Masyarakat Diimbau Waspadai Modus Penipuan Berkedok Program Pemkot Surabaya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Dok: Humas Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Dok: Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Peringatan ini disampaikan setelah belasan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya Barat menjadi korban penipuan oleh seseorang yang mengaku sebagai pegawai pemkot.

Menanggapi kejadian ini, Wali Kota Eri menegaskan bahwa pelaku tidak memiliki keterkaitan dengan Pemkot Surabaya. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku membawa program pemerintah tanpa verifikasi yang jelas.

"Saya berharap warga Surabaya lebih berhati-hati. Jika ada yang mengaku membawa program UMKM atau layanan kependudukan seperti Identitas Kependudukan Digital (IKD), pastikan terlebih dahulu bahwa mereka benar-benar petugas resmi. Jika bukan camat, lurah, atau kepala dinas, jangan langsung percaya," kata Wali Kota Eri, Sabtu, 8 Februari 2025.

Lebih lanjut, Wali Kota Eri mengungkapkan bahwa terduga pelaku berinisial BAR sebelumnya merupakan pegawai outsourcing di Pemkot Surabaya. Namun, ia telah diberhentikan sejak Juli 2024 karena permasalahan terkait pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) di Bagian Umum, Protokol, dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim).

"Arek iku (pelaku) sudah tidak bekerja di pemkot sejak lama karena masalah ATK. Jadi tidak ada hubungannya lagi dengan kami," tegasnya.

Baca Juga : Vandalisme Adili Jokowi Muncul di Surabaya dan Pelaku Sudah Ditangkap

Oleh karena itu, ia meminta warga untuk lebih berhati-hati dan selalu melakukan pengecekan ke kelurahan atau kecamatan sebelum mempercayai tawaran program yang mengatasnamakan pemkot.

"Saya selalu mengingatkan, jangan mudah percaya. Jika ada informasi seperti ini, segera tanyakan ke camat atau lurah untuk memastikan kebenarannya," tambahnya.

Pemkot Perketat Pengawasan

Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Surabaya akan memperketat pengawasan terhadap penggunaan fasilitas pemerintah dalam sosialisasi program. Wali Kota Eri menegaskan bahwa setiap kegiatan yang berlangsung di kantor kelurahan atau kecamatan harus dipastikan berasal dari program resmi pemkot.

"Ke depan, pengawasan akan kami perketat. Setiap ada kegiatan di kantor kelurahan, harus dipastikan terlebih dahulu apakah itu benar program dari pemkot atau bukan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, serta Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Dewi Soeriyawati, juga menegaskan bahwa pemkot tidak pernah memberikan bantuan dana tunai kepada pelaku UMKM.

"Kami sudah mengingatkan kelurahan, kecamatan, dan komunitas UMKM agar lebih waspada. Pemkot tidak pernah memberikan pinjaman dalam bentuk uang tunai untuk modal usaha," jelas Dewi.

Dewi menambahkan bahwa setelah melakukan pengecekan ke bagian kepegawaian, memang benar bahwa BAR pernah menjadi pegawai outsourcing di Pemkot Surabaya. Namun, ia sudah diberhentikan sejak Juli 2024, sementara kasus penipuan ini terjadi pada Oktober 2024.

"Yang jelas, dia sudah tidak bekerja di pemkot saat kasus ini terjadi," tandasnya.

Berita Terbaru

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …