Surabaya Bangun Ekonomi dari Kampung ke Digital: Model Kerakyatan Menembus 5,76 Persen

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembukaan acara Surabaya Holiday Super Sale
Pembukaan acara Surabaya Holiday Super Sale

Jurnas.net - Di tengah perlambatan ekonomi global dan tekanan inflasi yang membayangi kota-kota besar, Surabaya justru memilih jalur berbeda. Alih-alih mengandalkan konsumsi semata, Pemerintah Kota Surabaya membangun pertumbuhan dari bawah mengikat UMKM, koperasi, layanan publik, dan teknologi digital dalam satu ekosistem ekonomi kerakyatan.

Hasilnya terlihat nyata. Sepanjang 2025, ekonomi Kota Surabaya tumbuh 5,76 persen, melampaui rata-rata Jawa Timur maupun nasional. Capaian ini menegaskan bahwa transformasi ekonomi berbasis warga yang diusung Wali Kota Eri Cahyadi bukan sekadar jargon, melainkan strategi yang bekerja di lapangan.

Pemerintah Jadi Fasilitator, UMKM Jadi Motor
Salah satu tonggak penting tahun ini adalah Surabaya Great Expo (SGE) 2025. Berbeda dari pameran konvensional, SGE ke-14 dirancang sebagai ruang integrasi antara produk lokal dan layanan publik. Pelaku UMKM tak hanya menjual barang, tetapi juga mengakses layanan perizinan, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga konsultasi investasi dalam satu tempat.

Pendekatan ini mengubah peran pemerintah dari sekadar regulator menjadi fasilitator aktif. “Surabaya Great Expo bukan hanya soal transaksi, tetapi penguatan ekosistem ekonomi daerah. UMKM dimudahkan, pasar terbuka, dan layanan publik hadir langsung,” kata Eri, Rabu, 24 Desember 2025.

Transaksi selama pameran menembus Rp6 miliar, menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pasar terhadap produk lokal Surabaya. Transformasi paling fundamental terjadi pada Desember 2025 melalui peluncuran aplikasi Si-Boyo, platform digital yang menjadi tulang punggung Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).

Aplikasi ini menciptakan “lapak digital” bagi UMKM, dengan sistem distribusi yang melibatkan warga setempat sebagai kurir.
Model ini membentuk sirkulasi ekonomi tertutup: produksi, distribusi, dan konsumsi terjadi di lingkungan yang sama, sehingga manfaat ekonomi tidak bocor ke luar wilayah.

“Ini ekonomi gotong royong berbasis digital. Kita membumikan Ekonomi Pancasila. Digital, tapi tetap berpihak pada UMKM, ibu rumah tangga, dan warga kecil,” tegas Eri.

Saat ini, Si-Boyo tengah diintegrasikan di 153 kelurahan se-Surabaya. Perempuan Jadi Penopang Pertumbuhan Baru
Capaian ekonomi Surabaya juga ditopang oleh meningkatnya peran perempuan. Melalui program Gebyar Wirausaha Perempuan: Perempuan Berdaya Surabaya Sejahtera, Pemkot memberikan dukungan menyeluruh—mulai dari klinik bisnis, pendampingan, hingga sertifikasi halal gratis.

Dari program ini, lahir lebih dari 10 ribu wirausahawan baru sepanjang 2025, mayoritas berasal dari sektor ekonomi domestik dan usaha rumahan. "Kolaborasi lintas sektor membuka pasar baru. Ketika UMKM tumbuh, fondasi ekonomi kota menjadi lebih kuat,” kata Eri.

Untuk menjaga daya beli, Pemkot Surabaya menggulirkan agenda konsumsi terukur melalui Surabaya Shopping Festival (SSF) pada Mei 2025 dan Surabaya Holiday Super Sale (SHSS) pada Desember 2025. Diskon hingga 80 persen berhasil menarik wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus menggerakkan sektor ritel dan pariwisata.

