Dapur MBG Beralih Fungsi Jadi Infrastruktur Pangan Darurat Pengungsi Korban Bencana Sumatra

author Firman

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Presiden RI Prabowo Subianto memipin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta. (Humas BKP RI)
Presiden RI Prabowo Subianto memipin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta. (Humas BKP RI)

Jurnas.net - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berperan dalam pemenuhan gizi pelajar, tetapi juga menjelma menjadi infrastruktur pangan darurat saat bencana melanda. Hal ini terlihat dari 323 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikonversi menjadi dapur umum untuk melayani warga terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan dapur MBG di wilayah terdampak secara cepat beralih fungsi guna memastikan kebutuhan pangan para pengungsi tetap terpenuhi, khususnya makanan siap saji dengan kandungan gizi yang terjaga.

“Dalam kondisi darurat, dapur MBG tidak berhenti beroperasi. Kami alihkan fungsinya untuk melayani masyarakat terdampak bencana,” kata Dadan, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025.

Dari total 323 SPPG yang dikonversi, 109 unit berada di Aceh, 148 SPPG di Sumatera Utara, dan 66 SPPG di Sumatera Barat. Keberadaan dapur-dapur ini dinilai strategis karena telah memiliki jaringan logistik, tenaga kerja, serta sistem distribusi yang siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

Menurut Dadan, kesiapan anggaran menjadi kunci agar layanan pangan tetap berjalan di masa tanggap darurat. BGN memastikan seluruh virtual account SPPG di daerah bencana selalu dalam kondisi aktif dan memiliki dana yang cukup.

“Kami pastikan dana selalu tersedia agar dapur bisa langsung bekerja melayani masyarakat,” tegasnya.

Selain berfungsi sebagai penopang ketahanan pangan saat krisis, MBG juga menunjukkan skala nasionalnya sebagai program padat karya. Hingga saat ini, 17.555 SPPG telah berdiri di 38 provinsi, melayani 50,39 juta pelajar, serta menciptakan 741.985 lapangan kerja langsung. Program ini juga melibatkan 41.389 pemasok dari berbagai daerah.

Dari sisi anggaran, serapan dana MBG telah mencapai Rp 58 triliun atau 81 persen dari total pagu. Pemerintah menargetkan hingga akhir Desember 2025, sebanyak 19.000 SPPG baru akan beroperasi, memperkuat peran MBG tidak hanya sebagai program gizi, tetapi juga sebagai jaring pengaman sosial saat bencana.

Berita Terbaru

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…