Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini mengubah pendekatan penanganan stunting dari yang selama ini berfokus pada intervensi balita menjadi strategi yang lebih prediktif dan preventif. Langkah ini menjadi kunci untuk mencapai target ambisius: tidak ada kasus stunting baru pada tahun 2027.
Perubahan strategi tersebut ditegaskan melalui Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) Termin 2 Tahun 2025 yang digelar pada Jumat, 5 Desember 2025. Acara luring dan daring ini dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, mewakili Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Dalam sambutannya, Anna menekankan bahwa percepatan penurunan stunting tidak lagi cukup hanya dengan intervensi pada balita. Surabaya kini menempatkan calon pengantin dan ibu hamil sebagai titik intervensi utama.
“Stunting adalah persoalan lintas-sektor. Pemkot tidak mungkin bekerja sendiri tanpa kolaborasi dari PD, akademisi, camat, lurah hingga PKK,” kata Anna.
Ia menegaskan bahwa target tidak ada kasus baru pada 2027 berarti kasus lama tetap ditangani, tetapi tidak boleh ada penambahan kasus baru dari kelompok risiko.
Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati, mengungkapkan bahwa pernikahan usia muda yang meningkat dalam lima tahun terakhir menjadi salah satu pemicu risiko stunting yang paling dominan.
“Di kelas calon pengantin, kami menemukan banyak kasus anemia pada calon pengantin perempuan. Kami langsung memberikan rekomendasi agar menunda kehamilan dan melakukan pendampingan,” jelas Ida.
Ia menegaskan bahwa ada empat kelompok rentan yang kini menjadi fokus, yakni calon pengantin, ibu hamil, ib pasca bersalin, dan balita. "Pendampingan sejak sebelum menikah adalah titik paling penting untuk memutus siklus stunting antar-generasi,” katanya.
Dalam sesi pemaparan audit kasus, panelis ahli Prof. Dr. Tri Sumarmi mengungkapkan temuan penting di lapangan: penyakit TBC pada orang tua dan calon pengantin kini mulai ditemukan sebagai faktor yang berkontribusi pada stunting di Surabaya.
“Lingkungan dan perilaku hidup bersih harus diperbaiki untuk memutus penularan. Ini bukan hanya soal gizi,” jelas Prof. Mamik, sapaan akrabnya.
Ia juga menyoroti anemia berat pada calon pengantin perempuan dan kasus bayi prematur yang harus menjadi prioritas intervensi Dinas Kesehatan.
Meski sejumlah faktor risiko baru muncul, Prof. Mamik memuji capaian Surabaya yang dinilai sebagai salah satu kota dengan penurunan stunting terbaik di Indonesia. "Yang sekarang harus diperkuat adalah penyelesaian kasus lama dan memastikan tidak ada satu pun kasus baru muncul,” katanya.
Editor : Rahmat Fajar
Berita Terbaru
Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB
Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …
Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB
Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…
Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB
Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…
Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB
Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…
Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB
Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB
Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…
Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB
Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB
Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…
Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB
Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB
Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…
Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB
Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…