60 Persen Lulusan SMP Tak Tertampung di Sekolah Negeri, DPRD Jatim Usulkan Beasiswa APBD Bagi Siswa Swasta

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Fraksipksjatim)
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Fraksipksjatim)

Jurnas.net – Keterbatasan daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Timur kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan skema beasiswa khusus yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dan harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.

Usulan tersebut muncul sebagai respons atas kondisi yang setiap tahun terjadi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), di mana jumlah lulusan SMP dan MTs jauh lebih besar dibandingkan kapasitas sekolah negeri yang tersedia. Menurut Puguh, berbagai perbaikan yang dilakukan Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam pelaksanaan SPMB 2026 patut diapresiasi. Namun demikian, persoalan utama pendidikan menengah di Jawa Timur tidak hanya terletak pada mekanisme penerimaan peserta didik, melainkan pada masih terbatasnya daya tampung sekolah negeri.

"Langkah-langkah Dinas Pendidikan dalam menata proses SPMB memang perlu diapresiasi. Tetapi yang harus menjadi perhatian adalah daya tampung SMA dan SMK negeri kita yang belum sebanding dengan jumlah lulusan SMP dan MTs di Jawa Timur," kata Puguh, Kamis, 18 Juni 2026.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur itu mengungkapkan, saat ini kapasitas SMA dan SMK negeri di Jawa Timur hanya mampu menampung sekitar 39 persen lulusan SMP dan MTs. Artinya, lebih dari 60 persen siswa harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar keterbatasan kursi di sekolah negeri tidak berubah menjadi hambatan ekonomi bagi masyarakat dalam memperoleh hak pendidikan.

"Kalau daya tampung negeri hanya 39 persen, berarti lebih dari 60 persen siswa akan masuk ke sekolah swasta. Nah, di sinilah pemerintah harus hadir membantu mereka," ujarnya.

Puguh juga menyoroti persepsi yang berkembang mengenai bantuan pendidikan bagi siswa sekolah swasta. Menurutnya, selama ini banyak pihak menganggap siswa swasta telah memperoleh beasiswa, padahal sebagian besar bantuan tersebut berasal dari kebijakan internal sekolah melalui potongan biaya pendidikan atau subsidi silang yang diberikan masing-masing lembaga.

Kondisi tersebut dinilai kurang ideal karena sekolah swasta juga menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga kualitas pendidikan, memenuhi kebutuhan operasional, serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di tengah keterbatasan sumber daya. "Faktanya beasiswa itu bukan berasal dari APBD, tetapi dari keikhlasan sekolah swasta masing-masing. Padahal sekolah swasta juga memiliki beban operasional yang tidak ringan," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa bantuan operasional yang diterima sekolah swasta melalui skema Bantuan Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) masih relatif terbatas dan belum sepenuhnya mampu menutupi kebutuhan operasional lembaga pendidikan. Karena itu, menurutnya, tanggung jawab membantu siswa dari keluarga kurang mampu seharusnya tidak sepenuhnya dibebankan kepada sekolah swasta yang selama ini telah berkontribusi besar dalam mendukung akses pendidikan masyarakat.

Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Malang Raya tersebut menegaskan bahwa sekolah swasta memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan Jawa Timur, terutama di wilayah-wilayah yang jumlah sekolah negerinya masih terbatas. Di sejumlah daerah, keberadaan sekolah swasta bahkan menjadi tulang punggung pendidikan menengah karena keterbatasan fasilitas pendidikan milik pemerintah.

"Di daerah-daerah pinggiran, sekolah swasta memiliki jasa yang sangat besar. Banyak wilayah yang justru bergantung pada sekolah swasta karena tidak tersedia sekolah negeri di sana," katanya.

Menurut Puguh, kondisi tersebut dapat ditemukan di berbagai wilayah seperti Malang Selatan, Pacitan, Trenggalek, hingga sejumlah kawasan perbatasan yang selama ini sangat bergantung pada keberadaan sekolah swasta untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Sebagai solusi, Puguh mengusulkan agar Pemprov Jawa Timur menyiapkan program beasiswa yang benar-benar berasal dari APBD untuk membantu siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Ia menilai skema tersebut lebih adil karena pemerintah turut mengambil tanggung jawab atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri sekaligus mendukung keberlangsungan sekolah swasta sebagai mitra strategis pembangunan pendidikan.

Menurutnya, kebijakan serupa telah diterapkan di sejumlah daerah dan terbukti mampu membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan tanpa terbebani biaya tambahan. "Beberapa provinsi sudah melakukannya. Misalnya Bali yang memberikan subsidi atau beasiswa kepada siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dan melanjutkan ke sekolah swasta. Ini bentuk kehadiran pemerintah yang konkret," ujarnya.

Puguh menilai, apabila skema tersebut diterapkan di Jawa Timur, maka pemerintah tidak hanya membantu peserta didik, tetapi juga memperkuat keberlangsungan ekosistem pendidikan secara keseluruhan.

Lebih jauh, Puguh menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang wajib dijamin oleh negara. Karena itu, keterbatasan kapasitas sekolah negeri tidak boleh menjadi penyebab munculnya kesenjangan akses pendidikan maupun beban ekonomi baru bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa negara harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan, terlepas dari apakah mereka diterima di sekolah negeri atau harus menempuh pendidikan di sekolah swasta.

"Jangan sampai beban pendidikan terus dialihkan kepada masyarakat atau sekolah swasta. Pendidikan adalah hak seluruh warga negara dan pemerintah harus hadir memastikan akses itu tetap terbuka bagi semua anak Jawa Timur," pungkasnya.

Berita Terbaru

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…