Kota Surabaya Sempat Lumpuh Saat Dikepung Banjir Usai Hujan Deras

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mobil Damkar dikerahkan untuk menyedot genangan air di sejumlah ruas jalan Kota Surabaya usai hujan deras. (Humas Pemkot Surabaya)
Mobil Damkar dikerahkan untuk menyedot genangan air di sejumlah ruas jalan Kota Surabaya usai hujan deras. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Kota Surabaya dikepung banjir setelah hujan deras mengguyur sejak Minggu sore hingga malam hari. Genangan air muncul hampir merata di berbagai penjuru kota, mulai dari jalan protokol, kawasan permukiman padat, hingga fasilitas umum. Kondisi ini membuat aktivitas warga sempat terganggu, bahkan lumpuh di sejumlah titik dengan ketinggian air yang bervariasi.

Merespons situasi darurat tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat dengan mengerahkan puluhan armada penyedot air dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya menjadi ujung tombak penanganan banjir.

Dari total 97 unit kendaraan operasional yang dimiliki DPKP, mulai kendaraan roda dua hingga roda 16 sebanyak 30 unit armada khusus diturunkan untuk melakukan penyedotan genangan air.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan seluruh kekuatan personel dan armada digerakkan sejak hujan mulai turun dengan intensitas tinggi.

“Sejak pukul 16.00 WIB, petugas kami sudah bergerak melakukan pemantauan dan penyedotan genangan di berbagai wilayah. Pergerakan armada bersifat dinamis, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan laporan masyarakat,” kata Laksita, Minggu malam, 4 Januari 2026.

Hingga Minggu malam, DPKP mencatat sedikitnya 18 titik genangan telah ditangani. Lokasi tersebut meliputi Jalan Raya Dukuh Kupang Baru, Rungkut Mejoyo Selatan, Simo Kalangan, Ketintang Telkom, Dukuh Kupang Timur, Tengger Kandangan, Jalan Gadung, serta Jalan Pandugo Baru depan RS EC.

Selain itu, penyedotan juga dilakukan di Ngagel Rejo, Simo Hilir dekat bozem, Tanjungsari, Simorejosari, Teluk Betung, Tenggilis Mejoyo depan SMAN 14, Simo Gunung, Wisma Sejahtera Jambangan, hingga area RS Ewa Pangalila. Di sejumlah titik tersebut, genangan air dilaporkan mulai berangsur surut setelah dilakukan penyedotan intensif.

Pantauan lanjutan menunjukkan, beberapa wilayah sempat mengalami genangan cukup tinggi. Di Jalan Margorejo, ketinggian air tercatat sekitar 10 sentimeter, sementara di RSIA Kendangsari mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Bahkan di sejumlah kawasan lain seperti RS Ubaya, Jalan Purimas, Putat Jaya, Kupang Baru, Gayungsari Barat, hingga Simo Hilir, genangan sempat mencapai sekitar 60 sentimeter.

“Penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unit dari berbagai pos, seperti Pos Kalirungkut, Gunung Anyar, Jambangan, Grudo, Pakis TVRI, Margomulyo, serta dukungan armada DLH dan peralatan darurat dari BPBD Surabaya,” jelas Laksita.

Di tengah fokus penanganan banjir, DPKP Surabaya juga dihadapkan pada situasi krusial lainnya. Petugas harus menangani lima hingga enam kejadian kebakaran yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah lokasi.

“Banjir dan kebakaran terjadi hampir bersamaan. Ini tentu menjadi tantangan karena beban tugas meningkat, namun berkat koordinasi cepat antarpos, seluruh laporan tetap bisa tertangani dan tidak ada kejadian yang terabaikan,” tegasnya.

