Jurnas.net - PBNU memasuki babak krusial. Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, tidak hanya mengumumkan berakhirnya masa jabatan Gus Yahya sebagai Ketua Umum, tetapi juga mengisyaratkan langkah besar: penyelenggaraan Muktamar PBNU dalam waktu dekat.
Kiai Miftach, demikian ia disapa, menyampaikan keputusan yang mengguncang struktur tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. "Sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, Gus Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU,” kata Kiai Miftach, Minggu, 30 November 2025.
Sejak saat itu, kata dia, seluruh otoritas ketua umum diambil alih langsung oleh Rais Aam. Dengan dinyatakan tidak sahnya penggunaan atribut dan keputusan atas nama ketua umum, PBNU kini berada dalam fase transisi yang sangat menentukan.
Kiai Miftach menegaskan bahwa situasi ini menuntut penataan ulang struktur dan arah gerak organisasi. Karena itu, ia memastikan bahwa PBNU akan segera menggelar rapat pleno atau bahkan Muktamar untuk menetapkan kepemimpinan yang baru dan sah secara konstitusional.
“Dalam waktu dekat dan segera, kami akan melakukan rapat pleno atau muktamar,” katanya.
Langkah ini dipandang sebagai penegasan otoritas Rais Aam sekaligus cara menghindari kekacauan internal yang bisa melebar.
Tak berhenti di situ, Rais Aam juga mengumumkan pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) untuk menelusuri derasnya opini publik, yang kini membelah warga Nahdliyin.
TPF akan dipandu dua sosok penting: KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir, masing-masing Wakil Rais Aam.
Pembentukan TPF ini dibaca sebagai sinyal kuat bahwa PBNU ingin membuka semua fakta, bukan sekadar menyelesaikan persoalan administratif jabatan ketua umum.
Sebagai konsekuensinya, implementasi Digdaya Persuratan PBNU di tingkat pusat ditangguhkan sampai TPF menuntaskan investigasi. Kebijakan di PWNU dan PCNU tetap berjalan seperti biasa.
Di penghujung pernyataannya, Kiai Miftach memberikan pesan mendalam kepada warga NU, agar kembali pada Khittah Nahdlatul Ulama menjaga akhlak, kejujuran, dan mengedepankan kepentingan umat, bukan kepentingan kelompok atau figur tertentu.
Dengan dinamika seintens ini, Muktamar PBNU yang akan digelar menjadi kunci apakah organisasi ini akan merajut kembali persatuannya atau justru memasuki fase pertarungan politik internal yang lebih besar.
Editor : Rahmat Fajar
Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme sebagai…
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno kepada generasi…
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…
Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB
Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…
Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB
Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…
Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB
Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…
Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB
Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB
Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…
Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB
Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB
Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …
Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB
Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB
Jurnas.net - Musik menjadi ruang perjumpaan sekaligus sarana menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial dalam Yayaya Fest 2026 yang digelar di…
Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB
Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB
Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…
Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB
Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB
Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…
Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB
Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB
Jurnas.net - Advokat Jutek Bongso resmi menyelesaikan studi doktoralnya setelah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Langlangbuana, Bandung…
Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB
Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB
Jurnas.net – Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi di platform investasi PINTU meningkat sepanjang k…