Perbaikan Gedung Grahadi Butuh Kapur Impor dari Amerika: Anggaran Capai Rp11 Miliar

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo Surabaya. (Insani/Jurnas.net)
Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo Surabaya. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Proses rekonstruksi Gedung Negara Grahadi Surabaya sisi barat dipastikan berlangsung dengan sangat hati-hati. Sebagai bangunan cagar budaya peninggalan kolonial, setiap detail renovasi harus menyesuaikan bentuk dan material aslinya, bahkan sebagian bahan harus diimpor dari luar negeri.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur, Agus Muttaqin, mengungkapkan bahwa salah satu material penting yang digunakan adalah kapur khusus yang didatangkan langsung dari Amerika Serikat. Material tersebut dipilih untuk memastikan nuansa heritage dan kekuatan struktur bangunan tetap terjaga seperti semula.

"Rekonstruksi Grahadi tidak bisa dilakukan asal-asalan. Total anggaran yang diajukan mencapai Rp9 miliar hingga Rp11 miliar. Semua material diusahakan semirip mungkin dengan aslinya. Untuk beberapa bagian, kapur khusus impor menjadi satu-satunya pilihan agar bangunan ini tetap otentik,” kata Agus, Rabu, 10 September 2025.

Gedung Grahadi yang berdiri sejak abad ke-18, bukan sekadar kantor pemerintahan, tetapi juga ikon sejarah Jawa Timur. Karena nilai historisnya, proses renovasi dilakukan dengan pendekatan konservasi, bukan sekadar pembangunan ulang.

"Tujuan renovasi ini bukan membuat Grahadi menjadi bangunan baru, melainkan menghidupkan kembali bentuk aslinya. Kita ingin karakternya tetap sama seperti ratusan tahun lalu,” ujar Agus.

Baca Juga : Sejarah Gedung Negara Grahadi yang Kini Runtuh Dilalap Api Demonstrasi

Ombudsman berharap pekerjaan rekonstruksi bisa selesai tepat waktu agar Grahadi segera difungsikan kembali. "Graha­di adalah simbol Jawa Timur. Kami ingin gedung ini tetap lestari sebagai warisan sejarah, sekaligus kembali optimal untuk melayani masyarakat,” ucap Agus.

Sementara itu, Pemprov Jawa Timur melalui Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Sigit Panoentoen, menyebutkan bahwa kebutuhan anggaran rekonstruksi mencapai Rp9 miliar. Dana tersebut diajukan ke pemerintah pusat mengingat status Grahadi sebagai bangunan cagar budaya.

"Untuk penanganan darurat seperti pembenahan pagar dan perbaikan awal, bisa dieksekusi lewat APBD. Namun, tahap pasca-darurat akan dibahas bersama Kementerian PUPR, apakah hanya mencakup bangunan atau termasuk perbaikan interior dan mebel,” kata Sigit.

Berita Terbaru

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di TPA…

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandem…

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Jurnas.net - kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terkuak dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim. Alih-alih menjadi mesin penggerak…

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Jurnas.net - InJourney Management dengan Bank Tabungan Negara (BTN) menjalin kerja sama pengembangan destinasi wisata candi. Ada sejumlah aspek yang dikembangka…

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Jurnas.net - Dampak kekerasan yang dialami anak-anak di daycare memerlukan penanganan serius. Bukan hanya penanganan, dampak kekerasan itu perlu deteksi dini pa…

Polda Jatim Bongkar Rantai Gelap BBM dan LPG Subsidi: 66 Kasus Rugikan Negara Rp7,5 Miliar

Polda Jatim Bongkar Rantai Gelap BBM dan LPG Subsidi: 66 Kasus Rugikan Negara Rp7,5 Miliar

Kamis, 30 Apr 2026 10:29 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 10:29 WIB

Jurnas.net – Pengungkapan 66 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi oleh Polda Jawa Timur tak sekadar menjadi catatan penegakan hukum. Di balik angka k…