Kasus Pembunuhan Agen BRILink Gresik Masuk Babak Akhir, Tuntutan Jaksa Disorot Keluarga Korban

author M. Faizul

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mahfud, suami korban agen BRILink asal Desa Ima’an, Kecamatan Dukun, Gresik. (Faizul/Jurnas.net)
Mahfud, suami korban agen BRILink asal Desa Ima’an, Kecamatan Dukun, Gresik. (Faizul/Jurnas.net)

Jurnas.net - Sidang lanjutan kasus pembunuhan sadis terhadap agen BRILink asal Desa Ima’an, Kecamatan Dukun, Gresik, memasuki babak krusial. Terdakwa Midhol kini tinggal menunggu vonis majelis hakim, setelah sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman 14 tahun penjara.

Namun, alih-alih meredam luka, tuntutan tersebut justru memicu gelombang kekecewaan dan kemarahan dari keluarga korban, Wardatun Toyibah, serta warga Desa Ima’an yang memadati ruang Tirta Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Senin, 26 Januari 2026.

Sidang dengan agenda pledoi berlangsung tegang. Puluhan warga tampak memadati ruang sidang, sementara sebagian lainnya bertahan di luar pengadilan sambil membentangkan poster protes. Mereka menilai tuntutan terhadap Midhol terlalu ringan, terlebih jika dibandingkan dengan vonis terhadap Asrofin—terpidana lain dalam perkara yang sama—yang hanya dijatuhi hukuman 12 tahun penjara pada Oktober 2024. Padahal, dalam konstruksi perkara, Asrofin disebut-sebut hanya sebagai pelaksana yang bergerak atas perintah Midhol.

Ketegangan semakin memuncak ketika Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Gresik, Uwais Deffa I Qorni, menyampaikan pernyataan yang mengundang kontroversi. Menurutnya, berdasarkan fakta persidangan, otak perampokan sekaligus pembunuhan bukanlah Midhol, melainkan Asrofin.

“Dalam fakta persidangan, menurut keterangan terdakwa dan diperkuat kesaksian Asrofin di persidangan, yang menjadi otak dari kasus ini adalah saudara Asrofin,” kata Uwais kepada wartawan di PN Gresik.

Ia menegaskan, tuntutan 14 tahun penjara terhadap Midhol telah mempertimbangkan peran terdakwa, termasuk keterlibatannya sebagai eksekutor serta fakta bahwa Midhol sempat buron selama hampir satu tahun sebelum akhirnya ditangkap di kawasan kebun sawit Desa Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada akhir Juni 2025.

“Tuntutan itu sudah memperhitungkan seluruh perbuatan terdakwa, termasuk pelariannya ke Kalimantan,” jelasnya.

Pernyataan jaksa tersebut sontak menyulut emosi Mahfud, suami korban Wardatun Toyibah. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyebut narasi yang dibangun jaksa sebagai bentuk ketidakadilan dan pengaburan fakta. “Midhol itu rajanya tega. Tanya saja warga Desa Ima’an, dia selalu bikin onar. Kalau dibilang otaknya Asrofin, itu tidak benar. Ini rekayasa semua yang terjadi di pengadilan ini,” tegas Mahfud dengan suara bergetar.

Mahfud menuntut keadilan seadil-adilnya dan meminta agar Midhol dijatuhi hukuman maksimal. “Saya minta pengadilan adil. Midhol harus dihukum mati sesuai dengan perbuatannya kepada istri saya,” ujarnya penuh amarah.

Tak hanya kehilangan istri, Mahfud juga mengungkap luka mendalam yang dialami putri semata wayangnya, NZ, yang turut menjadi korban kebrutalan terdakwa. Ia memperlihatkan bekas luka sayatan senjata tajam di kaki anaknya, yang disebut dilakukan langsung oleh Midhol.

“Ini buktinya. Bekas sayatan ini dilakukan Midhol. Kalau dibilang bukan otak kejahatan, lalu ini apa?” katanya sembari menunjukkan luka tersebut.

Aksi Terencana, Bukan Kejahatan Spontan
Berdasarkan fakta penyidikan dan rekonstruksi yang digelar sebelumnya, terungkap bahwa pembunuhan Wardatun Toyibah bukanlah kejahatan spontan. Sekitar 30 adegan rekonstruksi memperlihatkan bagaimana aksi keji tersebut dirancang secara sistematis pada 16 Maret 2024.

Midhol diketahui menjadi salah satu dari tiga pelaku perampokan di rumah Mahfud. Dua pelaku lainnya adalah Sobikhul Alim dan Asrofin. Dalam aksinya, mereka menggasak uang dan barang berharga milik korban. Namun, perampokan itu berujung tragedi berdarah setelah Wardatun Toyibah dihabisi di dalam rumahnya.

Pasca kejadian, para pelaku berpencar. Sobikhul Alim sempat diperiksa polisi, namun kemudian ditemukan tewas bunuh diri dengan menenggak sianida di area persawahan Desa Wotan, Kecamatan Panceng, pada 26 Maret 2024. Sementara Asrofin ditangkap di Wonosalam, Jombang, pada 7 April 2024.

Dalam pemeriksaan, ia mengaku menerima bagian Rp8 juta dari hasil rampokan, dan menyebut Midhol sebagai pihak yang memimpin aksi tersebut. Asrofin kini telah divonis 12 tahun penjara. Adapun Midhol memilih kabur membawa sisa uang rampokan ke luar Pulau Jawa hingga akhirnya ditangkap sebagai buronan.

Vonis Ditunggu, Rasa Keadilan Dipertaruhkan

Menjelang pembacaan vonis pekan depan oleh majelis hakim yang diketuai Hakim Etri Widayati, keluarga korban bersama warga Desa Ima’an kembali membentangkan spanduk tuntutan keadilan di area Pengadilan Negeri Gresik.
Bagi mereka, putusan hakim bukan sekadar soal hukum, melainkan ujian atas keberpihakan negara terhadap korban kejahatan luar biasa.

Berita Terbaru

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …