Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, menjelaskan bahwa penetapan dua tersangka tambahan dilakukan setelah tim penyidik melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.
"Masih ada beberapa orang yang sedang kami dalami perannya. Untuk yang dua orang terbaru ini, sudah resmi kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Luthfie, Rabu, 10 September 2025.
Dua tersangka terbaru ini diketahui sebagai pelaku pembakaran Gedung Negara Grahadi. “Mereka adalah orang yang melakukan pembakaran di Grahadi,” tegas Luthfie.
Sebelumnya, Polrestabes Surabaya telah mengamankan 315 orang pasca-kericuhan. Dari jumlah tersebut, 33 orang telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka, terdiri atas 27 orang dewasa yang kini ditahan, serta 6 anak di bawah umur yang diserahkan kepada orang tuanya dan mendapatkan pembinaan di Balai Pemasyarakatan (Bapas).
Baca Juga : Sejarah Gedung Negara Grahadi yang Kini Runtuh Dilalap Api Demonstrasi
Luthfie menegaskan bahwa para tersangka bukan bagian dari massa aksi demonstrasi, melainkan kelompok berbeda yang memanfaatkan situasi untuk membuat kerusuhan.
"Kelompok-kelompok ini bukanlah pendemo. Mereka adalah perusuh yang memicu kerusakan fasilitas umum, termasuk Gedung Grahadi dan Polsek Tegalsari. Jadi harus jelas dibedakan,” tandas Luthfie.
Untuk diketahui, kerusuhan terjadi di Surabaya pada 29 Agustus dan 30 September 2025 saat aksi demonstrasi berlangsung. Awalnya, ribuan massa berkumpul untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan pemerintah. Namun, situasi berujung ricuh setelah sekelompok orang yang bukan bagian dari massa aksi melakukan tindakan anarkistis.
Beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk pembakaran Gedung Negara Grahadi, perusakan Polsek Tegalsari, serta beberapa fasilitas publik lainnya. Pemerintah Kota Surabaya sebelumnya telah menaksir kerugian akibat kerusuhan tersebut mencapai Rp4 miliar.
Editor : Redaksi
Berita Terbaru
BARONG Group Jajaki Akuisisi Pabrik Rokok di Malaysia, Gus Lilur Konsultasi ke KBRI Kuala Lumpur
Senin, 16 Mar 2026 03:32 WIB
Jurnas.net – Upaya ekspansi industri rokok Indonesia ke pasar internasional terus dilakukan pelaku usaha nasional. Salah satunya dilakukan oleh Bandar Rokok N…
Jelang Nyepi, Penyeberangan Bali–Jawa Lumpuh Sejauh 30 Km
Minggu, 15 Mar 2026 20:57 WIB
Jurnas.net – Wakil Menteri Perhubungan Suntana turun langsung meninjau kepadatan antrean kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa yang terjadi di jalur menuju P…
Khofifah Berangkatkan 3.000 Pemudik Gratis Jalur Laut dari Jangkar ke Raas dan Sapudi
Minggu, 15 Mar 2026 18:04 WIB
Jurnas.net – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi memberangkatkan 3.000 peserta program Mudik-Balik Gratis Angkutan Lebaran 2026 moda t…
BARONG Grup Tuntaskan Tahap Awal, Gus Lilur Rancang 19 Pabrik Rokok dan Ribuan PR UMKM di Tiga Provinsi
Minggu, 15 Mar 2026 13:00 WIB
Jurnas.net – Pengusaha rokok asal Jawa Timur, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, menyatakan telah menuntaskan tahap awal pembangunan bisnis rokok yang ia rintis …
Safari Ramadan KAHMI Jatim Ditutup di Kediri, 150 Alumni HMI Perkuat Konsolidasi Organisasi
Minggu, 15 Mar 2026 09:24 WIB
Jurnas.net - Rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur resmi ditutup pada…
Gus Halim Sentil Legislator PKB: Jangan Terlena, Caleg Cadangan Siap Rebut Kursi
Jumat, 13 Mar 2026 21:36 WIB
Jurnas.net - Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, melontarkan pesan tegas kepada para anggota legislatif petahana dari Partai…