Jurnas.net - Persatuan Saudagar Bawean (PSB) langsung menancapkan agenda strategis pasca sukses menggelar Kongres II PSB pada 13 Desember 2025 di Hotel Santika Gresik. Pengurus Pusat PSB secara resmi mengesahkan struktur Badan Pengurus Pusat (BPP) periode 2025–2029 melalui Surat Keputusan Nomor: 001/SK/BPP-PSB/XII/2025 tertanggal 31 Desember 2025.
Meski pelantikan resmi kepengurusan baru akan dilaksanakan pada 11–12 April 2026 bersamaan dengan agenda Halal Bi Halal Bawean Internasional di Yogyakarta, PSB menegaskan bahwa kerja organisasi tidak menunggu seremoni. Hal itu dibuktikan dengan digelarnya Rapat Perdana (Kick Off Meeting), yang secara khusus membahas program kerja empat tahun ke depan, dengan fokus utama pada penguatan kapasitas kewirausahaan warga Bawean.
Kick off meeting tersebut dilaksanakan secara hybrid pada Rabu, 14 Januari 2026, menghubungkan pengurus lintas daerah. Pertemuan luring berlangsung di Sekretariat PSB, Graha Swadaya Cipta, Gresik, sementara peserta daring berasal dari berbagai wilayah seperti Batam, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, hingga Bawean.
Sekitar 28 pengurus mengikuti rapat ini, terdiri dari 14 peserta offline dan 14 peserta online. Hadir langsung Ketua Umum PSB Ir. H. Asy’ari, MM, Sekretaris Jenderal Zulkarnain, ST, Bendahara Umum Syafir Yakup, serta para ketua bidang. Dari jalur daring, turut bergabung H. Faisol, Anggota Dewan Pembina PSB yang berdomisili di Yogyakarta.
Dalam rapat yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB itu, sepuluh bidang kepengurusan memaparkan rencana kerja masing-masing. Dari berbagai program yang disampaikan, satu agenda mendapat perhatian khusus, yakni penyelenggaraan pelatihan bisnis terstruktur bagi warga Bawean, baik yang berada di pulau Bawean maupun diaspora di berbagai daerah.
Ketua Umum PSB, Asy’ari, menegaskan bahwa PSB tidak ingin hanya menjadi wadah silaturahmi saudagar, tetapi harus bertransformasi menjadi inkubator lahirnya pengusaha-pengusaha baru asal Bawean.
“PSB harus hadir sebagai jembatan pengetahuan dan pengalaman. Kita ingin melahirkan pengusaha baru dari Bawean melalui pelatihan bisnis yang terarah dan aplikatif,” kata Asy’ari.
Program pelatihan bisnis ini dirancang untuk mencakup berbagai aspek kewirausahaan, mulai dari dasar manajemen usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi digital. Para saudagar senior Bawean yang tergabung dalam PSB akan dilibatkan sebagai mentor, sehingga transfer pengalaman dapat berjalan secara langsung dan berkelanjutan.
Selain pelatihan, PSB juga menyiapkan pengembangan website resmi organisasi yang akan memuat direktori pengusaha Bawean dari berbagai sektor dan daerah. Direktori ini diharapkan menjadi sarana kolaborasi bisnis, sekaligus membuka peluang kemitraan bagi peserta pelatihan yang baru merintis usaha.
Asy’ari menilai rapat perdana ini sebagai langkah awal yang positif karena seluruh pengurus telah memahami peran dan tanggung jawabnya. Namun ia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi menjalankan program.
Asy’ari berpesan agar seluruh bidang kepengurusan bersikap proaktif dan bertanggung jawab dalam menjalankan program masing-masing, sehingga PSB benar-benar memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi dan kemandirian warga Bawean.
“Kick off ini sukses, tapi yang lebih penting adalah menjaga semangat dalam jangka panjang. Karena itu, saya berharap rapat seperti ini bisa dilakukan secara rutin setiap bulan,” pungkasnya.
Editor : Amal