Jurnas.net - Peran strategis PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dalam memperkuat iklim investasi dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Sidoarjo kembali mendapat pengakuan. Melalui pengelolaan kawasan industri Sidoarjo Industrial Estate Berbek (SIEB), SIER meraih penghargaan dari Bupati Sidoarjo, H Subandi, dalam acara Sidoarjo Business Forum di Pendopo Delta Wibawa, Selasa, 25 November 2025.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Subandi kepada Kepala Divisi Hukum PT SIER, Hananto, sebagai wujud apresiasi atas kontribusi SIER dalam membangun ekosistem industri yang modern, terarah, dan pro-investasi. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menilai SIER—yang kini menjadi bagian dari Holding BUMN Danareksa—berperan signifikan dalam menarik investor baru, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi UMKM di sekitar kawasan.
Plt Direktur Utama sekaligus Direktur Keuangan, Administrasi dan Manajemen Risiko PT SIER, Rizka Syafittri Siregar, mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi SIER untuk terus memperluas kontribusi pembangunan daerah.
“Pengakuan ini memacu kami untuk terus meningkatkan kualitas kawasan industri yang mendukung pertumbuhan ekonomi, memperbesar penyerapan tenaga kerja, dan memperkuat daya saing industri di Sidoarjo,” ujarnya.
Rizka menegaskan bahwa SIER selama ini konsisten memperkuat infrastruktur kawasan—mulai dari pengelolaan limbah terintegrasi, keamanan 24 jam, hingga peningkatan aksesibilitas—guna memastikan para tenant dapat beroperasi dengan efisien. SIER juga tengah memperluas transformasi ekologis dan digital dalam pengelolaan kawasan.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk mengembangkan kawasan industri yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan inklusif. Sinergi dengan Pemkab Sidoarjo akan terus kami jaga,” tambahnya.
Sidoarjo Naik Kelas: PDRB Tertinggi Kedua di Jatim dan Pertumbuhan Ekonomi Unggul
Bupati Sidoarjo, H Subandi, menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah daerah dengan pengelola kawasan industri adalah kunci dalam mengakselerasi ekonomi daerah. Menurutnya, posisi Sidoarjo sangat strategis karena berada di jantung konektivitas Jawa Timur: dekat Surabaya, Bandara Internasional Juanda, Pelabuhan Tanjung Perak, hingga simpul Tol Trans Jawa.
Hal ini tercermin dari capaian ekonomi daerah. Pada 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sidoarjo mencapai Rp296,819 triliun, tertinggi kedua di Jatim. Struktur ekonomi masih didominasi industri pengolahan (28,57 persen), perdagangan (15,9 persen), serta transportasi dan pergudangan (13,81 persen).
Pertumbuhan ekonomi Sidoarjo juga stabil di 5,54 persen, lebih tinggi dari rata-rata provinsi (4,93 persen).
“Kita punya modal besar. Yang terpenting sekarang adalah memperkuat sinergi, inovasi, dan kemudahan investasi agar Sidoarjo semakin kompetitif sebagai pusat industri dan logistik modern,” tegas Subandi.
Selain industri, Sidoarjo juga dikenal sebagai lumbung bandeng Jawa Timur, menyumbang 20 persen produksi bandeng provinsi pada 2024. Subandi memastikan pemerintah daerah terus melakukan reformasi perizinan agar investor mendapat kepastian dan kemudahan.
“Orang harus mudah berinvestasi di Sidoarjo. Perizinan tidak boleh berbelit. Di sini harus sederhana, cepat, dan jelas,” ujarnya.
Editor : Amal