Penerimaan Pajak Kendaraan Hasil Pemutihan di Jatim Capai Rp328 Miliar

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi - pajak kendaraan bermotor. (Istimewa)
Ilustrasi - pajak kendaraan bermotor. (Istimewa)

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menerima total Rp328,6 miliar, hasil dari objek pajak kendaraan program pemutihan yang dimulai 15 Juli hingga 31 Agustus 2024. Total sebanyak 536.740 kendaraan di Jatim yang memafaatkan program pemutihan kendaraan bermotor tersebut.

"Program pemutihan itu melampaui target, yang dipatok sebesar Rp238,5 miliar," kata Kabid Pajak Daerah Badan Pendapatan Daerah Bapenda Jatim, Kresna Bimasakti, Senin, 9 September 2024.

Sedangkan target APBD 2024 untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp7,3 triliun, sedangkan target Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp3,168 triliun.

Sementara dalam pemutihan ini, yang memanfaatkan bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II atau BBN II sebanyak 73.403 objek dengan penerimaan Rp74,69 miliar.

Kemudian bebas sanksi dimanfaatkan 455.051 dengan penerimaan Rp227,01 miliar, lalu bebas progresif dimanfaatkan 8.286 objek dengan penerimaan Rp26,90 miliar.

Baca Juga : Pemkot Ancam Sanksi 712 Wajib Pajak di Surabaya 'Ogah' Bayar Pajak

Menurutnya, yang paling penting dalan program pemutihan ini adalah sosialisasi dari Tim Pembina Samsat Nasional tersampaikan kepada Wajib Pajak. "Tahun ini melebihi target karena masyarakat atau wajib pajak yang memanfaatkan program ini antusiasnya sangat tinggi," katanya.

Kresna mengatakan antusias masyarakat itu juga dirasakan tidak hanya dari warga Jatim, melainkan dari luar provinsi. Tercatat ada sebanyak 8.906 kendaraan luar provinsi masuk ke Jatim. "Salah satunya dari Jakarta, adapula kendaraan yang berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Total yang dari luar masuk Jatim ada 8.906," ujarnya.

Meski pemutihan berakhir, Kresna mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait ketertiban pajak di wilayahnya. Masyarakat yang masih memakai kendaraan bernopol non-Jatim, diminta segera mengurus perpindahan.

"Ini bertujuan untuk mendorong pendapatan daerah. Nah, apakah akan ada perpanjangan pemutihan lagi atau tidak, ini tergantung Kebijakan Gubernur. Kami masih menunggu bila ada perubahan," tandasnya.

Berita Terbaru

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta masyarakat lebih waspada saat mencari pekerjaan melalui perusahaan penempatan pekerja rumah tangga (…

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengubah pola verifikasi data kemiskinan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Forum yang selama ini i…

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia. Skema…

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Niat mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) justru membuat seorang warga Surabaya panik. Ika Pujiarsih (25) mengaku tidak…

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - Setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, usai digelar, HRM Khalilur R Ab. S…

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Jurnas.net – Menampilkan corak postmodern dengan simbol daun kelor, Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah tidak sekadar menjadi identitas visual.  Di ba…