Komodo KBS Akan Dilepasliarkan ke NTT untuk Perkuat Konservasi Nasional

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS). (Humas Pemkot Surabaya)
Suasana satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS). (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) menegaskan transformasinya sebagai lembaga konservasi satwa, tidak semata destinasi wisata edukatif. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dipersiapkan adalah rencana pelepasliaran (restocking) komodo ke habitat aslinya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti, menyampaikan bahwa program pelepasliaran tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang KBS dalam mendukung pelestarian satwa endemik Indonesia yang dilindungi.

“Saat ini kami sedang menyiapkan rencana pelepasliaran komodo. Beberapa individu akan kami usulkan untuk di-restocking kembali ke habitat alaminya, baik di Pulau Komodo maupun Pulau Flores,” ujar Nurika, Jumat, 13 Februari 2026.

Pada tahap awal, PDTS KBS mengusulkan pelepasliaran sekitar empat hingga lima ekor komodo. Proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kondisi fisik, perilaku alami, serta komposisi jenis kelamin (sex ratio) agar satwa mampu beradaptasi dan bertahan hidup di alam liar.

“Masih dalam tahap identifikasi. Kami harus memastikan komodo yang dilepasliarkan benar-benar siap, melalui perawatan intensif dan proses habituasi sebelum kembali ke habitat aslinya,” jelasnya.

Nurika menambahkan, KBS saat ini dikenal sebagai salah satu pusat pengembangbiakan komodo terbesar di Indonesia, dengan populasi mencapai sekitar 80 ekor, yang sebagian besar berada pada fase remaja hingga dewasa. Kondisi ini menjadi modal penting bagi KBS untuk berkontribusi langsung dalam menjaga keberlanjutan populasi komodo di alam.

Dari sisi prosedural, rencana pelepasliaran telah memasuki tahap administratif. PDTS KBS telah mengajukan usulan resmi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur untuk kemudian diteruskan ke kementerian terkait. “Kami sudah mengajukan secara resmi. Saat ini tinggal menunggu tahapan lanjutan dan persetujuan dari pemerintah pusat,” kata Nurika.

Meski belum dapat memastikan waktu pelaksanaan, pihak KBS optimistis program tersebut dapat direalisasikan. Pasalnya, komodo merupakan satwa prioritas nasional yang mendapat perhatian khusus dalam kebijakan konservasi pemerintah.

Sementara itu, dari sektor pariwisata, KBS juga mencatat kinerja positif. Dalam dua tahun terakhir, jumlah pengunjung menunjukkan tren peningkatan. Pada 2024, total pengunjung tercatat sekitar 1.994.000 orang, meningkat menjadi sekitar 2.101.000 pengunjung pada 2025, atau naik 5–10 persen. “Kenaikan ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap KBS terus tumbuh,” ujar Nurika.

Peningkatan kunjungan tersebut didorong oleh pengembangan wahana baru, seperti gokart dan kereta hutan, serta keberhasilan program pengembangbiakan satwa. Salah satunya adalah kapibara, yang populasinya berkembang pesat dari awalnya sepasang menjadi sekitar delapan ekor dalam waktu relatif singkat.

“Ke depan, kami akan terus mengupayakan regenerasi satwa lainnya agar siklus konservasi berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.

Berita Terbaru

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memfasilitasi masyarakat untuk memperbarui data desil agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi s…

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendorong pengurangan sampah dari sumbernya dengan mengembangkan ekosistem produk guna ulang atau r…

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Jurnas.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima kawasan pegunungan di Jawa…

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Jurnas.net – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, diperkuat dengan operasi udara. Helikopter water bombing m…

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Jurnas.net — Tumpukan sampah rumah tangga selama 16 hari di Kedungdoro Gang III, RT 3/RW 11, Kelurahan Sawahan, Surabaya, akhirnya ditangani Pemerintah Kota (…

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Jurnas.net — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan komitmen partainya untuk membuka ruang politik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa m…