Surabaya Gandeng Jepang: Siapkan UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Program Review Pendampingan Pengembangan Usaha Mikro. (Humas Pemkot Surabaya)
Program Review Pendampingan Pengembangan Usaha Mikro. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Komitmen memperkuat sektor usaha mikro terus ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui kolaborasi internasional dengan Koso Nippon, lembaga independen asal Jepang yang fokus pada reformasi kebijakan publik dan evaluasi program pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam Program Review Pendampingan Pengembangan Usaha Mikro yang digelar di Ruang Praban Lantai 3 Kantor Bappeda Kota Surabaya, Jumat, 13 Februari 2026.

Program ini menjadi bagian dari strategi besar Surabaya untuk memastikan kebijakan pemberdayaan UMKM berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab tantangan ekonomi global.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, Surabaya terus memperluas jejaring global guna meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal sekaligus kualitas sumber daya manusia. Kepala Bappeda Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menegaskan bahwa keterlibatan warga dalam proses review merupakan praktik perencanaan pembangunan yang progresif dan inklusif.

“Partisipasi masyarakat penting agar kebijakan yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan lapangan. Evaluasi yang terbuka dan jujur menjadi fondasi perbaikan berkelanjutan,” kata Irvan.

Menurutnya, diskusi bersama mitra Jepang ini bukan sekadar forum akademik, melainkan momentum strategis untuk memperkuat akses pasar, meningkatkan kualitas produk, serta membuka peluang kolaborasi dan investasi bagi UMKM Surabaya. Hasil evaluasi akan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan agar program pendampingan semakin terukur dan berdampak nyata.

“Kami ingin forum ini menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa langsung ditindaklanjuti oleh perangkat daerah dan mitra terkait,” tegasnya. 

Kerjasama ini telah berlangsung secara berkelanjutan. Dua tahun lalu, review difokuskan pada program permakanan, dilanjutkan program lansia pada tahun berikutnya, dan pada 2026 diarahkan pada pendampingan UMKM. Pemilihan sektor UMKM dinilai strategis karena menjadi tulang punggung ekonomi daerah sekaligus sektor paling tangguh menghadapi gejolak global dan geopolitik.

Pascapandemi, UMKM Surabaya terbukti mampu bertahan dan terus berkembang. Saat ini, tercatat 13.329 UMKM berada dalam skema pendampingan Pemkot Surabaya, dengan target seluruhnya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) serta memperoleh penguatan usaha agar mampu naik kelas dan meningkatkan omzet.
Proses review juga memberi ruang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan.

Warga dinilai paling memahami efektivitas program karena berperan sebagai penerima manfaat sekaligus konsumen. Pendekatan heptahelix pun diterapkan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, sehingga penilaian program menjadi lebih objektif dan relevan.

Salah satu capaian konkret pendampingan UMKM terlihat melalui digitalisasi lewat aplikasi e-PEKEN. Dalam kurun Oktober 2021 hingga Januari 2026, omzet transaksi e-PEKEN tercatat menembus Rp223,2 miliar dan memberdayakan 4.852 pelaku usaha. “Ke depan, pasar UMKM tidak hanya bertumpu pada ASN, tetapi juga masyarakat luas. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, empat yang paling menonjol di Surabaya adalah kuliner, fesyen, kriya, dan seni pertunjukan,” jelas Irvan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Surabaya, Tatik Lely Juwita, menekankan bahwa review ini menjadi instrumen penting untuk memastikan pendampingan tetap relevan dan adaptif.

Pendampingan UMKM mencakup aspek legalitas, kelembagaan, peningkatan kualitas SDM, hingga pemasaran. Sepanjang 2025, sebanyak 4.409 UMKM difasilitasi memperoleh sertifikat halal dan 1.141 UMKM telah memiliki sertifikat merek, seluruhnya ditanggung oleh Pemkot Surabaya.

Setelah legalitas terpenuhi, UMKM diarahkan pada diversifikasi produk, peningkatan kualitas, inovasi kemasan, serta perluasan pasar melalui pelatihan, konsultasi, pameran lokal hingga nasional, termasuk ajang Inacraft di Jakarta. Kolaborasi antarpelaku UMKM pun terus didorong untuk menciptakan produk bernilai tambah.

Program Manager Koso Nippon, Taki Kitada, menyebut Surabaya sebagai daerah percontohan penting. Enam tahun lalu, Surabaya menjadi salah satu kota uji coba program review di Indonesia. “Pendampingan UMKM tahun ini sepenuhnya merupakan inisiatif Pemkot Surabaya. Kami mendukung proses review dan monitoring agar hasilnya berkelanjutan,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Oleh: Ahmad Ajib Ridlwan Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, serta Guru Besar Bidang Kewirausahaan Sosial Islam FEB Unesa Sekitar pukul…

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Jurnas.net - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mulai melontarkan kans juara timnya usai menang atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Kabupaten…

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…