Surabaya Job Fair 2026: Ribuan Lowongan Dibuka, Warga Lokal Jadi Prioritas Utama

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Masyarakat antusias mencari kerja pada Job Fair 2026 di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Masyarakat antusias mencari kerja pada Job Fair 2026 di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat kebijakan pro-warga lokal dengan mendorong penciptaan lapangan kerja berbasis industri dan ekspor. Melalui kolaborasi dengan sektor usaha hingga penyelenggaraan bursa kerja, peluang ekonomi dipastikan lebih banyak dinikmati warga ber-KTP Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa strategi ini dirancang untuk memastikan warga lokal menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi kota, mulai dari penyedia bahan baku hingga tenaga kerja industri.

Salah satu langkah konkret adalah penandatanganan kerja sama (MoU) dengan sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeca). Melalui kerja sama ini, kebutuhan bahan baku seperti sayur dan komoditas lainnya dipasok oleh warga Surabaya sendiri.

“Sudah ada kesepakatan dengan Horeca. Maka warga Surabaya harus mengambil peran dalam peluang ini,” kata Eri, Senin, 6 April 2026.

Pemkot tidak hanya membuka peluang, tetapi juga menyiapkan pelatihan dan pendampingan, khususnya bagi generasi muda, agar mampu memenuhi standar kebutuhan industri tersebut. Selain itu, Pemkot juga menggelar Surabaya Job Fair dengan lebih dari 1.000 lowongan kerja. Menariknya, sebagian peluang tersebut terhubung dengan pasar ekspor, sehingga membuka kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat dalam rantai ekonomi global.

“Di job fair ini ada juga peluang yang berkaitan dengan ekspor. Ini kesempatan bagi warga Surabaya untuk naik kelas,” jelas Eri, yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia.

Ia menambahkan, permintaan tenaga kerja untuk sektor ekspor masih cukup tinggi. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi kunci untuk mengisi kebutuhan tersebut sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Meski membuka peluang luas, Pemkot menegaskan prioritas utama tetap diberikan kepada warga ber-KTP Surabaya yang telah lama berdomisili. “Orang Surabaya harus bisa bekerja. Kami utamakan warga dengan KTP lama, bukan yang baru masuk,” tegasnya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkot dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat fondasi industri lokal. Upaya tersebut dikemas dalam gelaran Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival yang mengintegrasikan penciptaan lapangan kerja dengan penguatan ekspor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas ekspor akan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. “Kalau industri kita tembus pasar ekspor, otomatis kebutuhan produksi meningkat dan lapangan kerja ikut terbuka,” ujarnya.

Ia mengakui, sejumlah produk lokal sebenarnya sudah layak ekspor, namun masih perlu penguatan pada aspek kemasan, presentasi, serta kemampuan komunikasi, termasuk bahasa Inggris.

Rangkaian utama SIL Festival akan berlangsung pada 7–8 April 2026, menghadirkan job fair dan forum ekspor. Wawancara kerja dilakukan langsung di Balai Pemuda Surabaya pada 7 April, lalu dilanjutkan di Grand City Surabaya pada 8 April bagi peserta yang lolos seleksi awal.

Tak hanya itu, forum ekspor akan mempertemukan pelaku industri dengan buyer dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Brunei Darussalam, dan Pakistan yang hadir langsung, serta Oman, Hong Kong, dan Singapura secara daring. “Yang kami dorong adalah terjadinya matching antara buyer dan pelaku industri. Jika itu terjadi, dampaknya langsung pada pembukaan lapangan kerja,” pungkas Hebi.

Berita Terbaru

Kisah Anak Tukang Bangunan Jadi Mahasiswa Berprestasi di UGM

Kisah Anak Tukang Bangunan Jadi Mahasiswa Berprestasi di UGM

Sabtu, 18 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 18 Apr 2026 13:00 WIB

Jurnas.net - Debu proyek masih akrab di ingatannya. Tangan yang pernah terluka karena merakit besi tulangan, kini justru meraih prestasi. Alfath Qornain Isnan Y…

PSIM Perpanjang Laga Tanpa Kemenangan Usai Dibekuk Bhayangkara FC

PSIM Perpanjang Laga Tanpa Kemenangan Usai Dibekuk Bhayangkara FC

Jumat, 17 Apr 2026 19:30 WIB

Jumat, 17 Apr 2026 19:30 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta gagal memutus rantai hasil buruk dalam lanjutan Super League 2025/2026. Bertandang di Stadion Sumpah Pemuda melawan Bhayangkara FC,…

Skandal Pungli ESDM Terbongkar, DPRD Desak Pemprov Jatim Bersih-bersih Total Perizinan Tambang

Skandal Pungli ESDM Terbongkar, DPRD Desak Pemprov Jatim Bersih-bersih Total Perizinan Tambang

Jumat, 17 Apr 2026 17:32 WIB

Jumat, 17 Apr 2026 17:32 WIB

Jurnas.net – Terbongkarnya dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam perizinan tambang di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, m…

Kuasa Hukum Sugiri Sancoko Hindari Substansi, Fokus Serang Dakwaan Teknis Minim Fakta

Kuasa Hukum Sugiri Sancoko Hindari Substansi, Fokus Serang Dakwaan Teknis Minim Fakta

Jumat, 17 Apr 2026 15:13 WIB

Jumat, 17 Apr 2026 15:13 WIB

Jurnas.net – Alih-alih membantah substansi perkara, tim penasihat hukum Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko, justru memilih menyerang formil surat dakwaan …

Tandang ke Lampung, PSIM Yogyakarta Waspadai Transisi Cepat Bhayangkara FC

Tandang ke Lampung, PSIM Yogyakarta Waspadai Transisi Cepat Bhayangkara FC

Jumat, 17 Apr 2026 12:48 WIB

Jumat, 17 Apr 2026 12:48 WIB

Jurnas.net – Skuad PSIM Yogyakarta dijadwalkan melakoni laga tandang lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung pada Jumat, 17 Apr…

Mandiling Hidupkan Rindu Perantau, Warga Bawean Sulap Gresik Jadi Panggung Budaya

Mandiling Hidupkan Rindu Perantau, Warga Bawean Sulap Gresik Jadi Panggung Budaya

Jumat, 17 Apr 2026 09:23 WIB

Jumat, 17 Apr 2026 09:23 WIB

Jurnas.net - Di tengah hiruk-pikuk kawasan Bandar Grissee, suasana mendadak berubah hangat. Bukan sekadar pertunjukan, seni musik Mandiling asal Pulau Bawean…