Namun, konsumsi besar itu diimbangi dengan pengendalian harga. Melalui High Level Meeting (HLM) bersama Satgas Pangan, TPID, TP2DD, TP2ED, dan TPAKD, Pemkot memastikan stabilitas pasokan dan akses permodalan pedagang tetap terjaga.

“Inflasi harus dikendalikan lewat digitalisasi yang terintegrasi dengan akses keuangan. Jika semua elemen bergerak bersama, pertumbuhan ekonomi tercapai dan kemiskinan turun,” jelas Eri.

Menutup 2025, indikator makro Surabaya menunjukkan performa solid. Di mana kemiskinan turun ke 3,56 persen, kemiskinan ekstrem nol jiwa, IPM mencapai 85,6, tertinggi di Jawa Timur, Dividen BUMD mencapai Rp204,6 miliar ke kas daerah, Dengan potensi ekonomi bruto yang diproyeksikan menembus Rp700 triliun, Wali Kota Eri optimistis menatap 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen.

“Surabaya adalah kota jasa dan gerbang Indonesia Timur. Kunci ke depan adalah kualitas SDM dan kolaborasi. Jika semua bergerak bersama, pertumbuhan optimal bukan hal mustahil,” pungkasnya.

Berita Terbaru

BARONG Group Jajaki Akuisisi Pabrik Rokok di Malaysia, Gus Lilur Konsultasi ke KBRI Kuala Lumpur

BARONG Group Jajaki Akuisisi Pabrik Rokok di Malaysia, Gus Lilur Konsultasi ke KBRI Kuala Lumpur

Senin, 16 Mar 2026 03:32 WIB

Senin, 16 Mar 2026 03:32 WIB

Jurnas.net – Upaya ekspansi industri rokok Indonesia ke pasar internasional terus dilakukan pelaku usaha nasional. Salah satunya dilakukan oleh Bandar Rokok N…

Jelang Nyepi, Penyeberangan Bali–Jawa Lumpuh Sejauh 30 Km

Jelang Nyepi, Penyeberangan Bali–Jawa Lumpuh Sejauh 30 Km

Minggu, 15 Mar 2026 20:57 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:57 WIB

Jurnas.net – Wakil Menteri Perhubungan Suntana turun langsung meninjau kepadatan antrean kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa yang terjadi di jalur menuju P…

Khofifah Berangkatkan 3.000 Pemudik Gratis Jalur Laut dari Jangkar ke Raas dan Sapudi

Khofifah Berangkatkan 3.000 Pemudik Gratis Jalur Laut dari Jangkar ke Raas dan Sapudi

Minggu, 15 Mar 2026 18:04 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 18:04 WIB

Jurnas.net – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi memberangkatkan 3.000 peserta program Mudik-Balik Gratis Angkutan Lebaran 2026 moda t…

BARONG Grup Tuntaskan Tahap Awal, Gus Lilur Rancang 19 Pabrik Rokok dan Ribuan PR UMKM di Tiga Provinsi

BARONG Grup Tuntaskan Tahap Awal, Gus Lilur Rancang 19 Pabrik Rokok dan Ribuan PR UMKM di Tiga Provinsi

Minggu, 15 Mar 2026 13:00 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 13:00 WIB

Jurnas.net – Pengusaha rokok asal Jawa Timur, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, menyatakan telah menuntaskan tahap awal pembangunan bisnis rokok yang ia rintis …

Safari Ramadan KAHMI Jatim Ditutup di Kediri, 150 Alumni HMI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Safari Ramadan KAHMI Jatim Ditutup di Kediri, 150 Alumni HMI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Minggu, 15 Mar 2026 09:24 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 09:24 WIB

Jurnas.net - Rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur resmi ditutup pada…

Gus Halim Sentil Legislator PKB: Jangan Terlena, Caleg Cadangan Siap Rebut Kursi

Gus Halim Sentil Legislator PKB: Jangan Terlena, Caleg Cadangan Siap Rebut Kursi

Jumat, 13 Mar 2026 21:36 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 21:36 WIB

Jurnas.net - Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, melontarkan pesan tegas kepada para anggota legislatif petahana dari Partai…