BSSN: Manipulasi Informasi di Ruang Siber Kini Jadi Ancaman Serius Stabilitas Nasional

author Rhobi Shani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kegiatan Gaskeun Camp di Bandung, Kamis, 23 April 2026
Kegiatan Gaskeun Camp di Bandung, Kamis, 23 April 2026

Jurnas.net – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan bahwa ancaman siber saat ini tidak lagi hanya mengincar kerusakan sistem teknologi, tetapi telah merambah pada manipulasi pikiran publik dan kohesi sosial. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN, Brigjen TNI Berty B.W. Sumakud, dalam kegiatan Gaskeun Camp di Bandung, Kamis, 23 April 2026.

Brigjen Berty mengungkapkan bahwa konflik modern di era digital sering kali dimulai tanpa senjata fisik, melainkan melalui serangan narasi.

"Banyak konflik justru diawali dengan narasi palsu, propaganda digital, penggunaan bot, hingga manipulasi algoritma. Target utamanya adalah emosi masyarakat, opini publik, dan stabilitas nasional," ujar Berty di hadapan sekitar 200 peserta yang terdiri dari pengelola media center, akademisi, hingga generasi muda.

BSSN menyoroti munculnya fenomena Foreign Information Manipulation and Interference (FIMI). FIMI merupakan upaya manipulasi informasi yang terkoordinasi oleh aktor asing untuk memengaruhi proses politik dan situasi sosial suatu negara.

Menurut Berty, ketika kepercayaan masyarakat diserang melalui disinformasi, ketahanan negara secara otomatis akan melemah. Oleh karena itu, keamanan siber kini harus dimaknai sebagai upaya menjaga ketahanan masyarakat dalam menghadapi operasi informasi yang memecah belah.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Nursodik Gunarjo, mendorong pelajar dan mahasiswa untuk menjadi digital patriot. Ia mengajak generasi muda aktif melawan disinformasi dengan menjadikan sumber resmi, seperti portal indonesia.go.id, sebagai referensi utama.

BSSN juga menekankan pentingnya konsep Pertahanan Semesta yang berbasis pada partisipasi seluruh rakyat. Generasi muda dianggap memiliki posisi strategis karena peran ganda mereka sebagai konsumen sekaligus produsen konten.

Langkah Strategis Menjaga Ruang Siber

Untuk menghadapi ancaman yang kian kompleks, BSSN secara rutin menggelar kegiatan literasi digital dengan melibatkan pakar nasional maupun mitra internasional, seperti dari Inggris Raya dan Uni Eropa. Langkah-langkah utama yang ditekankan kepada masyarakat, salah satunya verifikasi informasi dengan membudayakan cek fakta sebelum membagikan konten.

Kemudian, menebar narasi positif dengan aktif menyebarkan konten edukatif yang memperkuat persatuan. Kemudian, meningkatkan kemampuan literasi digital dengan meningkatkan kesadaran akan keamanan data dan informasi pribadi.

"Nasionalisme di era digital diwujudkan melalui kepedulian menjaga informasi, persatuan, dan ketahanan bangsa," jelas Berty.

 

Berita Terbaru

Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

Selasa, 28 Apr 2026 08:39 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 08:39 WIB

Jurnas.net – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan respons tegas terkait kasus kekerasan anak yang terjadi di dayc…

Investasi Jangka Panjang, Sihar Sitorus Ingatkan Program MBG Harus Tepat Sasaran dan Jaga Kualitas Makanan

Investasi Jangka Panjang, Sihar Sitorus Ingatkan Program MBG Harus Tepat Sasaran dan Jaga Kualitas Makanan

Selasa, 28 Apr 2026 07:35 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 07:35 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar P. H. Sitorus menegaskan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tepat sasaran dan menjaga kualitas makanan…

Kekerasan Anak di Little Aresha Jadi Kasus ke Lima dalam Tiga Tahun

Kekerasan Anak di Little Aresha Jadi Kasus ke Lima dalam Tiga Tahun

Selasa, 28 Apr 2026 05:49 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 05:49 WIB

Jurnas.net - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta jadi yang ke lima di Indonesia dalam ti…

Kasus Kekerasan Anak Mencuat, Pemerintah Didesak Perketat Izin dan Pengawasan Daycare

Kasus Kekerasan Anak Mencuat, Pemerintah Didesak Perketat Izin dan Pengawasan Daycare

Minggu, 26 Apr 2026 19:31 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 19:31 WIB

Jurnas.net - Predikat Yogyakarta sebagai kota pendidikan kini tengah diuji menyusul mencuatnya kasus kekerasan anak di salah satu lembaga penitipan anak, Daycar…

Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Pemerintah DIY Jamin Pendampingan Korban dan Evaluasi Perizinan

Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Pemerintah DIY Jamin Pendampingan Korban dan Evaluasi Perizinan

Minggu, 26 Apr 2026 16:57 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 16:57 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) menyatakan…

53 Anak Balita Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha

53 Anak Balita Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha

Minggu, 26 Apr 2026 14:31 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 14:31 WIB

Jurnas.net - Polresta Yogyakarta mencatat total ada sebanyak 103 anak pernah dititipkan di Daycare Aresha dengan alamat di kawasan Sorosutan, Kecamatan Umbulhar…