Gus Ipul Temui Bupati Pasuruan Bahas Pemutakhiran Data Tunggal

author M. Saifulloh

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat audiensi dengan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Ketua PCNU Pasuruan Imron Mutamakkin.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat audiensi dengan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Ketua PCNU Pasuruan Imron Mutamakkin.

JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menemui Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo membahas pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama penyaluran bansos, rekrutmen siswa Sekolah Rakyat, serta program-program pemberdayaan lainnya. Penyamaan persepsi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program.

Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Kementerian Sosial, Kamis (5/3/2026) tersebut, Rusdi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan Arma Rosallina, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Pasuruan Ani Latifah, Sekretaris Bapperida Kabupaten Pasuruan Kokok Adi Prayogo, Tim P3D (Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah) Rohani Siswanto, Ketua Yayasan RSNU Kabupaten Pasuruan Farid Syauqi dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pasuruan Imron Mutamakkin.

Membuka pertemuan, Gus Ipul memaparkan masih banyak persoalan sosial di masyarakat yang tidak tertangani lantaran ketiadaan data. “Banyak orang yang sebenarnya sedang kesakitan, tetapi kita tidak tahu karena tidak masuk dalam data. Ada murid pesantren yang kesulitan membayar kebutuhan operasional, ada juga anak yang belum pernah sekolah. Bagaimana pemerintah mau menjangkau kalau datanya tidak ada,” katanya.

Ia menjelaskan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo, Indonesia telah memiliki DTSEN yang menjadi rujukan berbagai program bantuan. Namun, data tersebut belum sempurna dan harus terus dimutakhirkan secara berkala karena kondisi masyarakat bersifat dinamis.

“Problem kita selama ini adalah data tidak masuk atau tidak diperbarui. Dulu ada ego sektoral, setiap daerah punya data sendiri-sendiri. Sekarang kita menuju data tunggal, tetapi tetap harus dimutakhirkan,” jelasnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa masyarakat juga dapat berperan aktif dalam proses pemutakhiran data melalui berbagai jalur, baik formal maupun nonformal, termasuk melalui sistem SIKS NG maupun aplikasi Cek Bansos.

Selain pemutakhiran data, pertemuan juga membahas perkembangan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi miniatur program pengentasan kemiskinan. “Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi bagian dari miniatur pengentasan kemiskinan,” katanya.

Ia mencontohkan kisah seorang anak bernama Naila yang berasal dari keluarga Desil 1. Setelah mengikuti program Sekolah Rakyat selama tujuh bulan, kondisi keluarganya mulai membaik dan dia terlihat lebih ceria sekarang. 

“Rumahnya diperbaiki, orang tuanya diberdayakan. Anak ini bisa sekolah dengan baik dan keluarganya perlahan naik kelas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran bantuan sosial. Menurutnya, bansos harus mampu memberdayakan penerima manfaat, bukan hanya menjadi bantuan sementara.

“Kita ingin bansos ini tepat sasaran dan bisa memotivasi penerima manfaat untuk bangkit. Karena bansos sifatnya sementara,” katanya.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyambut baik tiga program prioritas ini. Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan kini memperkuat pemutakhiran data sosial agar berbagai program pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Untuk menyinkronkan data, kita sudah membangun command center sehingga kita tahu siapa yang memang berhak menerima bantuan dan siapa yang tidak atau tidak tepat sasaran,” ujar Rusdi. 

Tag :

Berita Terbaru

DPKP Surabaya Catat Kebakaran Meningkat Akibat Kemarau Ekstrem

DPKP Surabaya Catat Kebakaran Meningkat Akibat Kemarau Ekstrem

Rabu, 16 Sep 2026 16:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 16:43 WIB

Jurnas.net - Cuaca panas berkepanjangan mulai meningkatkan ancaman kebakaran di Kota Surabaya. Rumput dan alang-alang yang mengering di berbagai lahan terbuka,…

SRC 2026 Diikuti 33 Cabor, Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027

SRC 2026 Diikuti 33 Cabor, Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027

Rabu, 16 Sep 2026 16:32 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya mulai memanaskan mesin pembinaan atlet menjelang…

Gus Kikin dan Tantangan Kebangkitan Gelombang Kedua NU

Gus Kikin dan Tantangan Kebangkitan Gelombang Kedua NU

Rabu, 16 Sep 2026 08:32 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 08:32 WIB

Oleh : Abdul Khalid Boyan Peneliti LPPM Universitas Arya Wangsa (UAW)    Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, sebagai Ketua Umum …

Pelayaran ke Bawean Lumpuh Akibat Cuaca Buruk, Jenazah Dipulangkan Pakai Perahu Nelayan

Pelayaran ke Bawean Lumpuh Akibat Cuaca Buruk, Jenazah Dipulangkan Pakai Perahu Nelayan

Selasa, 15 Sep 2026 20:16 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 20:16 WIB

Jurnas.net - Gelombang tinggi kembali mengganggu akses transportasi laut menuju Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sejak Jumat (11/9/2026), dua kapal…

Dengar Masukan Tenant, Direksi SIER Pastikan Kawasan Industri Tetap Aman dan Nyaman

Dengar Masukan Tenant, Direksi SIER Pastikan Kawasan Industri Tetap Aman dan Nyaman

Selasa, 15 Sep 2026 18:26 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 18:26 WIB

Jurnas.net – Jajaran Direksi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) turun langsung menemui sejumlah tenant melalui program BOD Visit Tenant. Selain m…

Ratusan Anak-anak di Jepara Sulap Serbuk Kayu jadi Lukisan

Ratusan Anak-anak di Jepara Sulap Serbuk Kayu jadi Lukisan

Selasa, 15 Sep 2026 17:56 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 17:56 WIB

Jurnas.net - Sebanyak 150 anak dari seluruh kecamatan di Jepara mengikuti lomba kolase. Mereka menggunakan serbuk kayu sebagai bahan baku berkarya. Ketua…