Jejak Masjid Kayu 201 Tahun di Situbondo: Cicit Kyai Mas Su'ud Usung Dakwah Global Sejuta Masjid 

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Masjid Tua di Situbondo, Berdiri Selama 2 Abad jadi saksi penyebaran Islam di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. (istimewa)
Masjid Tua di Situbondo, Berdiri Selama 2 Abad jadi saksi penyebaran Islam di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. (istimewa)

Jurnas.net - DiDesa Kayuputih, Situbondo, berdiri sebuah bangunan kayu tua yang kini lebih sering disebut langgar atau musala. Sederhana bentuknya, tetapi jejak sejarah yang dikandungnya besar. Sedikit orang mengetahui bahwa bangunan itu pernah menjadi pusat dakwah salah satu pesantren tertua di kawasan Tapal Kuda.

Tepat 201 tahun lalu, pada 1825, bangunan kayu tersebut adalah masjid utama Pesantren Kyai Raden Mas Su’ud. Sosok Kyai Raden Mas Su’ud dikenal dalam tradisi lisan sebagai ulama ahli tauhid, teologi, sekaligus kanuragan, dan merupakan salah satu tokoh penting pengislaman Situbondo.

Walau pesantren itu kini tidak lagi beroperasi, setidaknya masih ada tiga penanda sejarah yang hidup hingga hari ini: nisan makam Kyai Raden Mas Su’ud dengan corak khas ulama Pamekasan - Sumenep, masjid kayu berusia dua abad yang masih berdiri, serta garis keturunan yang terus berlanjut.

Masjid kayu itu menjadi saksi perubahan zaman. Dalam cerita masyarakat, ia bahkan dipercaya pernah menjadi tempat bermukim para jin, murid tak kasatmata Kyai Mas Su’ud, yang diyakini menanti hadirnya penerus besar pesantren tersebut. Namun zaman bergerak, dan jalan dakwah keturunan sang ulama tidak semuanya mengikuti pola lama.

Salah satu cicitnya memilih jalur berbeda. Ia tidak sekadar berniat menghidupkan kembali pesantren leluhur, tetapi melampauinya dengan visi dakwah lintas negara. Dialah HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, atau akrab disapa Gus Lilur, penggagas konsep DABATUKA dan BAKIRA.

DABATUKA merupakan akronim “Demi Allah, bumi aku taklukkan untuk kemanusiaan”, sementara BAKIRA dimaknai sebagai Bandar Kyai Nusantara. Dua gagasan itu tidak berhenti pada romantisme sejarah keluarga, tetapi bergerak menuju jaringan dakwah global.

Menurut Gus Lilur, panggung dakwah Kyai Raden Mas Su’ud tidak harus diterjemahkan hanya sebagai satu pesantren di Situbondo. “Lebih dahsyat membangun sejuta masjid di dunia daripada sekadar meneruskan satu pesantren,” kata Gus Lilur, Senin, 12 Januari 2026.

Pengalaman hidupnya yang lintas negara, termasuk kisah pernikahannya di berbagai negara, membentuk pandangan bahwa dakwah tidak boleh berhenti pada batas wilayah. Baginya, akan menjadi ironi jika mampu melintasi bangsa dan budaya, namun tidak meninggalkan jejak dakwah berupa masjid atau pusat keilmuan di negara-negara tersebut.

Gus Lilur mengaku mimpinya bertumpu pada fondasi ekonomi. Ia menyebut memiliki akses kepemilikan terhadap lebih dari 1.000 tambang berbagai jenis di Indonesia yang diyakininya bisa menjadi penopang finansial untuk mewujudkan dakwah global.

Bagi dia, sejarah tidak untuk disembah, melainkan dijadikan pijakan. Ia sering mencontohkan sosok Kyai Sholeh Darat Semarang guru para pendiri organisasi besar Islam di Indonesia yang pesantrennya tidak terus berlanjut secara kelembagaan, namun gagasan dan muridnya mengubah arah peradaban Islam Nusantara.

Masjid kayu berusia 201 tahun di Desa Kayuputih memang kini lebih banyak menjadi artefak sejarah. Namun dari bangunan sederhana itu, lahir gagasan baru pergeseran dari nostalgia lokal menuju mimpi dakwah global, dari menjaga satu pesantren menuju cita-cita membangun ribuan pesantren dan sejuta masjid lintas negara. "Bumi terlalu luas untuk ditaklukkan oleh nostalgia,” pungkasnya.

Untuk diketahui Situbondo bagian dari kawasan Tapal Kuda yang dikenal kuat tradisi pesantren.
Abad ke-19 banyak pesantren lahir dengan basis masjid kayu sederhana. Sebagian pesantren tidak berlanjut secara struktural, tetapi warisan pemikiran dan keturunan tetap bertahan.

Berita Terbaru

Refleksi Sejarah Golkar, Sekjen Tekankan Kader Harus Relevan Menjawab Kebutuhan Rakyat

Refleksi Sejarah Golkar, Sekjen Tekankan Kader Harus Relevan Menjawab Kebutuhan Rakyat

Minggu, 15 Feb 2026 21:38 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 21:38 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M. Sarmuji, mengingatkan seluruh kader agar kembali pada ruh dasar kelahiran Golkar, yakni sebagai…

Bahlil Targetkan 73 Persen Pemilih Produktif Jadi Basis Kemenangan Golkar 2029

Bahlil Targetkan 73 Persen Pemilih Produktif Jadi Basis Kemenangan Golkar 2029

Minggu, 15 Feb 2026 17:43 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 17:43 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan arah baru strategi politik partainya dalam menghadapi Pilkada dan Pemilu 2029. Golkar,…

Bahlil Optimistis Golkar Jatim Tambah Kursi DPRD hingga DPR RI pada 2029

Bahlil Optimistis Golkar Jatim Tambah Kursi DPRD hingga DPR RI pada 2029

Minggu, 15 Feb 2026 16:26 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 16:26 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan optimisme tinggi terhadap kekuatan Partai Golkar di Jawa Timur dalam menghadapi Pilkada…

Ali Mufthi: Golkar Jatim Siap Jadi Kunci Kemenangan Nasional di 2029

Ali Mufthi: Golkar Jatim Siap Jadi Kunci Kemenangan Nasional di 2029

Minggu, 15 Feb 2026 14:16 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 14:16 WIB

Jurnas.net - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjadi salah satu penopang utama kemenangan Partai Golkar…

Sejarah Baru Golkar Dimulai dari Jatim, Bahlil Apresiasi Inovasi Pelantikan Serentak DPD 

Sejarah Baru Golkar Dimulai dari Jatim, Bahlil Apresiasi Inovasi Pelantikan Serentak DPD 

Minggu, 15 Feb 2026 13:44 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 13:44 WIB

Jurnas.net - Sejarah baru politik nasional tercatat dari Jawa Timur. Untuk pertama kalinya di Indonesia, 38 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar tingkat…

HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turun Langsung Donor Darah Bersama Karyawan dan Warga

HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turun Langsung Donor Darah Bersama Karyawan dan Warga

Minggu, 15 Feb 2026 08:36 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 08:36 WIB

Jurnas.net - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) yang merupakan anggota Holding BUMN …