Warga Pacarkeling Keluhkan Bansos Tak Merata, Ini Penjelasan Pemkot Surabaya

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kelurahan Pacarkeling Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Kelurahan Pacarkeling Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) bukan sekadar soal “layak atau tidak layak”, melainkan sangat bergantung pada akurasi data, mekanisme pengajuan, serta kesiapan penerima. Penegasan ini disampaikan menyusul aduan warga Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, terkait keluarga tidak mampu yang belum menerima bansos.

Aduan tersebut disampaikan langsung oleh warga RT 002/RW 001 Gresikan ke kantor kelurahan pada Selasa (13/1/2026). Lurah Pacarkeling, Eny Kurniawati, menyebut pihaknya langsung menerima dan menindaklanjuti laporan tersebut tanpa menunda.

“Warga datang ke kelurahan dan kami terima. Mereka mempertanyakan mengapa belum mendapatkan bantuan, padahal merasa tidak mampu,” kata Eny, Sabtu, 17 Januari 2026.

Namun Eny menegaskan, tidak semua bansos bisa diputuskan di tingkat kelurahan. Untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat, penerima sudah ditentukan melalui sistem by name by address (BNBA).

“Kelurahan hanya menyampaikan undangan kepada nama yang tercantum dalam data pusat. Kami tidak bisa menambah atau mengganti penerima secara sepihak,” tegasnya.

Di luar BLT, Pemkot Surabaya memiliki berbagai skema bantuan daerah, seperti bantuan seragam sekolah bagi keluarga miskin (Gamis) hingga program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) atau Dandan Omah. Namun, seluruh bantuan tersebut tetap mensyaratkan verifikasi lapangan dan persetujuan penerima.

Salah satu kasus yang disorot warga adalah kondisi rumah milik Robi, warga Gresikan, yang dinilai belum layak huni. Eny mengungkapkan bahwa kelurahan sebenarnya telah melakukan peninjauan sebelumnya. Namun, saat itu, yang bersangkutan menyatakan keberatan rumahnya direnovasi.

“Bahkan ada informasi dari lingkungan sekitar bahwa kerusakan rumah tersebut dilakukan sendiri. Meski begitu, kami tetap melakukan pendekatan ulang karena secara kasat mata memang ada bagian rumah yang tidak layak,” jelas Eny.

Sebagai solusi, kelurahan telah mengajukan rehabilitasi rumah Robi melalui Baznas, sembari terus melakukan pendampingan. Saat ini, Robi tinggal berdampingan dengan rumah saudara-saudaranya.

Selain itu, kelurahan juga memproses pengajuan bantuan untuk Lusi, seorang janda dengan satu anak tanggungan yang masih tinggal bersamanya. Usaha kecil yang dijalankan Lusi menggunakan rombong pinjaman dari saudaranya dalam kondisi rusak.

“Kami sudah mengajukan bantuan rombong ke Baznas. Ini bagian dari upaya agar warga bisa tetap produktif, bukan sekadar menerima bantuan konsumtif,” kata Eny.

Tak hanya itu, berdasarkan hasil penjangkauan langsung (outreach), Kelurahan Pacarkeling juga mengusulkan bantuan serupa untuk Bu Wiwik dan Pak Aris, yang dinilai memenuhi kriteria penerima.

Eny menekankan, banyak persoalan bansos berakar pada kurangnya laporan aktif dari warga, terutama saat terjadi perubahan kondisi ekonomi, tempat tinggal, atau komposisi keluarga.

“Kami imbau warga aktif melapor lewat KSH, RT/RW, atau langsung ke kelurahan. Semua aduan pasti kami tindak lanjuti dengan cek lapangan,” tegasnya.

Menurut Eny, keterbukaan menerima aduan merupakan komitmen Pemkot Surabaya agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran, sekaligus mencegah kecemburuan sosial akibat informasi yang tidak utuh. “Bansos bukan soal cepat atau lambat, tapi soal tepat dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Cagar Budaya Sudah Dihancurkan, Pemkab Gresik Dinilai Lamban Ambil Langkah Hukum

Cagar Budaya Sudah Dihancurkan, Pemkab Gresik Dinilai Lamban Ambil Langkah Hukum

Kamis, 29 Jan 2026 14:46 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 14:46 WIB

Jurnas.net - Sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menuai kritik setelah pembongkaran bangunan berstatus cagar budaya di belakang Kantor Pos…

PLN Tanamkan Literasi Listrik dan Motivasi Masa Depan di SMAN 1 Probolinggo

PLN Tanamkan Literasi Listrik dan Motivasi Masa Depan di SMAN 1 Probolinggo

Kamis, 29 Jan 2026 13:36 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Program PLN Mengajar kembali hadir, kali ini menyapa siswa SMA Negeri 1 Probolinggo. Lebih dari sekadar agenda berbagi ilmu, kegiatan yang digelar…

Big Bad Wolf Indonesia Dibuka dari Surabaya, BBW 2026 Tandai Satu Dekade Gerakan Literasi Indonesia

Big Bad Wolf Indonesia Dibuka dari Surabaya, BBW 2026 Tandai Satu Dekade Gerakan Literasi Indonesia

Kamis, 29 Jan 2026 11:32 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 11:32 WIB

Jurnas.net - Big Bad Wolf Books (BBW), bazar buku internasional terbesar di dunia, resmi membuka rangkaian BBW Indonesia 2026 di Surabaya, mulai 29 Januari…

Ahli: Kelalaian Pemkab Gresik atas Penghancuran Cagar Budaya Berpotensi Pidana

Ahli: Kelalaian Pemkab Gresik atas Penghancuran Cagar Budaya Berpotensi Pidana

Kamis, 29 Jan 2026 10:27 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Pembongkaran hingga penghancuran bangunan di belakang Kantor Pos Gresik Pelabuhan, Jalan Basuki Rahmat, terus menuai kecaman keras. Kali ini,…

BPBD Jatim Perkuat Ketangguhan Bencana dari Rumah, Libatkan 52 Organisasi Perempuan

BPBD Jatim Perkuat Ketangguhan Bencana dari Rumah, Libatkan 52 Organisasi Perempuan

Kamis, 29 Jan 2026 09:18 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - Di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mulai…

Bupati Ipuk Libatkan ASN Pantau Kemiskinan, Program Berbagi Dorong Penurunan Angka Miskin

Bupati Ipuk Libatkan ASN Pantau Kemiskinan, Program Berbagi Dorong Penurunan Angka Miskin

Kamis, 29 Jan 2026 08:29 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 08:29 WIB

Jurnas.net - Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi kembali digulirkan. Namun lebih dari sekadar penyaluran sembako, program bulanan ini menjelma menjadi instrumen…