Ali Mufthi Tantang IMM-KOPRI PMII Jatim Perkuat Jati Diri dan Kuasai Ilmu Hadapi Dinamika Bangsa

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menerima kunjungan aktivis IMM dan PMII Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menerima kunjungan aktivis IMM dan PMII Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Kunjungan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan KOPRI PMII Jawa Timur (Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri) Jawa Timur ke kantor DPD Partai Golkar Jatim bukan sekadar ajang silaturahmi. Pertemuan itu menjadi ruang dialektika tentang arah kebangsaan, peran mahasiswa, dan posisi partai politik dalam merawat nilai-nilai ideologi di tengah dinamika zaman.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan bahwa mahasiswa dan pemuda tidak boleh kehilangan jati diri di tengah derasnya arus perubahan sosial dan politik. Menurutnya, generasi muda justru harus tampil sebagai penjaga nalar kritis sekaligus fondasi kebangsaan.

“Mahasiswa dan pemuda harus menempa diri, punya jati diri yang kuat. Bekal utama itu ilmu pengetahuan. Tanpa itu, mereka akan mudah terseret arus tanpa arah,” kata Ali, saat menerima rombongan aktivis IMM dan PMII Jawa Timur di DPD Partai Golkar Jatim di Surabaya, pada Sabtu, 11 April 2026.

Ia menilai di tengah kompleksitas persoalan bangsa mulai dari polarisasi sosial hingga tantangan global, ilmu pengetahuan menjadi alat utama bagi mahasiswa untuk memilah dan menentukan sikap kebangsaan secara rasional. Bukan sekadar ikut arus, melainkan mampu merumuskan format kebangsaan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dalam forum tersebut, Ali Mufthi juga menyinggung pandangan cendekiawan Yudi Latif yang menyebut bahwa Partai Golkar merupakan satu-satunya partai yang mampu mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila dalam praktik politik.

Pernyataan itu, menurut Ali, bukan untuk menegaskan dominasi, melainkan menjadi refleksi bahwa politik seharusnya berjalan seiring dengan nilai-nilai ideologis bangsa.

“Pancasila bukan sekadar simbol. Ia harus hidup dalam kebijakan, dalam sikap politik, dan dalam keberpihakan kepada rakyat. Itu yang harus terus kita jaga bersama, termasuk oleh mahasiswa,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mendorong mahasiswa agar tidak alergi terhadap politik. Justru, kata dia, mahasiswa harus masuk dalam ruang-ruang strategis untuk memastikan arah kebijakan tetap berpijak pada nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan persatuan.

Pertemuan tersebut juga mencerminkan adanya upaya membangun jembatan antara gerakan mahasiswa dan partai politik. IMM dan PMII sebagai representasi kekuatan intelektual muda dinilai memiliki peran penting dalam mengawal demokrasi agar tetap sehat dan substantif.

Ali menyampaikan pesan kepada para aktivis itu, bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh elite politik, tetapi juga oleh kualitas generasi mudanya. “Kalau mahasiswa kuat secara intelektual dan punya jati diri, maka bangsa ini punya arah. Tapi kalau lemah, maka kita hanya akan jadi penonton di negeri sendiri,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jurnas.net – Dua pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Barat memberikan klarifikasi setelah nama mereka dikaitkan dengan kegiatan di Jakarta yang disebut …

Surat Ringan "Syarat Pendidikan Pejabat Publik Yang Dipilih"

Surat Ringan "Syarat Pendidikan Pejabat Publik Yang Dipilih"

Kamis, 08 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:29 WIB

Oleh: Anas Urbaningrum Ini bukan tentang siapanya, tidak terkait dengan orangnya. Jika menyebut nama, sekadar contoh mempermudah mencerna pengertian. Tetapi,…

Putusan Pencalonan Wapres Gibran Jadi Persoalan Serius Ketatanegaraan

Putusan Pencalonan Wapres Gibran Jadi Persoalan Serius Ketatanegaraan

Rabu, 07 Okt 2026 15:09 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 15:09 WIB

Jurnas.net - Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus perkara terkait persoalan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka dalam pencalonan Wakil Presiden Tahun…

Dugaan Politik Uang Muktamar NU, PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Serahkan Bukti ke KPK

Dugaan Politik Uang Muktamar NU, PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Serahkan Bukti ke KPK

Rabu, 07 Okt 2026 12:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 12:35 WIB

Jurnas.net — Polemik dugaan politik uang dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki babak baru. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten S…

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Sebut Ada Pembahasan DP hingga Pelunasan

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Sebut Ada Pembahasan DP hingga Pelunasan

Rabu, 07 Okt 2026 08:44 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 08:44 WIB

Jurnas.net - Dugaan praktik politik uang dan transaksi jual beli suara dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) kembali menjadi sorotan. Aktivis Nahdliyin, Haji…