Kemenkop - Pemkab Banyuwangi Teken MoU Percepatan Koperasi Merah Putih di 217 Desa

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat rapat koordinasi. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat rapat koordinasi. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Kementerian Koperasi dan UKM RI bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) percepatan pembangunan dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Kantor Kemenkop, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Acara turut disaksikan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah.

Bupati Ipuk menyebut MoU ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penguatan koperasi desa di Banyuwangi. "Alhamdulillah, dengan MoU ini pengembangan Koperasi Merah Putih di Banyuwangi bisa lebih optimal karena mendapat arahan langsung dari Kemenkop,” kata Ipuk, Kamis, 11 Desember 2025.

Kesepakatan tersebut mencakup percepatan pembangunan fisik gerai KDMP, penguatan fasilitas pergudangan, serta perluasan unit usaha koperasi berdasarkan potensi ekonomi di masing-masing desa.

Menteri Ferry menegaskan bahwa penguatan KDMP merupakan langkah penting untuk mewujudkan koperasi desa yang mandiri dan berorientasi produksi.

“KDMP Tukang Kayu di Banyuwangi sudah menunjukkan model bagus. Produk-produk lokal seperti kopi dibuat oleh pelaku usaha setempat. Ini contoh yang harus direplikasi,” katanya.

Menurut Ferry, konsep tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kemandirian ekonomi desa. Koperasi didorong untuk memproduksi barang secara mandiri dan menjualnya langsung ke pasar.

Kemenkop Siap Penuhi Sarpras Koperasi Desa
Ferry menambahkan, keberhasilan KDMP harus didukung pemenuhan infrastruktur dasar di tingkat desa. “Kalau di Banyuwangi masih ada koperasi desa yang kekurangan sarpras, Ibu Bupati bisa kirim datanya. Nanti kami bantu penuhi,” tegasnya.

Wamenkop Farida Farichah menyatakan bahwa percepatan KDMP bukan hanya soal bangunan fisik dan legalitas, tetapi penyelarasan visi pemerintah daerah dengan kebijakan nasional. “Kami mengapresiasi dukungan Banyuwangi yang proaktif datang langsung untuk memperdalam implementasi KDMP. Ini penting agar kebijakan berjalan seragam di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa seluruh 217 desa dan kelurahan di Banyuwangi menjadi lokasi pengembangan KDMP. Oleh karena itu, pendampingan pusat sangat dibutuhkan agar kebijakan nasional dapat diterjemahkan secara tepat di tingkat daerah.

“KDMP ini hal baru bagi daerah, sehingga kami perlu pendampingan agar pelaksanaannya sejalan dengan Asta Cita Presiden. Terima kasih kepada Pak Menteri dan Bu Wamen atas fasilitasi dan arahannya,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, Menteri Koperasi memberikan arahan agar pengembangan KDMP mengikuti karakter wilayah masing-masing desa. Banyuwangi memiliki bentang geografis yang beragam—pesisir, pegunungan, hutan, persawahan hingga kawasan perdagangan—sehingga model usaha KDMP perlu disesuaikan dengan potensi lokal.

“Kementerian memberi panduan agar penguatan KDMP berbasis potensi desa masing-masing,” ujarnya.

Berita Terbaru

Pengguna Commuter Line di Stasiun Yogyakarta Meningkat 34 Persen 

Pengguna Commuter Line di Stasiun Yogyakarta Meningkat 34 Persen 

Sabtu, 02 Mei 2026 14:53 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 14:53 WIB

Jurnas.net - Momen libur panjang pada pekan ini menjadi atensi pengelola transportasi umum Commuter Line. KAI Commuter Area 6 Yogyakarta menambah jadwal perjala…

Al Irsyad Surabaya Tempa Kader Muda dengan Sentuhan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Al Irsyad Surabaya Tempa Kader Muda dengan Sentuhan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Sabtu, 02 Mei 2026 11:03 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 11:03 WIB

Jurnas.net - Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks mulai dari krisis moral generasi muda hingga tekanan sosial di era digital Al Irsyad Al Islamiyah…

Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

Sabtu, 02 Mei 2026 09:46 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 09:46 WIB

Jurnas.net – Di tengah lanskap politik yang semakin dinamis dan ekspektasi publik yang terus meningkat, DPD Partai Golkar Jawa Timur memilih mengubah p…

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di TPA…

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandem…

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Jurnas.net - kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terkuak dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim. Alih-alih menjadi mesin penggerak…