Hari Pahlawan, Khofifah: Ada Tiga Rumus Model Pahlawan Ekonomi Nasional Era Teknologi 5.0 

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, usai memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2023 di Tugu Pahlawan Surabaya. (Dok: Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, usai memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2023 di Tugu Pahlawan Surabaya. (Dok: Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2023 di Tugu Pahlawan Surabaya, Jumat, 10 November 2023. Dalam sambutannya, Khofifah memaparkan tiga rumusan langkah, untuk menjadi Pahlawan Ekonomi Nasional sesuai dengan relevansi jaman 5.0 saat ini.

"Kita telah lalui berbagai peristiwa bersejarah yang mengukir kejayaan bangsa ini, dan pada kesempatan yang berharga ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenung atas peran penting para Pahlawan Ekonomi Nasional," kata Khofifah.

Kata Khofifah, para pahlawan ekonomi adalah para pelopor, perintis, dan pionir dalam mengukir peradaban ekonomi bangsa ini. Para Pahlawan Ekonomi Nasional telah melalui perjuangan tak kenal lelah, mengatasi berbagai rintangan dan tantangan demi kemajuan ekonomi yang kita rasakan saat ini.

Dengan semangat juang dan keuletan yang luar biasa, mereka telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memajukan perekonomian negeri ini. "Dengan kerja keras, kreativitas, dan inovasi, mereka telah mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Tanpa peran mereka, kemajuan ekonomi yang kita rasakan hari ini mungkin tidak akan terwujud dengan sebaik ini," ujarnya.

Dahulu pada awal-awal berdirinya Republik Indonesia, lanjut Khofifah, telah ada contoh teladan kepahlawanan ekonomi yang ditunjukkan oleh para pendahulu kita pendiri-pendiri republik. Misalnya dari Sang Dwi Tunggal Sukarno-Hatta banyak memberikan contoh tentang kepahlawanan ekonomi.

Dari Presiden kita Pertama Ir Sukarno kita belajar tentang pentingnya menegakkan kemandirian ekonomi bangsa, berdikari (berdiri diata kaki sendiri) secara ekonomi adalah tujuan dari kemerdekaan Indonesia. Sementara dari Drs. Mochammad Hatta adalah pencerahan tentang sistem ekonomi gotong-royong dan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia.

"Dari situ kita dapat memikirkan dan mengambil langkah yang jelas tentang segenap tindak kepahlawanan ekonomi bagi kebaikan kita bersama," katanya.

Saat ini Indonesia menghadapi zaman baru, zaman yang berbeda dengan para pendiri republik, namun dalam zaman baru ini semangat kepahlawanan ekonomi dari pendahulu ditegaskannya harus tetap dicontoh dan dalami untuk kepahlawanan ekonomi nasional kedepan. "Model kepahlawanan ekonomi pada era sekarang dapat ditegaskan dalam tiga rumusan langkah pikiran dan tindakan," tegasnya.

Pertama, kepahlawanan ekonomi muncul dari inisiatif dan kesadaran untuk mengembangkan kekuatan pelaku ekonomi dari sektor perekonomian sektor ekonomi kecil dan menengah sehingga dapat bangkit dan berdaya menjawab tantangan krisis ekonomi. Dan memastikan ekonomi terutama pada mayoritas pelaku strata ekonomi kecil dan menengah dapat tetap survive dan bertahan serta bergerak maju.

Kedua, tindak kepahlawanan untuk membangun kerja kolaborasi ekonomi sehingga dapat menyambungkan berbagai sumber daya dan daya cipta yang tersebar untuk dapat berjejaring membangun inisiatif co-working (kerja bersama). Sehingga dapat membangun kekuatan ekonomi yang handal, dalam menanggapi dunia yang semakin terintegrasi dan terbuka, sekaligus memunculkan tantangan disrupsi ditengah zaman yang bergerak.

Ketiga, adalah tindak kepahlawanan ekonomi untuk menghasilkan inovasi-inovasi handal dalam ranah digital, yang telah menjadi inti dari transformasi ekonomi global. Melalui kecerdasan buatan, komputasi awan, Internet of Things (IoT), dan teknologi lainnya, para pahlawan digital inovatif telah membuka jalan bagi kemungkinan-kemungkinan baru yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. "Mereka telah mengubah cara manusia berinteraksi, bekerja, belajar, dan bahkan bermain," katanya.

Para pahlawan era zaman IoT ini, kata dia, yang mampu menggerakkan ekonomi skala mikro dan menengah, membangun kolaborasi dalam menyatupadukan berbagai sumber daya, dan mereka yang inovatif dalam ranah digital ini tidak hanya menawarkan solusi untuk masalah-masalah kompleks, tetapi juga telah dan akan terus membawa dampak positif yang luar biasa bagi masyarakat secara luas.

"Di balik setiap terobosan teknologi yang kita nikmati hari ini, terdapat kisah inspiratif dan pengabdian tanpa henti dari para pahlawan digital inovatif. Mereka adalah para ahli, pengusaha, peneliti, content creator yang telah menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi, dan telah bekerja tanpa lelah untuk mempercepat kemajuan teknologi demi kesejahteraan kita semua," pungkasnya. (Mal)

Berita Terbaru

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan …