Warga Surabaya Diimbau Hindari Titik Kumpul Ojol Agar Tidak Terjebak Macet

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ribuan driver ojol menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Istimewa)
Ribuan driver ojol menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Istimewa)

Jurnas.net - Warga Surabaya dan sekitarnya diimbau untuk menghindari sejumlah titik strategis, agar tidak terjebak macet pada Rabu, 21 Mei 2025. Ini menyusul adanya unjuk rasa besar-besaran yang akan digelar ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jawa Timur.

"Untuk jumlah massa sekitar 6.000 an, gabungan roda dua dan roda empat," kata Ketua Dewan Presidium Frontal Jatim, Tito Ahmad, dikonfirmasi, Selasa, 20 Mei 2025.

Dalam aksi tersebut, lanjut Tito, para pengemudi ojol akan melakukan offbid atau tidak menyalakan aplikasi secara massal. "Itu benar. Teman-teman driver akan melakukan offbid atau tidak akan menyalakan aplikasi sebagai bentuk protes," katanya.

Baca Juga : Polisi Amankan Oknum Driver Ojol Pelaku Pelecehan Seksual

Aksi ini diperkirakan akan berdampak pada arus lalu lintas di beberapa lokasi utama kota Surabaya. Titik-titik yang menjadi lokasi unjuk rasa antara lain Gedung Negara Grahadi, Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim, Polda Jatim, DPRD Jatim, serta sejumlah kantor aplikator transportasi online.

Tito menyampaikan permohonan maaf atas potensi terganggunya aktivitas masyarakat akibat aksi ini. Ia menyarankan masyarakat menghindari titik kumpul ojol, agar tidak terjebak kemacetan.

"Sebaiknya hindari titik kumpul ojol, karena bakal terjadi kemacetan. Kami mohon maaf apabila selama aksi demo berlangsung akan mengganggu jalannya aktivitas dan lalu lintas masyarakat di Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya," pungkasnya.

Aksi yang diberi nama "Frontal Level 7" ini membawa lima tuntutan utama kepada para pemangku kebijakan dan aplikator, yakni:

1. Menurunkan potongan aplikasi menjadi 10 persen.

2. Menaikkan tarif pengantaran penumpang.

3. Mendorong penerbitan regulasi untuk layanan pengantaran makanan dan barang.

4. Menentukan tarif bersih yang diterima mitra driver.

5. Mendesak pemerintah segera menerbitkan Undang-Undang Transportasi Online Indonesia.

Berita Terbaru

Eri Cahyadi Minta Mal di Surabaya Tak Tinggikan Pagar, Utamakan Estetika dan Rasa Aman

Eri Cahyadi Minta Mal di Surabaya Tak Tinggikan Pagar, Utamakan Estetika dan Rasa Aman

Selasa, 04 Agu 2026 11:49 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 11:49 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkoordinasi dengan sejumlah pengelola pusat perbelanjaan agar tidak membangun pagar dengan ketinggian…

KUHAP Baru Berlaku, PT Surabaya Terapkan Sidang Elektronik untuk Perkara Pidana

KUHAP Baru Berlaku, PT Surabaya Terapkan Sidang Elektronik untuk Perkara Pidana

Selasa, 04 Agu 2026 10:44 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:44 WIB

Jurnas.net – Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya mulai menerapkan persidangan elektronik untuk perkara pidana sebagai tindak lanjut berlakunya Undang-Undang Nomor 2…

Tangis Haru Keberangkatan 156 Karyawan HS ke Tanah Suci

Tangis Haru Keberangkatan 156 Karyawan HS ke Tanah Suci

Selasa, 04 Agu 2026 08:30 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 08:30 WIB

Jurnas.net - Air mata Yoga dan Yogi, 20, tak mampu lagi dibendung menjelang keberangkatan rombongan karyawan HS Surya Group menuju Tanah Suci pada Senin pagi, 3…

SIER Bidik Investasi Baru dari Taiwan, Promosikan Kawasan Industri di Hadapan 100 Investor

SIER Bidik Investasi Baru dari Taiwan, Promosikan Kawasan Industri di Hadapan 100 Investor

Senin, 03 Agu 2026 17:22 WIB

Senin, 03 Agu 2026 17:22 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memperluas upaya menarik investasi asing dengan mempromosikan kawasan industrinya kepada sekitar 100 i…

Bupati Sleman Jamin Ramah Dunia Usaha, Termasuk Kuliner

Bupati Sleman Jamin Ramah Dunia Usaha, Termasuk Kuliner

Senin, 03 Agu 2026 17:16 WIB

Senin, 03 Agu 2026 17:16 WIB

Jurnas.net - Bupati Sleman Harda Kiswaya menjanjikan ramah dengan dunia usaha, termasuk kuliner. Pasalnya, pembukaan sektor usaha juga memberikan dampak positif…

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Jual Beli Emas dari Dalam Lapas, Kerugian Korban Tembus Rp 3,7 Miliar

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Jual Beli Emas dari Dalam Lapas, Kerugian Korban Tembus Rp 3,7 Miliar

Senin, 03 Agu 2026 16:22 WIB

Senin, 03 Agu 2026 16:22 WIB

Jurnas.net - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur membongkar sindikat penipuan daring bermodus penjualan logam mulia (emas) yang dikendalikan dari dalam…