Untuk mendukung operasi besar tersebut, DPKP mengerahkan sekitar 150 hingga 180 personel. Seluruh pergerakan armada dari 23 pos pemadam kebakaran dikendalikan secara terpusat melalui Command Center (CC) 112, guna memastikan respons cepat dan terkoordinasi. "Armada yang telah menyelesaikan penyedotan di satu titik langsung kami arahkan ke lokasi lain yang masih tergenang,” ujar Laksita.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya turut memperkuat penanganan dengan menurunkan 23 unit tangki penyedot air yang disebar di berbagai wilayah kota.
“Kami menurunkan 23 armada tangki dan menempatkannya di titik-titik strategis agar genangan bisa dijangkau dengan cepat,” kata Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto.

Tak hanya banjir, DLH juga menangani dampak cuaca ekstrem berupa pohon tumbang dan sempalan. Sepanjang Minggu sore hingga malam, tercatat delapan kejadian pohon tumbang di sejumlah lokasi, antara lain di depan Rusun Penjaringan Sari 4, Jalan Diponegoro, Jalan Tanjung Sadari, Jalan Demak Utara, Jalan Raya Kutisari Indah, Medokan Asri, Jalan Pengenal, hingga Jalan Darmokali.

“Kami rutin melakukan perantingan dan penanganan pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem. Prioritas kami adalah memastikan tidak ada potensi bahaya bagi masyarakat,” tegas Dedik.

Pemkot Surabaya memastikan pemantauan dan penanganan akan terus dilakukan hingga seluruh genangan benar-benar surut dan kondisi kota kembali kondusif. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor melalui layanan darurat 112 jika menemukan genangan atau kondisi darurat lainnya.

Berita Terbaru

Wali Kota Dumai Kunjungi SIER, Jajaki Kerja Sama Logistik dan Pengembangan Industri

Wali Kota Dumai Kunjungi SIER, Jajaki Kerja Sama Logistik dan Pengembangan Industri

Jumat, 18 Sep 2026 14:10 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Kota Dumai menjajaki peluang kerja sama dengan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), khususnya di sektor logistik, pergudangan, …

Bupati Banyuwangi Jamin Pendidikan Anak 2 Korban KM Virgo yang Masih Hilang

Bupati Banyuwangi Jamin Pendidikan Anak 2 Korban KM Virgo yang Masih Hilang

Jumat, 18 Sep 2026 09:31 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:31 WIB

Jurnas.net — Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memastikan pendidikan anak-anak dari dua warga Banyuwangi yang menjadi korban hilang dalam kecelakaan KM Virgo …

Jaga Pasokan Listrik Industri, PLN Perkuat Sistem Proteksi SUTT Petrokimia–Segoromadu

Jaga Pasokan Listrik Industri, PLN Perkuat Sistem Proteksi SUTT Petrokimia–Segoromadu

Kamis, 17 Sep 2026 18:19 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 18:19 WIB

Jurnas.net — Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 dimaknai PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dengan memperkuat keandalan sistem t…

Dies Natalis KOHATI: Merefleksi Kembali Peran Perempuan dari Masa ke Masa

Dies Natalis KOHATI: Merefleksi Kembali Peran Perempuan dari Masa ke Masa

Kamis, 17 Sep 2026 17:08 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:08 WIB

Oleh: Heni Ratnawati, M.Pt.  Wakil Sekretaris Bidang Kajian dan Advokasi KOHATI PB HMI - (2024-2026)   Setiap 17 September, Korp HMI-Wati (KOHATI) m…

Khofifah Dorong SIER Genjot Kinerja dan Investasi untuk Perkuat Ekonomi Jatim

Khofifah Dorong SIER Genjot Kinerja dan Investasi untuk Perkuat Ekonomi Jatim

Kamis, 17 Sep 2026 16:12 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 16:12 WIB

Jurnas.net — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus m…

Lihat Lukisan SBY di Surabaya, Anggota DPRD Jatim Samwil: Ada Pesan tentang Alam Indonesia

Lihat Lukisan SBY di Surabaya, Anggota DPRD Jatim Samwil: Ada Pesan tentang Alam Indonesia

Kamis, 17 Sep 2026 10:07 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 10:07 WIB

Jurnas.net — Sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama ini lebih dikenal publik sebagai prajurit TNI, politisi, dan Presiden ke-6 Republik Indonesia. Namun, d…