Jurnas.net - Kasus yang menyeret nama Bos CV Sentoso Seal, Jan Hwa Diana, semakin mencuri perhatian. Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan ijazah karyawan, kini terungkap bahwa Diana juga menahan sertifikat rumah dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) milik pihak lain, yang disebut sebagai jaminan utang.
Pengacara Diana, Elok Dwi Kadja, mengungkapkan bahwa setidaknya ada satu sertifikat rumah dan dua BPKB sepeda motor yang kini berada di tangan kliennya. Menurutnya, penahanan dokumen tersebut terkait dengan adanya perjanjian utang-piutang antara Diana dan pemilik dokumen.
"Yang kami ketahui, ada satu sertifikat rumah dan dua BPKB motor. Kami menduga ini sebagai jaminan utang karena ada perjanjian sebelumnya," kata Elok, Rabu, 28 Mei 2025.
Elok mengatakan bahwa pemilik sertifikat rumah masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Diana. Sementara untuk dua BPKB motor, pihaknya belum bisa memastikan apakah milik saudara, mantan karyawan, atau pihak lain yang memiliki relasi bisnis dengan Diana.
“Kalau sertifikat rumah memang info awalnya masih ada hubungan saudara. Tapi untuk BPKB motor, kami masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari Bu Diana,” katanya.
Elok berharap kliennya bisa menyelesaikan masalah ini dengan kekeluargaan. Dengan cara mengembalikan semua dokumen yang sebelumnya ditahan, seperti KTP, KK, SKCK, buku nikah, serta SIM A dan C.
"Data kami mencatat ada sekitar 35 karyawan yang dokumennya kami amankan. Beberapa di antaranya masih aktif bekerja di CV Sentoso Seal,” ujarnya.
Baca Juga : Bos CV Sentoso Seal Ternyata Gelapkan Ratusan Ijazah Eks Karyawan di Rumah
Pengembalian dokumen ini rencananya akan dilakukan secara langsung kepada para pemilik. Elok membuka akses bagi mereka yang hendak mengambil dokumen ke kantornya di Elok Kadja Law Firm, Japfa Indoland Center, Surabaya.
"Bisa datang langsung ke kantor atau menghubungi saya. Kami siap mengembalikannya kapan saja," ujarnya.
Elok juga menjelaskan alasan penahanan dokumen para karyawan oleh Diana. Menurutnya, tindakan itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi pencurian atau pengrusakan aset perusahaan, terutama karena banyak karyawan yang mengundurkan diri secara tiba-tiba tanpa prosedur resmi.
"Bu Diana merasa khawatir jika ada karyawan yang keluar diam-diam lalu mencuri atau merusak aset. Maka dokumen mereka ditahan sebagai bentuk jaminan," katanya.
Namun seiring banyaknya karyawan yang keluar masuk, jumlah dokumen yang tertahan pun meningkat. Diana, kata Elok, sebenarnya ingin mengembalikan dokumen-dokumen tersebut, tetapi sering kali mantan karyawan tidak bisa dihubungi.
"Mereka pergi begitu saja, tanpa surat pengunduran diri. Saat dicari, sulit dihubungi. Itulah yang membuat proses pengembalian dokumen jadi terkendala," pungkasnya.
Editor : Redaksi
Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…
Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB
Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…
Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB
Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…
Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB
Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…
Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB
Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB
Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…
Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB
Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB
Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …
Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB
Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB
Jurnas.net - Musik menjadi ruang perjumpaan sekaligus sarana menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial dalam Yayaya Fest 2026 yang digelar di…
Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB
Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB
Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…
Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB
Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB
Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…