Lomba Mancing di Bojonegoro, Strategi Disbudpar dan DPRD Jatim Kembangkan Sport Tourism Desa

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lomba mancing yang digelar Disbudpar dan DPRD Jawa Timur di Kabupaten Bojonegoro. (Istimewa)
Lomba mancing yang digelar Disbudpar dan DPRD Jawa Timur di Kabupaten Bojonegoro. (Istimewa)

Jurnas.net - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Jawa Timur terus menggenjot promosi destinasi wisata berbasis sport tourism. Salah satunya melalui lomba memancing yang digelar di kolam santri Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Minggu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Destinasi Wisata Pemprov Jawa Timur, Samad Widodo, mengatakan kegiatan bertajuk Gelar Wisata Mancing: Penguatan Inovasi Produk Destinasi Pariwisata Sport Tourism ini menjadi upaya konkret mengangkat potensi wisata kolam pancing di daerah.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata kolam pancing di Bojonegoro agar semakin dikenal dan diminati wisatawan,” kata Samad, Senin, 15 Desember 2025.

Menurutnya, kolam-kolam pancing di Bojonegoro memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun perlu pengelolaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Melalui konsep sport tourism, wisata memancing tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga magnet ekonomi lokal.

“Harapannya, wisata mancing ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. UMKM bisa tumbuh dan berdampingan dengan kehadiran wisatawan yang datang untuk memancing,” jelasnya.

Kegiatan tersebut diikuti komunitas pemancing dari wilayah Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur II (Bakorwil II) Bojonegoro, mulai dari pemancing amatir hingga profesional.

Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Fauzan Fuadi, menilai lomba memancing ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana memperkuat solidaritas sosial masyarakat.

“Pesertanya beragam, dari pemancing pemula hingga profesional, yang beradu keberuntungan sekaligus skill,” kata Fauzan.

Ia menambahkan, wisata memancing merupakan bentuk wisata yang murah, merakyat, dan mudah diakses, namun memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi warga sekitar.

“Ini investasi wisata dan sosial. Potensi daerah bisa dipromosikan, kekompakan warga terbangun, dan perekonomian masyarakat ikut tumbuh,” pungkasnya.

Berita Terbaru

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta masyarakat lebih waspada saat mencari pekerjaan melalui perusahaan penempatan pekerja rumah tangga (…

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengubah pola verifikasi data kemiskinan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Forum yang selama ini i…

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia. Skema…

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Niat mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) justru membuat seorang warga Surabaya panik. Ika Pujiarsih (25) mengaku tidak…

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - Setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, usai digelar, HRM Khalilur R Ab. S…

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Jurnas.net – Menampilkan corak postmodern dengan simbol daun kelor, Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah tidak sekadar menjadi identitas visual.  Di ba…