2.269 Anak di Banyuwangi Masih Alami Stunting

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat memantau kasus stunting. (Dok: Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat memantau kasus stunting. (Dok: Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Upaya komprehensif Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menangani stunting membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan data terkini, prevalensi stunting di Banyuwangi berhasil ditekan menjadi hanya 2,44 persen pada tahun 2024, turun drastis dari 8,64 persen pada tahun 2021.

Penurunan ini merupakan hasil dari kerja kolaboratif lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat umum.

“Stunting menjadi fokus utama pembangunan kesehatan di Banyuwangi. Komitmen kami jelas: tidak boleh ada bayi lahir stunting, dan semua balita stunting harus tertangani,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis, 12 Juni 2025.

Data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM) mencatat penurunan prevalensi yang konsisten dari tahun ke tahun. Pada 2021 terdapat 4.730 kasus (8,64%), turun menjadi 2.704 kasus (3,95%) di 2022, lalu 2.555 kasus (3,53%) pada 2023, dan kini tinggal 2.269 kasus (2,44%) di 2024.

Baca Juga : Inovasi Dana Desa di Banyuwangi: Jadi Program Peternakan Ayam Pengentas Stunting dan Kemiskinan

[caption id="attachment_7899" align="alignnone" width="1500"] Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat memantau kasus stunting. (Dok: Humas Pemkab Banyuwangi)[/caption]

Ipuk menjelaskan penanganan dilakukan menyeluruh dari hulu ke hilir. Di sektor kesehatan, intervensi dilakukan sejak remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, hingga pendampingan gizi bagi balita. “Kami juga memperhatikan faktor lingkungan dan pola asuh sebagai penyebab stunting,” katanya.

Salah satu inovasi menarik adalah program Banyuwangi Tanggap Stunting, yang melibatkan pedagang sayur keliling (mlijoan) untuk mengidentifikasi dan melaporkan kondisi ibu hamil berisiko tinggi serta balita yang dicurigai stunting. Para pedagang ini dibekali edukasi agar mampu menjadi ‘mata dan telinga’ program stunting di tingkat akar rumput.

Pemkab juga menggagas program charity Hari Belanja setiap tanggal cantik tiap bulan, seperti 1 Januari (1/1), 2 Februari (2/2), dan seterusnya. Donasi yang terkumpul disalurkan kepada warga pra-sejahtera, termasuk keluarga dengan balita stunting dan ibu hamil berisiko tinggi.

Tak hanya kuratif, Banyuwangi juga serius dalam langkah preventif. Pemkab bekerja sama dengan Pengadilan Agama untuk mencegah perkawinan anak. Selain itu, di setiap sekolah tingkat SMP dan SMA dibentuk Duta Pencegahan Perkawinan Anak yang dibekali edukasi tentang bahaya perkawinan dini.

“Kunci keberhasilan ini adalah kerja bersama. Kami akan terus menjaga dan meningkatkan upaya ini agar stunting di Banyuwangi bisa ditekan hingga nol persen,” pungkas Ipuk.

Berita Terbaru

DPP PKB Ganti Musyafak Rouf dari Kursi Ketua DPC PKB Surabaya di Tengah Sorotan Korupsi MBG

DPP PKB Ganti Musyafak Rouf dari Kursi Ketua DPC PKB Surabaya di Tengah Sorotan Korupsi MBG

Jumat, 12 Jun 2026 18:36 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:36 WIB

Jurnas.net – Karier politik Musyafak Rouf di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya memasuki babak baru. Di tengah namanya yang terus dikaitkan d…

Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Data SPMB SMP 2026, Pastikan Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran

Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Data SPMB SMP 2026, Pastikan Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran

Jumat, 12 Jun 2026 15:39 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 15:39 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang Sekolah Menengah …

Surabaya Bidik Piala Presiden di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Siapkan Bonus Rp100 Juta

Surabaya Bidik Piala Presiden di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Siapkan Bonus Rp100 Juta

Jumat, 12 Jun 2026 13:26 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 13:26 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya bangsa dengan mengirimkan kontingen terbaik untuk b…

Kasus TBC Mengganas di Surabaya Sepanjang 2026, DPRD Jatim Minta Pemerintah Bergerak Lebih Agresif

Kasus TBC Mengganas di Surabaya Sepanjang 2026, DPRD Jatim Minta Pemerintah Bergerak Lebih Agresif

Jumat, 12 Jun 2026 11:08 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 11:08 WIB

Jurnas.net – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Kota Surabaya. Dalam kurun lima bulan pertama tahun 2026, sebanyak 4.191 …

Surabaya Cetak Pemimpin Pemadam Kebakaran Bersertifikat, Siap Hadapi Situasi Darurat Berisiko Tinggi

Surabaya Cetak Pemimpin Pemadam Kebakaran Bersertifikat, Siap Hadapi Situasi Darurat Berisiko Tinggi

Jumat, 12 Jun 2026 09:53 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 09:53 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat kualitas layanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan dengan menyiapkan sumber daya m…

Sidang Perdana Maidi, Jaksa KPK Beber Dugaan Perizinan Jadi Ladang Setoran Miliaran Rupiah ke Walkot Madiun

Sidang Perdana Maidi, Jaksa KPK Beber Dugaan Perizinan Jadi Ladang Setoran Miliaran Rupiah ke Walkot Madiun

Jumat, 12 Jun 2026 07:42 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 07:42 WIB

Jurnas.net – Sidang perdana perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) S…