Pelajar SMK Kudus Surati Prabowo, Minta Jatah MBG Dialihkan Demi Kesejahteraan Guru

author A. Mustaqim

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Muhammad Rafif Arsya Maulidi, siswa kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus, Jawa Tengah. (Istimewa)
Muhammad Rafif Arsya Maulidi, siswa kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus, Jawa Tengah. (Istimewa)

Jurnas.net — Sebuah suara tulus datang dari kalangan pelajar. Seorang siswa kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus, Muhammad Rafif Arsya Maulidi, menyampaikan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam surat tersebut, Rafif secara tegas meminta agar jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya ia terima, dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Dalam suratnya, Rafif memperkenalkan dirinya sebagai anak dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Sejak kecil, ia mengaku dididik untuk menghormati orang-orang yang berjasa dalam hidupnya, terutama para guru.

“Setelah orang tua, guru adalah sosok yang paling saya hormati,” tulis Rafif, dikutip Jurnas.net, Senin, 6 April 2026.

Ia menegaskan bahwa guru, ustadz, dan kiai memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, serta akhlaknya. Namun di balik rasa hormat tersebut, Rafif mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi para guru, termasuk di sekolahnya sendiri.

Ia menilai masih banyak tenaga pendidik yang mengabdi dengan penuh dedikasi, tetapi belum mendapatkan kesejahteraan yang layak. Di sisi lain, pemerintah saat ini tengah menggulirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran besar sebagai bagian dari kebijakan nasional.

Menyikapi hal tersebut, Rafif menyampaikan sikap yang tidak biasa: ia secara sukarela menolak jatah MBG untuk dirinya. “Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya,” tulisnya.

Rafif bahkan menghitung secara sederhana nilai manfaat yang bisa dialihkan tersebut. Dengan estimasi masa belajar sekitar 18 bulan, 25 hari per bulan, dan nilai Rp15.000 per hari, total dana yang ia relakan mencapai sekitar Rp6.750.000.

Bagi Rafif, jumlah tersebut mungkin tidak terlalu berdampak besar bagi dirinya secara pribadi, tetapi ia meyakini bahwa hal itu dapat menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para guru yang selama ini mengabdi tanpa pamrih.

Surat untuk Presiden RI Prabowo dari siswa kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus, Muhammad Rafif Arsya Maulidi. (Istimewa)Surat untuk Presiden RI Prabowo dari siswa kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus, Muhammad Rafif Arsya Maulidi. (Istimewa)

Tak hanya menyampaikan aspirasi pribadi, Rafif juga mengajak pelajar lain untuk ikut bersuara. Ia menilai sudah saatnya generasi muda menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa. “Sudah saatnya kita menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru,” tegasnya.

Rafif juga menekankan bahwa surat yang ia tulis bukanlah bentuk penolakan terhadap pemerintah atau program MBG secara keseluruhan. Sebaliknya, ia menyebut langkah tersebut sebagai wujud kepedulian dan kontribusi seorang pelajar terhadap dunia pendidikan.

Ia berharap aspirasi sederhana ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan ke depan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan guru.

Surat Rafif pun menjadi sorotan karena mencerminkan empati, keberanian, dan kepedulian seorang pelajar terhadap isu yang selama ini menjadi perhatian publik, di mana kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia masih miris dan butuh perhatian serius.

Berita Terbaru

46 Tersangka Sindikat Love Scamming Internasional Segera Diadili di Surabaya, Ini Modusnya

46 Tersangka Sindikat Love Scamming Internasional Segera Diadili di Surabaya, Ini Modusnya

Rabu, 19 Agu 2026 19:37 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 19:37 WIB

Jurnas.net - Kasus penipuan daring bermodus asmara atau love scamming yang melibatkan sindikat kejahatan siber internasional memasuki babak baru. Penyidik…

Saatnya Indonesia Memikirkan Rumah Pasca Bencana

Saatnya Indonesia Memikirkan Rumah Pasca Bencana

Rabu, 19 Agu 2026 18:26 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 18:26 WIB

RUCANA, gagasan rumah tumbuh yang disiapkan sejak masa tanggap darurat Oleh: Ar. Akhmad Fatah Yasin, IAI (Afys) Setiap kali terjadi bencana besar, perhatian…

PKS Desak Pemprov Jatim Prioritaskan TPG Rp274,57 Miliar: Jangan Abaikan Hak dan Kesejahteraan Guru

PKS Desak Pemprov Jatim Prioritaskan TPG Rp274,57 Miliar: Jangan Abaikan Hak dan Kesejahteraan Guru

Rabu, 19 Agu 2026 15:33 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:33 WIB

Jurnas.net — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Timur menyoroti belum tuntasnya pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), termasuk komponen T…

Surabaya Gelar Lomba Kampung Pancasila, 4 Pilar Jadi Dasar dan Penilaian Hingga Desember

Surabaya Gelar Lomba Kampung Pancasila, 4 Pilar Jadi Dasar dan Penilaian Hingga Desember

Rabu, 19 Agu 2026 14:18 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 14:18 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelar Lomba Kampung Pancasila mulai September hingga Desember 2026. Sebanyak 1.360 RW yang tersebar di 1…

Jelang Kick-off Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan Venue

Jelang Kick-off Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan Venue

Rabu, 19 Agu 2026 13:36 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 13:36 WIB

Jurnas.net — Turnamen Mini Soccer 2026 yang memperebutkan Piala Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia memasuki tahap akhir persiapan. DPD Partai Golkar Jawa T…

Tak Boleh Parkir Sembarangan, RW di Surabaya Terapkan Denda Rp500.000 Mulai Pukul 22.00

Tak Boleh Parkir Sembarangan, RW di Surabaya Terapkan Denda Rp500.000 Mulai Pukul 22.00

Rabu, 19 Agu 2026 09:21 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 09:21 WIB

Jurnas.net — Jalan lingkungan di kawasan permukiman sering kali berubah fungsi menjadi tempat parkir ketika ketersediaan lahan di rumah warga terbatas. Kondisi …