon haji (JCH) dari kloter 7 asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, batal berangkat ke Tanah Suci Mekah pada Senin, 13 Mei 2024. Mereka menunda keberangkatannya ke Mekah, karena salah satu pasangan mereka didiagnosa sakit anemia oleh tim kesehatan.

"Ada dua orang dari kloter 7 itu mengalami sakit anemia. Sehingga ada empat orang dari dua pasangan menunda keberangkatannya ke Tanah Suci, harusnya hari ini mereka terbang," kata Sekretaris Panitia Panyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Abdul Haris.

Haris mengatakan empat jemaah itu nantinya bakal diikutkan keberangkatan kloter lainnya. Ini setelah masing-masing pasangan mereka dinyatakan sehat dan secara fisik mumpuni untuk menjalankan ibadah haji.

"Mudah-mudahan yang sakit ini segera memperoleh kesembuhan, dan begitu memungkinkan menurut tim kesehatan maka kita akan gabungkan ke kloter berikutnya," katanya.

Baca Juga : 39.228 Jemaah Haji Akan Berangkat dari Embarkasi Surabaya Pada Tahun 2024 Ini

Meski ada empat orang tertunda, Haris menyebut kuota kloter 7 tetap penuh. Sebab pihak PPIH langsung melakukan rotasi pergeseran jemaah dari kloter lainnya.

"Alhamdulillah kloter 7 sudah full seat. Karena Kita langsung melakukan penggantian jemaah dengan melakukan pergeseran," tandasnya.

Hingga saat ini, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan sekitar 1.855 jemaah calon haji (JCH) ke Tanah Suci Mekah. Total mereka tergabung dalam 7 kloter yang telah terbang ke Arab Saudi.

Berita Terbaru

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memfasilitasi masyarakat untuk memperbarui data desil agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi s…

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendorong pengurangan sampah dari sumbernya dengan mengembangkan ekosistem produk guna ulang atau r…

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Jurnas.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima kawasan pegunungan di Jawa…

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Jurnas.net – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, diperkuat dengan operasi udara. Helikopter water bombing m…

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Jurnas.net — Tumpukan sampah rumah tangga selama 16 hari di Kedungdoro Gang III, RT 3/RW 11, Kelurahan Sawahan, Surabaya, akhirnya ditangani Pemerintah Kota (…

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Jurnas.net — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan komitmen partainya untuk membuka ruang politik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa m…