Polisi Utamakan Forensik Ilmiah dalam Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi polisi selidiki dugaan pembunuhan satu keluarga ditemukan tewas di rumah di Situbondo.
Ilustrasi polisi selidiki dugaan pembunuhan satu keluarga ditemukan tewas di rumah di Situbondo.

Jurnas.net - Dua pekan setelah kasus pembunuhan satu keluarga di Situbondo mengguncang warga Besuki, aparat kepolisian memilih bergerak hati-hati. Alih-alih buru-buru menyimpulkan tersangka, penyidik Polda Jawa Timur menempatkan pendekatan ilmiah forensik sebagai kunci utama pengungkapan kasus ini, guna menghindari kesalahan identifikasi pelaku dan maraknya spekulasi di masyarakat.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur menyampaikan, hingga kini penyidik telah memeriksa 15 orang saksi dari berbagai latar belakang. Pemeriksaan dilakukan untuk merangkai kronologi secara objektif, bukan sekadar mengikuti opini yang berkembang.

“Masih proses penyelidikan ya. Sabar ya,” ujar Jumhur saat dikonfirmasi, Jumat, 9 Januari 2026.

Menurut dia, titik berat penyidikan saat ini berada pada hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Inafis, serta Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur. Hasil uji ilmiah tersebut diharapkan memberi petunjuk kuat mengenai jejak biologis, sidik jari, hingga pola luka, sehingga dugaan pelaku tidak hanya bertumpu pada asumsi.

Polisi juga mengingatkan bahwa kasus ini sensitif karena melibatkan satu keluarga sebagai korban. Oleh sebab itu, penyidik menekankan pentingnya menunggu hasil resmi agar tidak muncul fitnah, stigma, maupun prasangka terhadap warga sekitar.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 28 Desember 2025 sekitar pukul 07.00 WIB. Tiga orang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki. Mereka adalah Muhammad Hasim (58),
istrinya Suningsih (38), dan anak perempuannya Umi Rahmania (18).

Hasim ditemukan di area antara dapur dan kamar mandi, sementara Suningsih dan Umi Rahmania ditemukan di dalam kamar. Ketiganya mengalami luka senjata tajam pada bagian leher.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain sebilah pisau di dalam bak kamar mandi, lima unit telepon genggam, 
barang-barang tersebut kini tengah dianalisis Labfor, termasuk kemungkinan jejak DNA, sidik jari, dan data digital dari ponsel, yang sering kali menjadi penentu dalam pembuktian modern.

Meski telah banyak saksi diperiksa, polisi belum mengumumkan motif maupun calon tersangka. Polda Jawa Timur menegaskan, akurasi dan akuntabilitas hukum lebih diutamakan ketimbang kecepatan menyebut pelaku.

Berita Terbaru

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan …