Aksi Indonesia Gelap di Surabaya Tuntut Prabowo Revisi UU dan Transparansi Anggaran 

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ratusan mahasiswa di Surabaya menggelar aksi demonstrasi bertajuk 'Indonesia Gelap' di depan Gedung DPRD Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)
Ratusan mahasiswa di Surabaya menggelar aksi demonstrasi bertajuk 'Indonesia Gelap' di depan Gedung DPRD Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Ratusan mahasiswa di Surabaya menggelar aksi demonstrasi bertajuk 'Indonesia Gelap' di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Jumat, 21 Februari 2025. Massa yang tergabung dalam Aliansi Arek Gerakan Rakyat itu menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.

Para demonstran itu tampak membawa berbagai poster berisi tuntutan mereka. Dalam aksi tersebut, massa menyanyikan lagu kontroversial Bayar, Bayar, Bayar dari band Sukatani. Selain itu, mereka juga menggelar pertunjukan teaterikal dan membacakan puisi yang berisi sindiran terhadap kebijakan pemerintah.

Koordinator aksi, Thanthowy Syamsuddin, mengatakan bahwa aksi ini diikuti lebih dari 500 orang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat. Kata dia, aksi ini dilakukan karena menolak beberapa kebijakan pemerintah.

"Kami tergabung dalam Aliansi Arek Gerakan Rakyat di Surabaya, terdiri dari alumni Partai Peringatan Darurat serta berbagai kelompok sipil lainnya. Ini adalah bagian dari aksi nasional Indonesia Gelap sebagai bentuk solidaritas kami," kata Thanthowy.

Baca Juga : Demo Besar di Mapolda Jatim Tuntut Polri Usut Dugaan Korupsi Jokowi dan Keluarga

[caption id="attachment_7121" align="alignnone" width="1600"] Ratusan mahasiswa di Surabaya menggelar aksi demonstrasi bertajuk 'Indonesia Gelap' di depan Gedung DPRD Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)[/caption]

Thanthowy menyatakan massa aksi 'Indonesia Gelap' membawa sembilan tuntutan kepada pemerintah, yaitu:

1. Pengesahan RUU Masyarakat Adat

Mendesak pemerintah segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat guna melindungi hak-hak masyarakat adat atas tanah, sumber daya alam, dan budaya mereka dari eksploitasi serta perampasan.

2. Pengesahan RUU Perampasan Aset

Meminta pengesahan RUU Perampasan Aset untuk memperkuat pemberantasan korupsi dengan memastikan aset hasil kejahatan dapat disita dan dikembalikan ke negara.

3. Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT)

Menuntut perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga agar terhindar dari eksploitasi, kekerasan, serta ketidakadilan dalam hal upah dan kondisi kerja.

4. Revisi RUU TNI & Polri

Menolak perluasan kewenangan TNI dan Polri dalam urusan sipil yang dikhawatirkan dapat mengancam demokrasi serta supremasi hukum.

5. Revisi UU Minerba & Kejaksaan

Menuntut revisi UU Minerba agar lebih berpihak pada kepentingan rakyat dan lingkungan serta memastikan independensi kejaksaan dalam menangani perkara hukum.

6. Efisiensi Anggaran dan Pengurangan Kabinet Gemuk

Mengkritik pemangkasan anggaran pendidikan dan infrastruktur yang dinilai tidak seimbang dengan pembentukan kabinet yang semakin besar.

7. Transparansi Program Makan Siang Gratis

Meminta pemerintah menjamin transparansi dalam implementasi program makan siang gratis agar efektif dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik tertentu.

8. Penolakan Multifungsi TNI & Polri

Menolak keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor ekonomi serta sosial yang berpotensi menimbulkan penyalahgunaan wewenang dan mempersempit ruang sipil.

9. Transparansi Anggaran untuk IKN, MBG, dan Danantara

Menuntut keterbukaan dalam penggunaan APBN untuk proyek besar seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Danantara, agar benar-benar berdampak positif bagi masyarakat luas.

Aksi Indonesia Gelap ini menjadi salah satu bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Massa berjanji akan terus melakukan aksi hingga tuntutan mereka mendapat perhatian dari pemerintah. "Kami tak akan berhenti menggelar aksi sampai tuntutan disetujui pemerintah," pungkasnya.

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Hukum Pelaku Vandalisme, Empat Pemuda Dikerahkan Layani ODGJ di Liponsos

Pemkot Surabaya Hukum Pelaku Vandalisme, Empat Pemuda Dikerahkan Layani ODGJ di Liponsos

Selasa, 14 Apr 2026 15:43 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:43 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan sikap tegas terhadap aksi perusakan estetika kota. Empat pemuda pelaku vandalisme di kawasan Viaduk G…

ASN Anak Buah Khofifah Terancam Dipecat Usai Terbukti Selingkuh, BKD Jatim Tunggu Putusan Inkrah

ASN Anak Buah Khofifah Terancam Dipecat Usai Terbukti Selingkuh, BKD Jatim Tunggu Putusan Inkrah

Selasa, 14 Apr 2026 13:29 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:29 WIB

Jurnas.net – Skandal moral mengguncang birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Badan Pengelolaan Keuangan d…

Arkeolog Desak Pemkab Gresik Serius Lestarikan Dhurung Bawean yang Terancam Punah

Arkeolog Desak Pemkab Gresik Serius Lestarikan Dhurung Bawean yang Terancam Punah

Selasa, 14 Apr 2026 11:05 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:05 WIB

Jurnas.net - Meski telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada 2024, eksistensi Dhurung Bawean justru dinilai masih berada di ujung ancaman.…

Berburu Batik Otentik, Pusat Batik Banyuwangi Jadi Etalase Budaya dan Ekonomi Kreatif

Berburu Batik Otentik, Pusat Batik Banyuwangi Jadi Etalase Budaya dan Ekonomi Kreatif

Selasa, 14 Apr 2026 10:04 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:04 WIB

Jurnas.net – Kain batik bukan sekadar busana bagi masyarakat Banyuwangi, melainkan representasi identitas budaya yang sarat makna. Kini, akses terhadap wastra k…

PN Surabaya Paksakan Eksekusi Tanpa Inkracht, Ahli Waris Sebut Praktik Hukum di Surabaya Cacat Keadilan

PN Surabaya Paksakan Eksekusi Tanpa Inkracht, Ahli Waris Sebut Praktik Hukum di Surabaya Cacat Keadilan

Selasa, 14 Apr 2026 09:53 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 09:53 WIB

Jurnas.net - Aroma ketidakadilan menyeruak dari rencana eksekusi paksa sebuah rumah di Jalan Rungkut Asri Barat X No. 16, Surabaya, Selasa, 14 April 2016.…

Perangi Narkoba dari Hulu ke Hilir: Yahya Zaini Perkuat Edukasi, Hukum dan Pengawasan Pelabuhan

Perangi Narkoba dari Hulu ke Hilir: Yahya Zaini Perkuat Edukasi, Hukum dan Pengawasan Pelabuhan

Selasa, 14 Apr 2026 08:46 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 08:46 WIB

Jurnas.net – Ancaman peredaran narkoba di wilayah kepulauan seperti Bawean menjadi perhatian serius berbagai pihak. Tokoh Bawean yang juga Wakil Ketua Komisi I…