Jurnas.net - Upaya komprehensif Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menangani stunting membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan data terkini, prevalensi stunting di Banyuwangi berhasil ditekan menjadi hanya 2,44 persen pada tahun 2024, turun drastis dari 8,64 persen pada tahun 2021.
Penurunan ini merupakan hasil dari kerja kolaboratif lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat umum.
“Stunting menjadi fokus utama pembangunan kesehatan di Banyuwangi. Komitmen kami jelas: tidak boleh ada bayi lahir stunting, dan semua balita stunting harus tertangani,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis, 12 Juni 2025.
Data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM) mencatat penurunan prevalensi yang konsisten dari tahun ke tahun. Pada 2021 terdapat 4.730 kasus (8,64%), turun menjadi 2.704 kasus (3,95%) di 2022, lalu 2.555 kasus (3,53%) pada 2023, dan kini tinggal 2.269 kasus (2,44%) di 2024.
Baca Juga : Inovasi Dana Desa di Banyuwangi: Jadi Program Peternakan Ayam Pengentas Stunting dan Kemiskinan
[caption id="attachment_7899" align="alignnone" width="1500"]
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat memantau kasus stunting. (Dok: Humas Pemkab Banyuwangi)[/caption]
Ipuk menjelaskan penanganan dilakukan menyeluruh dari hulu ke hilir. Di sektor kesehatan, intervensi dilakukan sejak remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, hingga pendampingan gizi bagi balita. “Kami juga memperhatikan faktor lingkungan dan pola asuh sebagai penyebab stunting,” katanya.
Salah satu inovasi menarik adalah program Banyuwangi Tanggap Stunting, yang melibatkan pedagang sayur keliling (mlijoan) untuk mengidentifikasi dan melaporkan kondisi ibu hamil berisiko tinggi serta balita yang dicurigai stunting. Para pedagang ini dibekali edukasi agar mampu menjadi ‘mata dan telinga’ program stunting di tingkat akar rumput.
Pemkab juga menggagas program charity Hari Belanja setiap tanggal cantik tiap bulan, seperti 1 Januari (1/1), 2 Februari (2/2), dan seterusnya. Donasi yang terkumpul disalurkan kepada warga pra-sejahtera, termasuk keluarga dengan balita stunting dan ibu hamil berisiko tinggi.
Tak hanya kuratif, Banyuwangi juga serius dalam langkah preventif. Pemkab bekerja sama dengan Pengadilan Agama untuk mencegah perkawinan anak. Selain itu, di setiap sekolah tingkat SMP dan SMA dibentuk Duta Pencegahan Perkawinan Anak yang dibekali edukasi tentang bahaya perkawinan dini.
“Kunci keberhasilan ini adalah kerja bersama. Kami akan terus menjaga dan meningkatkan upaya ini agar stunting di Banyuwangi bisa ditekan hingga nol persen,” pungkas Ipuk.
Editor : Redaksi
Berita Terbaru
Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB
Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB
Peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh tim gabungan kepolisian beberapa waktu lalu, terindikasi melanggar HAM…
Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB
Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB
Ketua Umum PBNU KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang.…
Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB
Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB
Oleh: Wakit Nurohman Advokat dan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Putusan Mahkamah Agung Nomor 742 K/TUN/2026 mengenai Surat Keterangan…
Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB
Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …
Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB
Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…
Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB
Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…
Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB
Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…
Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB
Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB
Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…
Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB
Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB
Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…
Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB
Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB
Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…